Bongkar Post – Destana Lakukan Simulasi Pelatihan Sesuai Kejadian saat Bencana Alam

Destana lakukan Simulasi Pelatihan sesuai Kejadian saat Bencana Alam

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bandarlampung,

Dalam melakukan program pembentukan Desa tangguh bencana (destana) tim pelatihan melalukan simulasi pelatihan seperti benar-benar ada kejadian bencana alam.

“Kita lakukan pelatihan di ibaratkan seperti terjadinya bencana alam, kita mengumpulkan 100 orang dan melakukan persiapan jika terjadinya bencana alam, seperti memukul pentungan dan masih banyak lagi yang lainnya,”Ujar, Dr. Muhammad Fikri Akbar salah satu wakil koordinator di bidang advokasi program destana Lampung, dihotel Novotel, Bandar Lampung, Jumat, 7/6/2024.

Dia mengatakan, pelatihan seperti ini dilakukan agar masyarakat bisa bersiap jika benar akan terjadinya bencana alam.

“Kami lakukan pelatihan ini agar masyarakat mampu mengetahui bahwa saat bencana alam bisa menyelamatkan diri dan bersiap sebelum terjadinya bencana alam,” ucapnya.

Fikri juga mengungkapkan, untuk pelatih dalam pelatihan destana Langsung disiapkan dari pusat.

“Kita mengambil 30 peserta dari satu desa, lalu mereka kita bawa kepusat untuk melakukan pelatihan dengan pelatih profesional disana,” kata dia.

Dalam hal ini, dia mengatakan, disetiap desa yang melakukan pelatihan destana hanya mengambil 30 orang perwakilan dari segala elemen masyarakat.

“Seperti dari kalangan anak muda, bidan, Rt, hingga seluruh elemen masyarakat lainnya,” tuturnya.

Untuk penambahan peserta, menurut Fikri tidak akan ada penambahan.

“Peserta di tentukan dari pusat kita tidak ada penambahan peserta,” ungkap Fikri.

Dia juga mengungkapkan bahwa program Destana diprovinsi Lampung sudah dibentuk dua wilayah, di Bandar Lampung dan di Lampung Selatan.

“Untuk di Bandar Lampung 6 kelurahan dan 5 desa, sementara di kabupaten Lampung Selatan ada 17 destana,” katanya.

Dia juga menyatakan bahwa kegiatan program destana sudah berjalan sekitar sepuluh bulan. di mulai dari proses sosialisasi sampai nanti ada pelatihan.

“Dalam proses ini cukup panjang kurang lebih satu tahun, tapi kami berharap ketika nanti ada bencana alam, temen-temen di daerah sudah siap dan sudah menyiapkan apa saya akan di lakukan seperti tas untuk bencana yang bisa di bawa dengan mudah,” ungkap Fikri.

“Khususnya desa yang berdekatan dengan pantai yang berdampak akan adanya tsunami, itu yang akan di siapkan terlebih dahulu,” lanjutnya.(Jim)

Pos terkait