Bongkar Post – Belum Sebulan Jadi Kades, Abdul Kholik Sebut Wartawan Tolol

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Lampung Selatan,

Baru sekitar dua minggu Abdul Kholik dilantik menjadi Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Way Sulan tega lontarkan perkataan yang tak pantas kepada Awak Media dengan sebutan tolol.

Hal itu terjadi pada Wartawan Media Online Lampungterkini.id saat meliput kegiatan pembangunan Infrastruktur jalan pertanian di Desa setempat pada Selasa 26/9/2023.

Kejadian itu bermula Lantaran Media Lampungterkini.id sebelumnya memberitakan persoalan kegiatan Infrastruktur jalan pertanian yang bersumber dari Dana Desa (DD) Banjarsari. Dalam berita yang berjudul “Pembangunan Talud Desa Banjarsari Tidak Transparan dan Gunakan Material Bekas”.

Namun, imbas dari pemberitaan tersebut perlakuan tak pantas dan perkataan hina yang di dapatkan oleh Waluyo Wartawan. Mungkin merasa tidak senang pembangunan Desanya di pantau oleh Media hingga Kades Abdul Kholik menyebut Tolol kepada Waluyo.

“Kades Banjarsari Abdul Kholik ini, tiba-tiba mengatakan kepada saya dengan kata-kata “Tolol”. Ucapan kasar itu, dilontarkan Kades saat saya sedang melakukan peliputan adanya kegiatan pembangunan infrastruktur jalan pertanian di desa tersebut pagi tadi, “kata Waluyo, Selasa, 26/9/2022.

Menurut Waluyo, dirinya merasa di hina dengan Ucapan Tolol yang di lontarkan oleh Abdul Kholik. Dikarenakan, saat itu berada di lokasi kegiatan banyak yang mendengar bahkan di lokasi itu juga ada Camat Way Sulan, pendamping desa, aparatur desa serta petugas Bhabinkamtibmas.

“Kata-kata tidak sopan oknum Kades itu, membuat saya merasa dihina dan malu karena di lokasi kegiatan itu ramai orang, ” ucapnya.

Waluyo mengatakan, tindakan yang kurang pantas oknum Kades Banjarsari dengan ucapan kasar menolol-nololkan dirinya itu, terkait pemberitaan yang telah dibuatnya mengenai pembangunan pemasangan talud menggunakan batu bekas dan tidak adanya plang proyek pengerjaan.

“Kades ini juga mengatakan, ‘Kemarin sudah diajak berunding untuk kerjasama, tapi tidak mau. Dasar tolol, mau menjelekan desanya sendiri’,”kata Waluyo menirukan ucapan oknum Kades Banjarsari Abdul Kholik.

“Saya juga ditemui sama Pendamping Desa diajak bermitra, lalu saya diminta supaya jangan mengangkat berita yang jelek mengenai Desa Banjarsari, ” Ungkap Waluyo.

Waluyo menceritakan, sebelum berita itu dibuat dan tayang hingga ia dikatakan dengan kata-kata kasar, mulanya pada Senin pagi 25 September 2023. Waluyo mendatangi kantor Desa Banjar Sari menemui ketua TPK untuk mengklarifikasi terkait pembangunan Talut. Namun tidak bertemu dengan ketua TPK tersebut, dan ia bertemu dengan kepala desa Abdul Kholik.

Kemudian siang harinya sekira pukul pukul 14.00 WIB, ia dihubungi oleh Ketua TPK dan Kades Banjarsari melalui panggilan via WhatsApp untuk datang ke Kantor Desa. Saat itu juga, Ia pun kembali mendatangi Kantor Desa untuk menemui keduanya.

“Di Kantor Desa itu, saya bertemu ketua TPK dan Pak Kades. Saya diajak ngobrol, dan ditengah obrolan itu saya diajak kerja sama, dan saya diminta mereka untuk mengerti karena sama-sama cari makan, “katanya.

Selain itu, Ia juga mau diberi uang dengan TPK itu sebesar Rp.100 ribu, tapi uang itu ditolaknya dan saat itu juga Ia langsung pergi meninggalkan Kantor Desa tersebut.

“Saya menolak diberi uang itu, karena itu salah satu bentuk suap terhadap saya agar saya diam tidak memberitakan mengenai pembangunan talud itu. Saya diajak berunding untuk kerjasama pun, juga tetap saya menolaknya, ” Tegas Waluyo.

Dikatakannya, Ia menolak untuk menuruti apa yang diminta oknum Kades Banjarsari tersebut, karena pembanguan talud yang ada di desa tersebut pengerjaannya tidak sesuai.

“Saat itu saya sempat menanyakan, kalau ada material yang bagus kenapa pakai material bekas (lama), ” pungkasnya.

“Sementara, Kepala Desa Banjarsari Abdul Kholik saat dikonfirmasi awak media melalui panggilan via WhatsApp, membantah telah mengatakan dengan ucapan kurang pantas kata-kata “Tolol” terhadap wartawan awak media.

“Saya tadi tidak mengatakan bahasa “Tolol” itu pak sama wartawannya. Ini miskomunikasi, Se jengkel-jengkelnya saya masih kontrol dan tidak mungkin kata-kata kotor di depan umum karena itu sama aja merendahkan harga diri saya, dan nggak mungkinlah, “kilahnya.

Ia mengatakan, Senin kemaren, dirinya sempat bertemu dan bincang sebentar dengan wartawan tersebut di kantor desanya, diakuinya wartawan itu mencari Ketua TPK mau mengkonfirmasi terkait pembangunan talud tersebut.

Kemudian Ia pun menyampaikan kepada wartawan tersebut, bahwa ketua TPK sedang tidak ada karena sedang tugas mengajar. Lalu meminta ke wartawan itu untuk menunggu, kemungkinan nanti TPK akan datang. Kalau tidak, silahkan temui saja dirumahnya.

“Senin kemaren itu, kami sudah ngobrol bertiga di ruangan saya. Dia (wartawan) itu, kami ajak kerjasama tapi kok seperti ini. Berarti tidak bisa diajak ngobrol baek-baek,”kata dia. (rls/fir)

Pos terkait