Bongkar Post – Atasi Persoalan Infrastruktur, BMBK Lampung Gagas Program BERKIBAR, Pj. Gubernur : Bangun Kepercayaan

Oplus_131072

Bandar Lampung, BP

Untuk membenahi infrastruktur jalan di Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) menggagas program BERKIBAR, yaitu Bersama Kita Benahi Jalan Rusak. Program ini menjadi wadah bagi pemerintah dan pihak swasta untuk bersama-sama merancang, melaksanakan, dan memantau upaya perbaikan jalan rusak di Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya

Pj. Gubernur Samsudin mengaku bersyukur dengan adanya sinergi dan peran serta pihak swasta bersama Pemerintah Provinsi Lampung dalam membenahi infrastruktur dan jalan rusak di Provinsi Lampung.

“Salah satu hal yang harus dibangun agar sinergitas pemerintah dengan swasta terus terjalin adalah dengan membangun kepercayaan (trust) satu sama lain dengan melakukan upaya pemantauan dan pengawasan bersama-sama dalam proses perbaikan jalan,” kata Samsudin, saat hadir di acara Diskusi BERKIBAR, pada Selasa malam (20/8/2024).

“Saya mengajak untuk saling percaya. Kita buat silang, bapak dari dunia usaha nanti awasi Pak Taufiq (Kadis BMBK). Nanti Pak Taufiq awasi dunia usaha dalam pengerjaan jalan, biar silang. Supaya ada kepercayaan, pemerintah percaya pada dunia usaha, dunia usaha percaya pada pemerintah,” pesan Pj. Gubernur.

Sementara, Dinas BMBK menggandeng 19 perusahaan yang ada di Provinsi Lampung untuk membangun infrastruktur dan konektivitas antar wilayah.

Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah mengatakan, salah satu kolaborasi yang telah berjalan dengan menggandeng swasta dalam perbaikan infrastruktur jalan, yaitu perbaikan ruas jalan Tajab – Adijaya di Kabupaten Way Kanan yang menggandeng PT PSMI.

“Dinas BMBK menangani pengaspalan, sementara PT PSMI menangani pondasi jalan dengan mengucurkan anggaran Rp3,5 miliar,” kata Taufik, seraya menyebut tingkat kemantapan jalan Provinsi Lampung mencapai 78 persen dari total panjang 1.695 kilometer.

Dikatakan, untuk mengatasi persoalan anggaran, dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh pihak, khususnya pihak swasta.

“Jika infrastruktur kita bagus, biaya logistik dapat ditekan dan nilai produksi dapat meningkat, tentunya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Sementara, PT PSMI, salah satu perusahaan yang digandeng BMBK Lampung, mengaku ada keterbatasan.

Meski begitu, pihaknya tetap mendukung sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dalam penanganan infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran usaha.

“Perbaikan jalan itu bukan kewajiban, tapi kebutuhan, cuma memang masalahnya, kemampuan kita terbatas,” ungkap Meizikri Bahtiar, selaku Dirut PT PSMI. (tk)

Pos terkait