Bongkar Post – Ambulan Partai Tak Terlihat Mejeng Lagi Sepekan Ini di Tugu Adipura

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung,

Sepekan ini, mobil ambulan PDIP dan Nasdem tak terlihat “mejeng” di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung. Selain sederet ambulan Dinkes Kota Bandarlampung, muncul mobil ambulan gratis berstiker Majelis Taklim Rachmat Hidayat Provinsi Lampung.

Biasanya, sejak beberapa tahun terakhir, standby tiga mobil ambulan PDIP dan dua ambulan Nasdem. Parkirnya, mobil ambulan PDIP paling depan ke arah Jl. A. Yani sedangkan mobil ambulan Nasdem di tengah Jl. R. Intan menghadap Tugu Adipura.

Beberapa hari ini, mobil ambulan Nasdem terlihat parkir di halaman Sekretariatnya Jl. A. Yani, samping Kantor PWI Lampung. Sedangkan mobil ambulan PDIP belum diketahui keberadaannya dan alasan tak mejeng lagi di ikon kota ini.

Awal tahun, belasan ambulan yang “mejeng” itu sempat mendapatkan tanggapan dari akademisi dan ormas. Mereka menilai banyak mobil yang diparkir merusak pemandangan, kawasan itu juga bukan hanya milik partai tertentu saja.

Mirwam Karim, akademisi senior yang juga mantan ketua Organda Kota Bandarlampung dan kini Komite Pemantau Lalu Lintas Lampung mengatakan mobil ambulan itu untuk membantu masyarakat, bukan buat “show”?

Ketua Ormas Laskar Lampung Nerozely Koenang atau akrab disapa Panglima Nero mengaku “perih matanya” setiap melihat belasan mobil ambulan “show” di Tugu Adipura selama 24 jam.

“Gak usah semualah dipamerin, tak terpakai juga sekaligus, cukup penanda saja, dua tiga mobil berikut satu tenda kecil buat pos pelayanan publik, yang lain diparkir di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari,” katanya.

Ada juga yang mengapresiasinya. Hamzah, warga KemilIng, mengatakan mobil ambulan itu bermanfaat membantu masyarakat. Menurut dia, tak hanya mengantarkan orang sakit, ambulan gratis bisa digunakan untuk mengantarkan jenazah.

Supardi, warga Panjang menyesalkan orang-orang yang tidak senang adanya program ambulan gratis di Tugu Adipura. “Kami merasakan manfaatnya, jalan terus pantang mundur,” ujarnya.

Menurut Panglima Nero, bukan soal manfaatnya, tapi belasan ambulannya. “Toh, ambulan itu tak selalu terpakai semua, terlihat seperti ada wabah di kota ini, cukup stand by beberapa mobil ambulan saja,” katanya kepada awak media. (Red)

 

Pos terkait