Banjir Rendam Bandar Lampung Akibat Hujan Deras, Aktivitas Warga Terganggu
Bongkar Post | Bandar Lampung — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa sore hingga malam, 14 April 2026, memicu banjir di puluhan titik. Genangan air merendam kawasan permukiman dan jalan protokol, melumpuhkan aktivitas masyarakat serta menyebabkan kemacetan panjang di berbagai wilayah.
Berdasarkan pantauan lapangan, hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lebih dari dua jam. Air dengan cepat menggenangi ruas jalan utama dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 cm hingga mencapai pinggang hingga dada orang dewasa di beberapa lokasi.
Kawasan yang terdampak meliputi *Way Halim, Kedaton, Sukarame, Rajabasa, Teluk Betung*, serta Kelapa Tiga dan Kaliawi. Genangan juga melanda jalan protokol seperti Jalan Teuku Umar, Jalan Ki Maja, dan Jalan Antasari.
Di pertigaan lampu merah depan RSUD Abdul Moeloek, genangan air cukup tinggi hingga kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas. Banyak kendaraan mogok dan harus didorong warga, menyebabkan kemacetan parah.
Banjir juga merendam ratusan rumah warga. Air masuk ke permukiman dengan sangat cepat, bahkan kurang dari satu jam setelah hujan deras turun. Sejumlah warga menyebut banjir kali ini sebagai salah satu yang cukup parah dalam beberapa waktu terakhir, dengan aktivitas masyarakat lumpuh di beberapa titik.
Belum Ada Konfirmasi Resmi Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut. Aparat kepolisian dan BPBD masih melakukan pendataan serta penanganan di lapangan. Warga diimbau tetap waspada terhadap arus air deras dan potensi banjir susulan.
Diduga Akibat Drainase yang Belum Optimal
Banjir yang melanda hampir bersamaan di banyak titik ini diduga dipicu oleh curah hujan ekstrem, sistem drainase yang belum mampu menampung debit air tinggi, serta saluran air yang tersumbat sampah atau sedimentasi.
Kejadian ini kembali menyoroti persoalan tata kelola drainase di Bandar Lampung yang kerap berulang setiap musim hujan. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret, seperti normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pantauan Masih Berlangsung
Hingga Selasa malam, genangan air di sejumlah wilayah dilaporkan belum sepenuhnya surut. Petugas gabungan dari BPBD, Dinas PU, Polri, dan TNI terus melakukan pemantauan serta upaya penyedotan air. Warga diminta menghindari daerah rawan dan mengamankan barang berharga. (rusmin)







