Bangun Ekosistem Bisnis Mahasiswa, OK OCE Qalam Perluas Program UMKM Masuk Kampus
Bongkar Post, Bandar Lampung
Gerakan kewirausahaan berbasis kampus mulai digencarkan di Provinsi Lampung. Ketua OK OCE Qalam Provinsi Lampung, Dr. Sodirin, SE, MM, menegaskan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi konkret mendorong lahirnya pelaku UMKM baru dari kalangan mahasiswa.
Melalui program “UMKM Masuk Kampus”, OK OCE Qalam menggandeng Universitas Saburai sebagai mitra awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan akademik.
“Alhamdulillah, kolaborasi antara OK OCE Qalam dan pihak kampus menjadi langkah positif dalam mendorong pertumbuhan UMKM di lingkungan perguruan tinggi. Kami ingin mahasiswa, kaum muda, dan generasi milenial tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu membangun dan mengembangkan UMKM sejak dari bangku kuliah,” ujar Sodirin, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, konsep ini sejalan dengan semangat “kampus berdampak” yang kini mulai diadopsi sejumlah perguruan tinggi. Kampus tidak lagi semata menjadi pusat pendidikan dan riset, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan wirausaha muda.
“Bagi Universitas Saburai, ini adalah bagian dari komitmen kampus berdampak. Perguruan tinggi harus melahirkan pelaku UMKM baru yang tangguh dan mandiri. Kampus harus menjadi ekosistem yang hidup, yang mendorong mahasiswa berani memulai usaha,” tegas Sodirin yang juga Rektor Universitas Saburai itu.
Tak hanya menghadirkan pelaku UMKM ke dalam lingkungan kampus melalui bazar dan pameran, program ini juga membuka ruang praktik kewirausahaan secara langsung bagi mahasiswa.
Interaksi tersebut diharapkan menjadi laboratorium bisnis nyata, tempat mahasiswa belajar dari pelaku usaha sekaligus menguji ide bisnis mereka sendiri.
Lebih jauh, Sodirin mengungkapkan OK OCE Qalam tengah menyiapkan agenda besar bertajuk Festival UMKM Lampung yang direncanakan digelar pada akhir tahun 2026.
Festival tersebut ditargetkan diikuti sekitar 1.000 pelaku UMKM dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
“Kami ingin Festival UMKM Lampung menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Target kami sekitar 1.000 UMKM terlibat. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajang promosi, transaksi, dan penguatan jaringan usaha,” jelasnya.
Peran OK OCE, lanjut dia, tidak berhenti pada motivasi. Organisasi ini juga melakukan pendampingan menyeluruh, mulai dari perencanaan usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga pelatihan dan seminar kewirausahaan.
“Tujuan kami jelas, UMKM harus naik kelas. Mereka harus punya legalitas, punya sertifikasi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia berharap, melalui bazar dan festival yang digelar, para pelaku UMKM dapat memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat secara lebih luas.
Peningkatan penjualan diharapkan berdampak langsung pada kenaikan pendapatan pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung secara berkelanjutan.
“Kalau UMKM tumbuh, ekonomi daerah ikut bergerak. Dan kami yakin, generasi muda adalah kunci untuk mempercepat lompatan itu,” pungkas Sodirin.(*)







