Foto. Ist
Bongkar Post, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet di Istana Negara, Senin (27/4/2026) sore. Pelantikan ini sekaligus menandai masuknya representasi kalangan buruh ke dalam Kabinet Merah Putih.
Penunjukan Jumhur menggantikan Hanif Faisol Nurofiq mendapat sambutan positif dari serikat pekerja. Wakil Ketua Umum DPP KSPSI, M.
Alzier Dianis Thabranie, menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk nyata penghargaan pemerintah terhadap kaum buruh.
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar isu lagi, tapi sudah menjadi kenyataan. Kami menilai ini sebagai bentuk penghargaan Presiden kepada kaum buruh,” ujar Alzier, kepada awak media, Senin, (27/4/2026).
Menurut Alzier, kehadiran Jumhur di dalam kabinet membuka ruang baru bagi aspirasi pekerja untuk lebih terakomodasi dalam kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan dampaknya terhadap tenaga kerja.
“Dengan masuknya Pak Jumhur, kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak dan memahami kondisi buruh di lapangan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden Prabowo atas langkah strategis tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Ini momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam pemerintahan ini, buruh benar-benar memiliki perwakilan di tingkat kabinet,” tegasnya.
Diketahui, Jumhur Hidayat merupakan Ketua Umum KSPSI dan pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI. Pengalamannya di bidang ketenagakerjaan dinilai menjadi modal kuat dalam mengemban tugas barunya di pemerintahan.
Pelantikan ini menjadi bagian dari reshuffle kabinet kelima sejak pemerintahan Prabowo-Gibran dilantik pada 20 Oktober 2024, sekaligus mempertegas arah kebijakan pemerintah dalam merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan buruh.(*)







