Unila Wisuda 640 Lulusan, Rektor: Kini Saatnya Mengabdi untuk Bangsa
Bongkar Post, Bandar Lampung
Universitas Lampung (Unila) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi rujukan nasional dengan mewisuda sebanyak 640 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan pada periode wisuda terbaru.
Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, lulusan yang diwisuda terdiri atas 19 doktor, 87 magister, 5 spesialis, 67 profesi, 455 sarjana, dan 7 diploma.
“Dengan wisuda hari ini, Universitas Lampung telah menyumbangkan 144.990 lulusan bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berasal dari delapan fakultas dan satu program pascasarjana,” ujar Prof. Lusmeilia dalam pidatonya.
Ia mengungkapkan, hingga Desember 2025, jumlah mahasiswa aktif Unila tercatat sebanyak 46.736 orang. Pada semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 6.019 mahasiswa menerima beasiswa, dengan rincian 5.786 penerima KIP-K, 55 mahasiswa afirmasi Papua, dan 178 mahasiswa beasiswa swadana/swasta.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Lusmeilia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika serta pemangku kepentingan yang telah berkontribusi terhadap proses pendidikan di Unila.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, mitra, dan para dermawan yang telah membantu percepatan pelayanan pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi mahasiswa Unila,” katanya.
Rektor menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda perubahan tanggung jawab sosial para lulusan.
“Mulai hari ini saudara bukan lagi mahasiswa, tetapi Doktor, Magister, Spesialis, Profesional, Sarjana, dan Ahli Madya. Seiring perubahan status itu, tanggung jawab sosial yang lebih besar melekat di pundak saudara,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan hanya akan bernilai tinggi jika diwujudkan dalam tindakan nyata untuk kepentingan kemanusiaan.
“Ilmu pengetahuan adalah kekuatan intelektual manusia. Kekuatan ini akan bermakna luhur apabila digunakan untuk kemaslahatan umat manusia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Lusmeilia juga memaparkan capaian pemeringkatan Unila di tingkat nasional dan internasional. Saat ini, Unila berada di peringkat nasional ke-15 versi Webometrics Januari 2025, peringkat 1401+ QS World University Rankings, peringkat 122 QS Asia Tenggara, serta peringkat 34 nasional versi THE World University Rankings.
Selain itu, Universitas Lampung berhasil meraih berbagai penghargaan prestisius sepanjang 2025, mulai dari Perguruan Tinggi Negeri Informatif, Gold Winner Anugerah Humas Diktisaintek, hingga sederet prestasi mahasiswa di bidang riset, inovasi teknologi, olahraga, seni, dan kompetisi ilmiah tingkat nasional maupun internasional.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama dan menjadi modal penting bagi Unila dalam mewujudkan cita-cita sebagai World Class University,” ujar Prof. Lusmeilia.
Ia menjelaskan bahwa Unila terus melakukan pembenahan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta mengembangkan program Kampus Berdampak, termasuk penambahan sembilan mata kuliah pengayaan tingkat universitas dan penguatan program magang berdampak.
Unila juga aktif mendorong partisipasi mahasiswa dalam berbagai program nasional seperti PKM, PIMNAS, P2MW, Pomnas, Pilmapres, MTQ, hingga kompetisi inovasi dan riset, sebagai bagian dari komitmen mencetak lulusan unggul dan berdaya saing.
Di bidang kerja sama, Unila memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi profesi sebagai wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Kepercayaan publik terhadap Unila tercermin dari jumlah 9.333 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2025/2026.
Menutup sambutannya, Prof. Lusmeilia mengajak para wisudawan yang segera menyandang status alumni untuk tetap terhubung dengan almamater.
“Kami mengimbau para lulusan mengisi data tracer study agar Unila dapat mengikuti rekam jejak karier saudara, sekaligus menerima masukan konstruktif demi peningkatan mutu pendidikan ke depan,” pungkasnya.(Jim)







