Tren Positif Pariwisata: Lampung Masuk 10 Destinasi Paling Diminati Selama Nataru
Bongkar Post, Bandar Lampung
Provinsi Lampung mencatat tren positif pergerakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Meski data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum dirilis, berbagai indikator lapangan menunjukkan lonjakan signifikan kunjungan wisatawan di sejumlah daerah.
Peningkatan aktivitas terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel, ramainya restoran, hingga padatnya sejumlah destinasi wisata unggulan di Lampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu publikasi resmi BPS, termasuk data kunjungan wisatawan untuk November 2025.
“Data resmi dari BPS memang masih kita tunggu. Namun berdasarkan laporan kabupaten dan kota, serta pengelola destinasi, tingkat kunjungan cukup tinggi. Hotel dan restoran terpantau ramai pengunjung,” ujar Bobby saat diwawancarai, Rabu (7/1/2026).
Bobby mengungkapkan, pemerintah pusat memproyeksikan jumlah pergerakan wisatawan ke Lampung selama periode Nataru mencapai sekitar 2,35 juta orang. Dengan capaian tersebut, Lampung masuk dalam 10 besar destinasi wisata paling diminati secara nasional.
“Untuk wilayah Sumatera, kunjungan wisatawan tertinggi hanya berada di Sumatera Utara dan Lampung. Ini tentu menjadi capaian yang patut kita apresiasi bersama,” katanya.
Sebelumnya, Disparekraf Provinsi Lampung juga memproyeksikan jumlah wisatawan selama Nataru berada di kisaran 1,5 hingga 2 juta orang. Angka tersebut dinilai tidak berbeda jauh dengan estimasi pemerintah pusat.
Optimisme itu diperkuat oleh tren pergerakan wisatawan sepanjang Januari hingga Oktober 2025, yang telah menembus lebih dari 20,5 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat sekitar 52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Meski data resmi BPS untuk November belum diumumkan, Pemerintah Provinsi Lampung meyakini lonjakan kunjungan juga terjadi pada bulan tersebut. Dua agenda berskala besar disebut menjadi pemicu utama, yakni Lampung Festival dan Ijma Ulama Internasional yang digelar di kawasan Kota Baru.
“Khusus Ijma Ulama Internasional, kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 38 negara. Dampaknya terasa langsung terhadap pergerakan orang dan tingkat okupansi akomodasi,” jelas Bobby.
Dengan capaian tersebut, menurut Bobby Pemprov Lampung optimistis target kunjungan wisata tahun 2025 akan terlampaui.
“Dalam dokumen perencanaan daerah, target kunjungan ditetapkan sebesar 9,5 juta wisatawan, sementara target pemerintah pusat berada di kisaran 19 hingga 19,5 juta orang. Realisasi kunjungan sepanjang 2025 bahkan tercatat lebih dari dua kali lipat target daerah,” ujarnya.
Sementara itu, kata dia, berdasarkan sebaran wilayah, Kota Bandar Lampung masih menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi sepanjang Januari–Oktober 2025.
“Kondisi ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur pariwisata, seperti hotel, restoran, kafe, serta fasilitas pendukung lainnya,” terang Bobby.
Sementara, Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lampung Selatan, disusul Lampung Tengah dan Pesawaran.
Dalam dua tahun terakhir, Pesawaran berada di peringkat keempat, meski sebelumnya sempat menjadi salah satu destinasi favorit.
“Khusus Lampung Selatan, pertumbuhan destinasi wisata baru, kafe tematik, serta fasilitas penunjang pariwisata yang mulai beroperasi pada akhir 2025 dinilai menjadi magnet baru yang memperkuat daya tarik Lampung sebagai tujuan wisata nasional,” pungkasnya.(Jim)







