Skandal Staf Ahli Bupati Tanggamus, MS Dari Dulu “Doyan Maen Perempuan”

  • Whatsapp

Tanggamus, (Bongkarpost)- Terkuak, MS, oknum Staf Ahli Bupati Tanggamus, memang sosok yang “doyan maen perempuan”. Tak ayal, kasus skandalnya dengan seorang perempuan, yang bukan istri sahnya itu, terbongkar.

Salah seorang narasumber SKH Bongkar Post, mengatakan mengenal sosok MS sudah lama. Kala itu, MS masih menjadi guru di salah satu SMK di Kota Agung, Tanggamus. MS pun sempat memacari sepupu dari istri pertamanya sendiri, yang akhirnya dicerai. Dan istri kedua MS saat ini, adalah murid MS waktu ia menjadi guru di sekolah itu.

Bacaan Lainnya

“Dia (MS, red) ini dikenal tukang menggoda wanita dengan janji-janji manisnya. Dulu juga waktu dia (MS) masih jadi guru, saya sempat ngajak dia (MS) ribut karena saya jengkel lihat ulah tak senonohnya yang maen remes bokong murid wanita,” ungkap sumber yang enggan identitasnya dikorankan.

Dan sekarang, demi memuaskan nafsunya, MS yang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Tanggamus kembali “mengeluarkan” rayuannya. Tak hanya merayu, MS pun mengiming-imingi korbannya dengan sejumlah uang dan jabatan, hingga mau diajak berhubungan intim.

Dengan terbongkarnya skandal ini, dan demi mempertahankan jabatannya, ia pun melakukan berbagai upaya teror dan intimidasi kepada korban dan keluarga korban, meski secara tidak langsung.
Teror datang kepada OK (korban), dari sejumlah orang yang mengaku suruhan Anggota DPRD Tanggamus, Camat Pugung, Pj Kepala Kampung, Tim Inspektorat Pemda Tanggamus.

Meski, Wakil Bupati Tanggamus menyatakan kasus ini sedang diproses oleh Inspektorat, namun hingga kini belum ada sanksi tegas kepada oknum pejabat tersebut. Sementara, korban kini didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Pengacara Firma Hukum Hermawan dan Rekan.

Pasca ramai diberitakan, korban sempat menuturkan, ia dan keluarganya diteror. “Hp saya banyak ditelpon nomor tidak dikenal. Ada orang suruhan anggota dewan datang ke rumah, minta saya cabut berita. Kalau gak, saya nanti mau dipenjarakan, semua dewan mencari. Lah apa urusannya dengan dewan. Saya ini korban tipu daya, kok malah diancam – ancam,” kata OK.

Namun yang paling menyinggung dirinya, adalah saat Pj. Kepala Desa Gunung Kasih, Camat Pugung, dan Inspektorat mendatangi rumah orang tuanya, dan memaksa orangtuanya untuk meminta kartu kuning (keterangan RS jiwa, red). “Enak saja saya mau dibilang gila, dan jelas lah orang tua saya juga ikutan tersinggung. Masa anaknya dibilang gila,” tandasnya.

Saat ini, terkait kasus ini, telah ia serahkan kepada kuasa hukumnya. “Saya sedang diluar kota, dan semua sudah saya serahkan kepada kuasa hukum. Jadi nanti ada apa – apa, ya silahkan hubungi kuasa hukum saya saja,” ungkap OK.

Sementara, Wakil Bupati Tanggamus Hi AM. Syafi’i, mengaku pihaknya tengah memeriksa kasus ini, dan sedang dilakukan proses sesuai Undang-Undang Kepegawaian. “Sedang diperiksa Inspektorat atau Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Tanggamus,” kata dia.

Wabup pun mengaku sudah memanggil oknum pejabat itu. “Jadi terhadap pemberitaan media, kami sudah memanggil oknum tersebut melalui Inspektorat dan masih tabayun. Kita mempelajari masalah. Untuk sanksi kita masih menunggu dari tim,” tandas Syafi’i.

Terpisah, Direktur Kantor Pengacara Firma Hukum Hermawan dan Rekan, Himawan membenarkan jika korban telah datang ke kantornya, dan minta pendampingan hukum. “Sebagai pengacara rakyat, kita wajib hukum memberikan pendampingan kepada masyarakat. Kuasa hukum sudah ditanda tangani. Kita sedang pelajari kasusnya,” kata Hermawan.

Menurutnya, korban datang ke kantornya dan menceritakan kronologis apa yang dialami dan apa yang terjadi. “Sedang dibahas Tim, dan kita akan tentukan sikap dan langkah atas kasus ini secepatnya, Jadi mulai saat ini, segala sesuatu atas klien kami, akan kami dampingi,” jelasnya.

Setelah persoalan ini mencuat, MS bak hilang ditelan bumi. Tak pernah tampak dirinya mengantor. Dan meski ponsel dan Whatsapp-nya dalam keadaan aktif, MS pun tampak ogah meresponnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang oknum pejabat di Pemkab Tanggamus diduga terlibat dalam skandal dengan wanita, berstatus janda beranak dua. Wanita ini, juga Anggota KBBD (Keluarga Besar Bunda Dewi), warga Kecamatan Pugung, Tanggamus.

Setelah sempat berkali – kali kencan dan dijanjikan Umroh, serta akan dijadikan Bendahara UPT, bahkan diimingi akan diberi proyek, wanita itu dicampakkan. Bahkan, untuk minta uang makan tak ditanggapi lagi oleh oknum pejabat tersebut. Lantas, wanita itu berencana akan melaporkan yang bersangkutan ke pihak yang berwajib.

Wanita berinisial OK, mengaku awalnya berkenalan dengan MS, yang diketahui menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Tanggamus, melalui media sosial Facebook. Dari perkenalan itu kemudian mereka kerap inbokan, dan korban termakan rayuan hingga mau diajak kencan ke hotel. Bahkan mereka kerap melakukan hubungan badan di dalam mobil dinasnya.

“Saya ngerasa ditipu mas, saya merasa sangat tertipu dan kecewa setelah berkali kali kencan bahkan diajak kehotel oleh seorang pejabat Pemda Tanggamus. Tapi janjinya itu palsu semua. Saya ada bukti bukti termasuk fotonya saat kami sedang berada di hotel,” katanya, Minggu (16/8/2020).

Lanjut OK, hubungan mereka semakin akrab, meski ia sudah diingatkan teman – temannya untuk hati-hati dan tidak termakan rayuannya. “Saya sudah diperingatkan sama temen-temen suruh hati-hati sama dia karena tabiatnya yang kurang bagus, karena penasaran saya sempat tanya sama teman–teman lain, ternyata dia adalah seorang pejabat di Pemda Tanggamus,” ujarnya.

Namun entah kenapa, karena pintarnya merayu dan dijanjikan akan diberangkatkan Umroh, serta akan dikasih jabatan Bendahara di UPTD, dan proyek, OK jadi tergiur. “Saya dijanjiin mau diumrohkan dan mau dijadikan bendahara kepala UPT, serta akan diberi proyek, akhirnya saya terpedaya,” ucapnya.

OK menambahkan, beberapa bulan yang lalu dia sempat kencan di salah satu hotel di daerah Pringsewu. “Karena iming-iming itu, saya pun mau diajak kencan, saya dijemput di Simpang Tangkit, dia pinjam mobil temannya katanya biar aman,” terangnya.

Kemudian OK dan MS pergi ke sebuah hotel yang berada di Pringsewu. OK diajak masuk ke sebuah kamar hotel dan dirayu agar mau berhubungan layaknya suami istri.

“Di hotel kami melakukan hubungan intim bak suami istri, dia bahkan cerita bahwa bukan saya saja yang pernah diajak kencan. Bukan hanya di hotel bahkan di dalam mobil dinas sering dilakukan, karena ada yang janggal, saya ambil foto dia waktu bugil setelah melakukan hubungan,” ungkapnya. (Ar/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *