Sikapi Prilaku LGBT, Disdikbud Lampung Segera Keluarkan Panduan Mitigasi
Bongkar Post, Bandar Lampung
Dinas Pendidikan Provinsi Lampung akan mengeluarkan surat edaran (SE) untuk seluruh satuan pendidikan dibawah naungannya, berisi panduan mitigasi perilaku menyimpang serta rencana edukasi kepada para siswa mengenai bahaya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender).
“Kami akan bergerak dengan cara yang terukur dan sesuai kewenangan. Edukasi adalah kunci, dan peran sekolah sangat strategis,” ujar Thomas Amirico, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, pada Jumat (11/7/2025).
Dikatakan, pendidikan di Indonesia memiliki landasan konstitusional yang jelas, yaitu UUD 1945, yang mengamanatkan tujuan pendidikan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
“Apapun yang bertentangan dengan nilai itu, tentu harus kita eliminasi,” tegas Thomas.
Dia pun mengungkap, bahwa telah menerima berbagai laporan mengenai penyebaran perilaku LGBT di lingkungan ASN, bahkan sampai di level kepala sekolah.
“Saya tahu ada kepala sekolah yang terpapar,” ungkapnya.
Dia berharap, dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan budaya yang sejalan dengan jati diri bangsa.
Sebelumya, pada Selasa (8/7/2025), Kadisdik Thomas menerima audiensi dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, diantaranya Dr. H. Firmansyah, Habib Umar Asegaf, K.H. Ansori, S.P., K.H. Ahmad Sulaiman, H. Sukri Baihaki, MH., dan Khadafi, S.P., M.M. Mereka datang menyampaikan keresahan terkait penyebaran perilaku menyimpang LGBT yang dinilai semakin terang-terangan, bahkan di media sosial.
“Kami datang membawa kegelisahan masyarakat. Wabah LGBT ini sudah merambah lingkungan sekolah, bukan hanya siswa, tapi juga guru,” ujar K.H. Ahmad Sulaiman, di ruang kerja Kadisdik.
Sementara, Dr. H. Firmansyah menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam melakukan mitigasi dan perlindungan terhadap generasi muda dari penyimpangan ini.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Lampung segera mengambil langkah konkret dalam menangani fenomena LGBT di lingkungan pendidikan.
“Dukungan dari berbagai elemen masyarakat diharapkan menjadi kekuatan penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan budaya yang sejalan dengan jati diri bangsa,” pungkasnya. (tk)







