Sikapi Polemik Field Trip ke Malaysia, FHIS UMKO Beri Klarifikasi

Foto. Ilustrasi 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, LAMPUNG UTARA – Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik batalnya pelaksanaan Field Trip Internasional ke Malaysia yang belakangan menjadi sorotan publik.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat (10/7/2026), pihak fakultas menegaskan bahwa sejumlah informasi yang beredar di masyarakat belum menggambarkan kronologi secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap peran kampus dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Pelaksana Field Trip Internasional, Dr. Ibrahim Fikma Edrisy, S.H., M.H., CPCLE, menjelaskan bahwa FHIS UMKO tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut dan memastikan hak seluruh mahasiswa peserta kegiatan tetap terlindungi.

Menurut penjelasan panitia, keberangkatan rombongan mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Juli 2026 batal terlaksana karena peserta terlambat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sehingga tidak dapat mengikuti jadwal penerbangan yang telah ditentukan.

Ketua Panitia Field Trip Internasional, Bram Fikma, mengatakan keterlambatan tersebut merupakan akumulasi sejumlah kendala teknis selama perjalanan menuju bandara. Di antaranya menunggu tim yang membawa perlengkapan kegiatan, antrean pengisian bahan bakar kendaraan, hingga kepadatan lalu lintas yang berada di luar perhitungan panitia.

“Setelah diketahui penerbangan tidak dapat diikuti, panitia bersama vendor perjalanan langsung melakukan koordinasi untuk mencari alternatif keberangkatan. Namun, keterbatasan kursi pada penerbangan berikutnya membuat seluruh peserta tidak memungkinkan diberangkatkan secara bersamaan sesuai agenda yang telah disusun,” jelasnya.

FHIS UMKO juga membantah anggapan bahwa mahasiswa ditelantarkan. Selama proses penyelesaian berlangsung, seluruh peserta difasilitasi penginapan di Palembang dan mengikuti kunjungan edukatif sebagai bentuk pengisian kegiatan sambil menunggu kepastian dari pihak vendor perjalanan.

Berdasarkan fakta yang dimiliki panitia, vendor perjalanan sebelumnya telah melakukan pemesanan tiket keberangkatan dan kepulangan, reservasi hotel di Malaysia, serta berkoordinasi dengan kampus tujuan yang telah menyiapkan agenda akademik.

Karena itu, FHIS UMKO menilai peristiwa tersebut lebih tepat dipahami sebagai kegagalan pelaksanaan perjalanan akibat kendala operasional, bukan sebagai tindakan yang dapat langsung disimpulkan sebagai penipuan atau penggelapan tanpa melalui proses hukum dan pembuktian.

Sebagai bentuk tanggung jawab, vendor perjalanan telah menyatakan kesediaannya mengembalikan dana kegiatan sebesar 100 persen kepada seluruh peserta. Pengembalian dana tersebut disepakati paling lambat pada 7 Agustus 2026.

Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Kotabumi juga memastikan akan mengawal proses penyelesaian hingga tuntas. Dalam waktu dekat, pimpinan vendor perjalanan akan dipanggil secara resmi untuk memberikan klarifikasi di hadapan Rektor, Wakil Rektor, serta para dekan di lingkungan UMKO.

Setelah proses klarifikasi tersebut, pihak universitas juga akan mengundang orang tua atau wali mahasiswa guna menyampaikan perkembangan penyelesaian secara terbuka dan transparan.

FHIS UMKO menegaskan akan terus mengawal komitmen vendor hingga seluruh dana mahasiswa dikembalikan sesuai kesepakatan.

Fakultas juga mengimbau masyarakat agar menyikapi persoalan ini secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum lengkap.

“Klarifikasi ini kami sampaikan agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian sekaligus mengetahui langkah-langkah yang sedang ditempuh kampus dalam menyelesaikan persoalan ini secara bertanggung jawab,” demikian pernyataan resmi FHIS UMKO. (*)

Pos terkait