Rombongan Ustadz Abdul Somad Dihadang Warga di Kutai Barat, Situasi Dikendalikan Aparat

 

 

Bongkar Post | Kutai Barat – Rombongan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang tiba di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Sabtu (4/7/2026) dihadang sekelompok warga yang menolak kehadirannya. Insiden terjadi setelah rombongan mendarat di Bandara Melalan sekitar pukul 09.00 WITA.

Menurut informasi yang beredar dari berbagai sumber di lapangan, rombongan yang menggunakan mobil putih dihadang di jalur menuju lokasi acara. Sebagian warga membawa spanduk penolakan dan meminta UAS tidak melanjutkan safari dakwah di Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak. Kerumunan sempat terjadi, disusul dorong-mendorong, tetapi aparat kepolisian segera membentuk barikade dan mengamankan rombongan. Tidak ada bentrokan fisik yang dilaporkan hingga berita ini diturunkan.

UAS dijadwalkan memberikan tausiah dalam rangka Harlah Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning dan Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Sehari sebelumnya, pada Jumat (3/7/2026), tabligh akbar berlangsung lancar dengan ribuan jamaah memadati Islamic Center, dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat. UAS menekankan pesan persatuan, ukhuwah Islamiyah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

 

Latar Belakang Penolakan

Penolakan ini bukan hal baru. Sejak pertengahan Juni 2026, Aliansi Masyarakat Peduli Kutai Barat (yang terdiri dari berbagai ormas, tokoh pemuda, dan masyarakat) menyatakan sikap menolak kehadiran UAS sebagai penceramah. Koordinator aliansi, Yehezkiel Pomen, menegaskan penolakan bukan karena agama, melainkan kekhawatiran akan potensi gangguan kerukunan lokal. Mereka meminta panitia mencari penceramah alternatif.

Namun, panitia kegiatan tetap melanjutkan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Forkopimda, MUI, dan sejumlah ormas lainnya. Sebelum kedatangan, aliansi juga mengeluarkan ajakan menjaga kondusivitas dan menghormati kegiatan yang telah berizin.

Polisi setempat telah berkoordinasi intensif untuk mengamankan seluruh rangkaian acara. Hingga kini, situasi di lokasi dipantau ketat.

 

Respons Berbagai Pihak

Beberapa tokoh dan ormas seperti Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) dan lainnya mendukung kegiatan dakwah UAS sebagai sarana silaturahmi dan penguatan nilai keagamaan yang rahmatan lil alamin. Mereka mengimbau seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan toleransi.

Ustadz Abdul Somad dikenal sebagai penceramah nasional dengan gaya dakwah yang lugas dan humoris, meski kerap menuai pro-kontra di berbagai daerah karena pandangan-pandangannya.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terbaru pasca-insiden. Polisi disebutkan sedang memantau perkembangan dan diharapkan mengusut akar penyebab kerumunan agar tidak berulang.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan masyarakat di tengah perbedaan pandangan, sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Semua pihak diharapkan mengedepankan dialog dan hukum dalam menyelesaikan perbedaan.

(*)