Bongkarpost.co.id (Lampung Barat) – Kembali terjadi, ribuan ikan mati mendadak di Danau Ranau, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Fenomena alam ini pun membuat puluhan pengusaha pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA) diwilayah setempat merugi.
Belum diketahui pasti apa penyebab matinya ribuan ikan baik yang ada dikeramba maupun ikan liar di danau itu. Meski, fenomena alam ini bukan kali pertama terjadi di Danau Ranau.
Akan tetapi ada dugaan, ribuan ikan yang mati ini diakibatkan oleh fenomena alam gunung Seminung yang mengalami perubahan cuaca. Sehingga, mebuat Air di danau tersebut tampak menghitam kecoklatan.
Salah satu Warga Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Semingung, Soni (40) menuturkan sebelum terjadinya ikan mati mendatak terlihat ikan bermunculan keatas permukaan seperti mabuk.
“Ikan-ikan awalnya mengapung seperti mabuk lalu mati, baik yang dalam keramba apung milik petani ikan, maupun ikan liar di danau ranau,” katanya.
Soni mengatakan, bahwa letak geografi Danau Ranau dikelilingi oleh gunung aktif yakni Gunung Seminung. Dugaan pun muncul fenomena alam matinya ikan-ikan diranau akibat aktifitas gunung tersebut.
“Dimungkinkan berubahnya warna air itu datangnya dari dalam gunung yang aktif tersebut, bahkan bisa jadi mengandung belerang, fenomena ini biasa di sebut dengan ‘Bintelehan,” ucapnya.
Sementara Anggota DPRD Lambar, Nursirwan meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan Lambar untuk segera tirun kelokasi untuk melakukan langkah cepat dalam mengatasi fenomena alam ini.
“Untuk pembudidaya ikan Nila Keramba Jaring Apung agar koordinasi sesama kelompok pembudidaya untuk mencari jalan keluar mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan ikan di Keramba,” singkatnya.
Sementara Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan di Dinas Perikanan Lambar, Umi Fitria mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi dan melakukan pengecekan air Danau Ranau. Salah satunya yakni meliputi pengecekan tingkat keasaman air, kandungan oksigen dalam air dan suhu serya kecerahan air.
Selain itu, pihaknya juga mendata keruguan yang dialami oleh para pembudidaya ikan KJA.
“Kita juga melakukan pendataan jumlah pembudidaya ikan yang terdampak, klau ada pembudidaya yang permodalannya dari perbankan diupayakan ada keringanan waktu pengembalian,” ungkap Umi.
Langkah cepat juga dilakukan Dinas Perikanan Lambar dengan berkordinasi dengan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Lampung dengan harapan, adanya bantuan dalam menangani fenomena alam ini.
(Ukun)







