Rakor Inflasi Daerah, Lampura Diproyeksikan Dapat Tambahan Kuota dan Subsidi Transportasi Bank Indonesia
Bongkar Post, LAMPUNG UTARA
Kabupaten Lampung Utara di proyeksikan mendapatkan tambahan kuota bahan pokok dan subsidi transportasi dari pihak Bank Indonesia, dalam rangka menjaga stabilitas Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bahan Pokok (Bapok) mendukung upaya pengendalian inflasi di wilayah Lampung.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Hendri, kepada wartawan, melalui pesan WhatsAppnya, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Biro Perekonomian Pemprov Lampung, Bank Indonesia perwakilan Lampung, Bulog wilayah Lampung, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan se-Provinsi Lampung, di Kantor Bank Indonesia, Senin (22/6/2025).
Hendri mengatakan, dalam rakor tersebut usulan penambahan kuota bahan pokok seperti minyak, gula, beras, dan lainnya mendapatkan respon positif dalam rakor tersebut.
Mengingat kata Hendri, kabupaten Lampung Utara memiliki cakupan wilayah yang cukup luas dan jumlah pasar yang cukup banyak.
“Alhamdulillah, usulan penambahan kuota untuk Lampung Utara dipastikan mendapatkan kuota tambahan,” ujar Hendri.
“Misalnya sebelumnya 50 dus minyak goreng bisa bertambah menjadi 75 dus dalam sekali melaksanakan pasar murah, dan sebarannya juga menjangkau sejumlah pasar tradisional lainnya yang ada di Lampung Utara,” sambungnya.
Hendri juga menjelaskan, dalam pelaksanaan dalam pengendalian inflasi ini, akan terus berlanjut hingga Desember 2026.
“Alhamdulillah juga kita mendapatkan support biaya transportasi dari Bank Indonesia yang selama ini menjadi kendala di lapangan, dari titik pendistribusian gudang Bulog hingga ke lokasi, atau dari produsen hingga lokasi pasar murah,” pungkasnya. (OREAN)







