Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari UIM : Hibah BEM Tahap I

Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari UIM : Hibah BEM Tahap I

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Lampung Selatan

Universitas Indonesia Mandiri UIM Lampung kembali melaksanakan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat dalam Pemberdayaan UMKM Gula Merah dari Lahang Kelapa melalui Sistem Bisnis dan Ekonomi Rakyat (SIBER) Berbasis Desa Wisata di Pulau Sebesi oleh Universitas Indonesia Mandiri.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Hibah BEM dengan mengangkat tema: “Pemberdayaan UMKM Gula Merah dari Lahang Kelapa melalui Sistem Bisnis dan Ekonomi Rakyat (SIBER) Berbasis Desa Wisata di Pulau Sebesi” pada tahap pertama ini merupakan langkah awal Universitas Indonesia Mandiri (UIM) dalam upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Pulau Sebesi pada Rabu, 12 November 2025.

Pada kegiatan tersebut turut dihadiri oleh dua mitra utama, yaitu kelompok UMKM pengolah gula merah dari lahang kelapa, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), Pulau Umang-Umang sebagai mitra pengembangan desa wisata. Dosen Uim, BEM UIM, Mahasiswa/Mahasiswi Universitas Indonesia Mandiri UIM Lampung.

Dimana pada tahap pertama pengabdian ini difokuskan pada pemetaan potensi, penguatan pemahaman, dan penyelarasan program antara tim pengabdian dengan para pelaku UMKM dan pengelola desa wisata. Para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai konsep Sistem Bisnis dan Ekonomi Rakyat (SIBER) yang menekankan sinergi antara produksi, manajemen usaha, pemasaran, hingga penguatan jejaring berbasis ekonomi kerakyatan. UMKM gula merah diajak untuk memahami pentingnya standar kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta penguatan identitas produk lokal yang dapat terintegrasi dengan aktivitas pariwisata Pulau Sebesi.

Sementara itu, Pokdarwis turut berperan dalam memberikan gambaran mengenai potensi pengembangan desa wisata yang dapat mendukung hilirisasi produk gula merah sebagai bagian dari daya tarik wisata, baik dalam bentuk paket edukasi, wisata budaya, maupun promosi produk khas daerah. Diskusi interaktif antara UMKM dan Pokdarwis menghasilkan kesepahaman untuk membangun ekosistem kolaboratif yang memperkuat posisi gula merah sebagai produk unggulan Pulau Sebesi.

Melalui kegiatan tahap pertama ini, pondasi kerja sama antara mitra telah terbentuk, dan masyarakat memperoleh gambaran awal mengenai strategi pemberdayaan yang akan dilanjutkan pada tahap berikutnya, seperti pelatihan teknologi pengolahan, pendampingan manajemen bisnis, penguatan branding, serta integrasi pemasaran digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi peningkatan kapasitas UMKM gula merah dan optimalisasi potensi desa wisata, sehingga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat Pulau Sebesi secara berkelanjutan.

Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah Pendampingan Penyusunan Rencana Bisnis Tahunan. Sesi ini untuk mengatasi keterbatasan UMKM lokal dalam hal manajemen usaha. Pendampingan ini dibawakan oleh akademisi dari UIM, Anas Khair Prikurnia, S.A.B., M. Si.,

“Melalui Sistem Bisnis dan Ekonomi Rakyat (SIBER) yang kami kembangkan, rencana bisnis tahunan adalah peta jalan vital. Ini memastikan pelaku UMKM gula merah, yang menjadi 30 peserta kegiatan ini, tidak hanya berproduksi, tetapi juga mampu mengelola distribusi dan pemasaran secara terpadu untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan,” jelas Anas Khair Prikurnia.

Wakil Rektor I Universitas Indonesia Mandiri, Dr. Acum Wijaya, S.E., M.M., menyampaikan apresiasinya serta memberikan penegasan.

“Bahwa dengan adanya kegiatan ini maka, potensi ekonomi lokal dapat terangkat secara mandiri dan inklusif, menciptakan rantai nilai yang adil, serta menjadi model community development yang berkelanjutan, demi cita-cita luhur kemandirian ekonomi masyarakat dan kedaulatan pangan nasional,” pungkas Acum Wijaya. Cek it dot (Hb)

Pos terkait