Bongkarpost.co.id
Bandar Lampung,
Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Testis dan Prostat, Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) DPD Provinsi Lampung menggelar kegiatan edukatif dan inspiratif yang menggandeng CIMSA FK Unila serta Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Momentum tersebut dimanfaatkan Ketua Dewan Penasehat FORKESI Lampung, Dr. Sodirin, SE, MM, CEPВ, CPDM, CPM, CELM, untuk melakukan kunjungan ke Yayasan Citra Baru, sebuah lembaga sosial yang fokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas di Lampung.
Dalam kunjungannya, Dr. Sodirin menyampaikan apresiasi mendalam terhadap peran Yayasan Citra Baru yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam memberikan edukasi, keterampilan, serta pendampingan bagi anak-anak dan keluarga penyandang disabilitas.
“Saya melihat Yayasan Citra Baru ini sebagai ruang yang sangat positif dan bermanfaat. Tempat ini tidak hanya memberi wawasan dan keterampilan, tapi juga harapan bagi keluarga disabilitas untuk tumbuh dengan percaya diri dan mandiri,” ujar Dr. Sodirin, kepada media, Minggu, 13/4/2025.
Namun demikian, Dr. Sodirin juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi yayasan tersebut, khususnya dalam hal pembiayaan operasional.
Menurut keterangan pihak yayasan, hingga kini mereka masih bergantung sepenuhnya pada bantuan para donatur.
“Yayasan ini berjalan dengan segala keterbatasan. Mereka hanya mengandalkan donatur untuk melangsungkan operasional harian. Ini tentu menjadi keprihatinan bersama,” ungkapnya.
Untuk itu, Dr. Sodirin yang juga Rektor Universitas Saburai menyerukan agar pemerintah daerah turut mengambil peran aktif dalam mendukung yayasan seperti Citra Baru.
Baginya, kepedulian terhadap kelompok disabilitas harus menjadi prioritas dalam kebijakan sosial daerah.
“Saya berharap pemerintah dapat hadir dan memberikan perhatian nyata. Yayasan ini adalah mitra strategis dalam pelayanan sosial, dan sudah semestinya mendapatkan dukungan lebih agar kebermanfaatannya bisa terus berlanjut dan berkembang,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh inspirasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara masyarakat, organisasi sosial, dan pemerintah merupakan kunci untuk mewujudkan inklusivitas dan kesetaraan bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.(Jim)







