Bongkarpost.co.id
Metro,
Wakil Walikota Metro Dr. M. Rafieq Adi Pradana menegaskan Pemerintah kota, bersama Wali Kota, telah meminta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk melakukan penataan ulang seluruh tempat pariwisata di Kota Metro.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota saat kegiatan Ekspedisi Goa Warak yang digelar dalam rangkaian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Fair 2025 di wilayah Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Jum’at (25/4/2025).
Menurutnya Laporan hasil identifikasi akan di terima awal bulan depan, serta ia pastikan Goa Warak harus masuk dalam daftar utama.

Dan menurut nya semua itu dilakukan guna menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Metro terus memberikan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal sekaligus membangun infrastruktur penunjang pariwisata.
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, yang turut hadir dan secara langsung masuk ke dalam Goa Warak, juga menegaskan bahwa dalam masa kepemimpinannya lima tahun ke depan, Pemkot Metro menargetkan seluruh tempat wisata di wilayahnya memiliki infrastruktur yang memadai serta daya tarik yang kuat.
“Tidak cukup hanya objek wisatanya bagus, tapi akses jalannya juga harus nyaman. Kalau akses masuknya sudah bagus, masyarakat dari luar kota pun akan semangat untuk datang ke Metro,” ucapnya.
Kegiatan Ekspedisi Goa Warak yang digelar dalam rangkaian SMSI Fair 2025 di wilayah Kelurahan Rejomulyo, tersebut terlihat semangat kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari insan pers, organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, hingga pramuka.
Keterlibatan langsung dari pimpinan daerah ini juga untuk menunjukkan keseriusan Pemkot Metro dalam menggali potensi wisata sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.Para peserta ekspedisi diajak menyusuri jalan yang berlumpur dan pematang sawah menuju lokasi Goa Warak, sebuah situs sejarah yang menyimpan jejak perjuangan rakyat pada masa kolonial Belanda.
M. Rafieq menambahkan tak hanya menyoroti sektor wisata, Pemkot Metro juga menyambut baik program ketahanan pangan nasional. Salah satu wujud nyatanya adalah dengan melanjutkan program urban farming dan penanaman bibit pohon isem kembang hingga sawo Manila. Ia juga menekankan pentingnya penanaman pohon dalam setiap kegiatan pemerintah sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon harus menjadi budaya dalam setiap kegiatan. Saya sudah sampaikan ke kepala dinas bahwa acara apapun, harus ada elemen penghijauan seperti ini,” ungkap Wakil Walikota.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Metro, Ali Imron Muslim turut menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan pemerintah dalam kegiatan ekspedisi dan pelestarian budaya.
“Hari ini kita bersama-sama melaksanakan ekspedisi Goa Warak dan sekaligus menanam pohon-pohon khas Lampung seperti isem kembang dan sawo manila. Kedua tanaman ini sudah mulai langka, dan penanaman hari ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak cucu kita,” beber Ali Imron.
CEO salah satu media online di Metro itu bahkan mengusulkan agar Pemkot menyediakan ruang khusus untuk pelestarian pohon isem kembang dan menjadikannya sebagai bagian dari festival tahunan.
“Kita bisa bikin Festival Isem Kembang setiap tahun. Ini bisa jadi daya tarik baru bagi wisatawan dan sarana edukasi budaya yang kuat,” tambahnya.
Ali Imron juga menegaskan bahwa SMSI akan terus berkolaborasi dengan Pemkot Metro dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah. Ia berharap langkah ini tidak hanya menjadi seremoni sesaat, tetapi diikuti dengan kebijakan nyata yang berkelanjutan.
“Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat, ekspedisi Goa Warak menjadi cerminan nyata bahwa Kota Metro tengah menapaki jalan yang serius dalam membangun wisata berbasis budaya dan lingkungan,” tandasnya.
Kini, tinggal bagaimana komitmen tersebut dijalankan secara konsisten demi menjadikan Metro sebagai kota tujuan wisata sejarah dan budaya di Provinsi Lampung. (**)







