Bongkarpost.co.id (Bandar Lampung) – Dewan Pimpinan Pusat Marwah Aliansi Indonesia (DPP-MAI) menyatakan lemahnya kinerja Bina Marga Bina Konstruksi Provinsi Lampung. Pasalnya, baru seminggu di PHO (provesional hand over) oleh Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.
Pembangunan jembatan Way Billu penghubung Kecamatan Gunung Sugih-dan Kecamatan Kota Gajah Lampung Tengah ambruk yang disebabkan pondasi dinding penahan tanah tidak maksimal serta kurangnya volume material pemadatan pada bahu jalan.
Demikian dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat-Marwah Aliansi Indonesia Lampung, Zen, di kantornya, Senin malam (31/10/2022). Zen menyebut, proyek yang menelan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp4,8 milyar lebih itu ditengarai tidak memenuhi standararisasi konstruksi. “Sangat disayangkan lemahnya pengawasan Dinas BMBK Provinsi Lampung.
Terkait hal itu, hasil tim investigasi DPP-MAI yang turun langsung ke lokasi proyek menemukan dugaan kurangnya matrial yang digunakan pada bangunan dinding penahan tanah dan pondasi yang mengakibatkan ambruknya bangunan tersebut,” terangnya.
Selain dinding penahan dan pondasi lanjut dia, dilokasi terlihat juga kurangnya tingkat pemadatan pada bahu jalan yang seharusnya dilakukan secara bertahap diduga tidak dilakukan. Kemudian pada bagian dinding penahan tanah tidak terlihat adanya sulingan air, sehingga menyebabkan ambruk.
“Akibat dari itu semua DPP-MAI menduga baik PPK – PPTK dan pengawas lalai dalam pengawasan pekerjaan,” ujarnya.
Dia mengatakan, akan mengawal pekerjaan ini sampai dengan FHO (finising hand over). Dan akan melaporkan kepada Kapolda, Kejaksaan Tinggi Lampung dan KPK. “Ini dampak lemahnya pengawasan BMBK Provinsi Lampung maka mengakibatkan kerugian negara. Atas kasus ini saya menghibau pihak terkait dalam hal ini Polda Lampung, Kejati Lampung dan KPK untuk turut serta memeriksa pekerjaan tersebut,” pungkasnya.
Selain lemahnya pengawasan, sambung bang Zen, ironisnya pasca PHO oleh Dinas BMBK Provinsi Lampung, yang hanya berselang satu minggu. Bangunan justeru ambruk. “Ini ada apa, selesai PHO yang hanya seumur jagung malah justeru ambruk,” paparnya.
Selain itu, hasil invistigasi DPP-MAI, menyebut adanya laporan dari pekerja, bahwa pekerjaan tersebut di sub-kan. “Sehingga menyebabkan hasil pekerjaan tidak maksimal,” pungkas Ketua Umum DPP-MAI.
Terpisah terkait hasil investigasi DPP-MAI tersebut hingga berita ini diterbitkan pihak BMBK Lampung belum dapat di konfirmasi.
(Zul)







