Pasca Diberitakan Oknum Dosen Diduga Berbuat Mesum, Ini Penjelasan Humas ITERA

Bandar Lampung, BP

Terkait adanya dua oknum dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang diduga berbuat mesum, pasca diberitakan, pihak ITERA langsung buka suara.

Bacaan Lainnya

Melalui Bagian Humas, dijelaskan bahwa :
1. Tindakan yang dilakukan oleh Satuan Keamanan Kampus adalah penegakan Prosedur Operasional Standar (POS) yang setiap saat dilakukan di lingkungan kampus kepada seluruh sivitas akademika, (terkait adanya batasan jam malam).

2. Dua oknum dosen yang dinilai melakukan pelanggaran POS telah mendapatkan sanksi sesuai ketentuan dari ITERA melalui Satuan Pengawas Internal (SPI), dan Komisi Disiplin.

3. ITERA tidak memiliki lembaga/unit Sistem Pengendalian Internal (SPI) seperti dalam
pemberitaan, yang ada adalah Lembaga Satuan Pengawas Internal (SPI). Dan SPI tidak
pernah memberikan pernyataan apapun pada media. Sumber informasi ITERA secara
resmi hanya melalui Unit Hubungan Masyarakat (Humas).

4. Sebagai institusi pendidikan tinggi, ITERA senantiasa menjaga marwah institusi
dengan berupaya menegakan norma hukum, dengan tetap mengindahkan norma
agama, kesopanan, dan kesusilaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Demikian hak jawab yang dikeluarkan ITERA, tertanggal 20 Februari 2023.

“Teguran dan sanksi etik, yang bersangkutan diminta mengundurkan diri dari jabatan yang diemban, jadi hanya dosen biasa,” jelas Rudiyansyah, Sub Koordinator Humas ITERA, kepada Bongkar Post, saat dikonfirmasi, Senin (20/2/2023).

“Hanya pelanggaran SOP, tidak ada asusila,” lanjutnya seraya mengiyakan pelanggaran yang dilakukan hanya melewati jam malam.

Sementara, Ketua DPP KAMPUD (Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi), Seno Aji mengapresiasi apa yang dilakukan pihak ITERA.

“Tentunya kita memberikan apresiasi kepada Rektor dan jajaran terkait yang telah memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran etik dari dosennya,” ujar Seno terkait tindakan pihak ITERA terhadap dua dosennya.

Namun pihaknya tetap akan melayangkan surat kepada Rektor ITERA guna meminta klarifikasi dan penjelasan.

Sementara, diketahui dari surat hak jawab, pihak ITERA tidak menjelaskan secara terinci bagaimana terjadinya peristiwa tersebut, hingga sampai diberikannya sanksi kepada kedua oknum dosen itu. (tk)

Pos terkait