Menanggapi Isu Praktik Monopoli Media di KONI Lampung. Ini Tanggapan Ketua KONI Lampung…

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung—

Sebelumnya diberitakan ada dugaan praktik monopoli media menyeruak di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Proses kerja sama publikasi antara Humas KONI dengan sejumlah media disebut berlangsung tertutup dan tidak melibatkan unsur pengurus lain.

Informasi yang beredar menunjukkan, daftar media rekanan ditentukan oleh sekelompok kecil pengurus tanpa mekanisme rapat atau evaluasi terbuka. Sejumlah pengurus bahkan mengaku baru mengetahui adanya MoU kerja sama setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di internal.

“Kami tidak pernah tahu media mana saja yang diajak kerja sama. Sepertinya memang ada MoU, tapi tidak pernah dibahas secara terbuka,” ujar salah satu pengurus KONI yang meminta namanya tidak disebutkan.

Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat memberikan pernyataan bahwa tidak ada monopoli di bidang humas. Pihaknya masih belum menerima laporan resmi dari bidang yang bersangkutan.

“Kemarin sudah saya jelaskan,
Saya sudah perintahkan tidak ada monopoli. Bidang humas belum mempertanggung jawabkan hal ini kepada KONI. Yang bersangkutan masih di luar kota,” jawab Taufik Hidayat Ketum KONI Lampung kepada media ini saat dikonfirmasi pada Selasa malam lalu (12/11/2025).

Namun ia menegaskan bahwa prinsip keterbukaan harus menjadi dasar dalam setiap bentuk kerja sama.

“Terima kasih informasinya. Nanti saya cari tahu lebih rinci karena yang bersangkutan belum melapor soal ini,” kata Taufik saat dihubungi bongkarpost.co.id.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Publikasi dan Media, Achmad Chrisna Putra, memberikan tanggapan.

“Berita ini kan sudah tayang dari hari Selasa kemarin dan saya juga sudah memberikan respon, silahkan aja kutip pemberitaan sebelumnya sehingga cukup penjelasannya,” tegasnya kepada Bongkar Post via WhatsApp pada Jumat pagi (14/11/2025).

Diketahui, Wakil Ketua Umum Bidang Publikasi dan Media, Achmad Chrisna Putra, menegaskan pentingnya transparansi dan koordinasi dalam pengelolaan kerja sama media di lingkungan KONI Lampung. Ia mengaku belum mengetahui secara detail mengenai nilai kerja sama media yang belakangan menjadi sorotan, karena belum ada koordinasi resmi terkait hal itu.

Sebagai langkah perbaikan, Chrisna berencana menerapkan sistem kerja sama media berbasis aplikasi di tubuh KONI Lampung. Sistem ini, menurutnya, akan memastikan proses berjalan lebih selektif, transparan, dan terukur.

“Saya punya tanggung jawab moral juga, karena saya tahu betul bagaimana sistem komunikasi dan media seharusnya dikelola,” pungkasnya. (Red)

 

Pos terkait