Melek Politik, Saka Adhyasta Lampung bersama Pemuda Lokal Gagas Desa Pintar Pemilu
Bongkar Post, Kalianda
Edukasi politik tidak harus selalu dilakukan di ruang formal yang kaku. Sekelompok pemuda di Kabupaten Lampung Selatan justru menghadirkan pendekatan berbeda dengan memadukan kegiatan rekreasi, diskusi demokrasi, dan kepedulian lingkungan dalam satu agenda edukatif.

Saka Adhyasta Pemilu Daerah Lampung bersama pemuda Desa Kecapi menggelar kegiatan Malam Keakraban (Makrab) di kawasan Pemandian Air Panas Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, pada Jumat (26/12/ 2025.
Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana berkemah santai namun sarat muatan edukasi politik. Para peserta tidak hanya menikmati suasana alam terbuka, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi mengenai gagasan Desa Pintar Pemilu.
Konsep Desa Pintar Pemilu bertujuan meningkatkan literasi politik masyarakat desa, khususnya kalangan pemuda, agar memahami hak dan kewajiban politik serta mampu berperan aktif dalam mengawal jalannya demokrasi.
Ketua Saka Adhyasta Pemilu Lampung, M. Lutfi Hakim, menyampaikan bahwa gagasan tersebut merupakan langkah konkret kaum muda dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dari tingkat paling dasar.
“Melalui gagasan Desa Pintar Pemilu, kami ingin mendorong pemuda desa agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi memahami hak politiknya serta berani berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu,” ujar Lutfi.
Selain diskusi politik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Menurut Lutfi, demokrasi yang sehat tidak dapat dipisahkan dari lingkungan yang lestari.
“Demokrasi yang sehat harus berjalan seiring dengan lingkungan yang lestari, karena keduanya merupakan bagian dari hak warga negara yang wajib dijaga bersama,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Anggota Bawaslu Lampung Selatan, Arif Sulaiman, S.E., hadir langsung dan berdialog bersama peserta kegiatan.
Arif Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan Bawaslu dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga pengawas pemilu dalam mendorong partisipasi dan literasi politik generasi muda.
“Bawaslu sangat mengapresiasi inisiatif pemuda yang mampu mengemas pendidikan politik dengan cara kreatif dan edukatif. Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak tingkat desa agar pemilu berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” tegas Arif Sulaiman.
Ia juga menambahkan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.
“Kami berharap pemuda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas partisipatif yang berani melaporkan pelanggaran dan menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.
Melalui pendekatan yang kreatif, inklusif, dan berbasis kebersamaan, para pemuda Lampung Selatan membuktikan bahwa pendidikan demokrasi dapat tumbuh dan menguat dari lingkungan desa sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Cek it dot (Hb)







