Lima Calon Rektor ITERA Bedah Budaya Kerja Hingga Kekerasan Seksual Dalam Kampus

Lima Calon Rektor ITERA Bedah Budaya Kerja Hingga Kekerasan Seksual Dalam Kampus

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Usai paparkan Visi Misi dan Program Kerja sebagai tahapan Pemilihan Rektor ITERA periode 2026 – 2030, dengan waktu 20 menit kepada masing – masing calon, dilanjut dengan sesi tanya jawab.

Dari lima calon rektor yang memaparkan Visi Misi, di Aula lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2 ITERA, pada Senin (20/4/2026), dikerucutkan menjadi tiga calon, dan diumumkan besok, Selasa (21/4/2026).

Seleksi dilakukan salah satunya dengan cara melewati sesi tanya jawab dari tiga panelis, yang terdiri dari unsur Dosen, Tenaga Pendidik, dan Mahasiswa, kepada lima calon rektor.

Pertanyaan pun beragam, dari persoalan budaya kerja, jabatan pegawai, sarana dan prasarana, hingga keamanan kampus, bahkan soal pelecehan seksual yang rentan terjadi di kampus.

Panelis, Dosen Ida Widyastuti mempertanyakan bagaimana mengawal jabatan fungsional

Panelis, Tenaga Pendidik Eko Ferry, mempertanyakan bagaimana menciptakan budaya kerja yang setara, menyediakan jalur yang objektif.

Panelis, Mahasiswa Kevin Andriano, selaku Presiden BEM, mewakili 23.000 lebih mahasiswa, mempertanyakan belum ada sarana atau fasilitas yang memadai misal soal ruang kuliah, mempertanyakan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana.

Sementara penanya dari Dosen Abdul Mukti, Tenaga Pendidik Alawiyah, dan Mahasiswa Angel Margaret, beragam pertanyaan dilontarkan. Diantaranya, parameter program kerja rektor terdahulu dan yang sedang dilaksanakan harus berkelanjutan, reward yang diberikan, fasilitas kampus, birokrasi, dan keamanan kampus yang salah satunya pelecehan seksual.

Sesi tanya jawab diakhiri dengan pemberian cinderamata ke masing – masing calon rektor dan foto bersama. (tk)

Pos terkait