Komunikasi Langsung Widodo Anggota DPRD Lam-Sel Serap Aspirasi Masyarakat
Bongkar Post
Penengahan,
Widodo Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan mengetahui akar kebutuhan masyarakat dan masalah yang dihadapi oleh sebab itu secara resmi Widodo Menggelar Reses Pertama Tahun 2025 di Dusun Buring kecamatan Penengahan kabupaten Lampung kamis, (17/4/2025).

Memiliki dasar hukum yang jelas dalam undang undang nomor 23 tahun 2014 terkait dengan pentingnya peran Wakil rakyat dalam memastikan dan menyerap aspirasi serta memperjuangkan masyarakat.
Dalam sambutannya widodo menyampaikan Memohon Maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat setempat.
Pada kegiatan Reses ini Widodo siap menampung aspirasi masyarakat dipelaksanaan yang pertama di tahun 2025.
Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan Widodo dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga akan mencatat usulan usulan masyarakat dari berbagai hal seperti dibidang infrastruktur, dan non infrastruktur. Ucap dewan.
Usulan, terkait dengan jalan penghubung, dari masyarakat terdiri dari tiga desa yang meliputi jalan wilayah desa karang sari kecamatan Ketapang terus jalan di dusun gunung botol, kecamatan Penengahan kemudian jalan penghubung di dusun buring kecamatan Penengahan.
Beberapa warga meminta jalan penghubung dua kecamatan tersebut segera direalisasikan. Oleh, pihak dinas terkait dan bapak bupati Lampung Selatan mengingat, jalan ini sangat Fital untuk akses pengangkutan barang hasil bumi. Harap masyarakat.
Selain itu masyarakat juga mengharapkan adanya bantuan untuk kelompok UMKM dan kelompok tani didesa mereka juga dapat diperhatikan oleh pemerintah, guna Memastikan program swasembada pangan bisa cepat terwujud.
Menanggapi hal itu, Widodo pan Anggota DPRD dari Dapil III Penengahan, Ketapang, Bakauheni dan sragi sangat merespon positif apa yang diharapkan masyarakat.
“Tentunya, saya sebagai wakil rakyat, berharap apa yang diusulkan dan yang diharapkan Masyarakat agar terealisasikan, apalagi ini usulan prioritas”.
Kemudian ia juga menjelaskan, bahwa jalan yang di usulkan masyarakat, terkait jalan penghubung dari dua kecamatan itu sudah 40 tahun belum tersentuh, dalam pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Jelas widodo. Cek it dot (Hb).







