Kepungan Api Karhutla Jambi 2026: Batanghari dan Tanjab Timur Alami Kerusakan Terluas

Kepungan Api Karhutla Jambi 2026: Batanghari dan Tanjab Timur Alami Kerusakan Terluas

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, JAMBI — 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2026 terus meluas hingga menghanguskan ribuan hektar lahan.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi hingga 12 Oktober 2026, total area yang terbakar telah mencapai 4.335,34 hektar.

Kabupaten Batanghari menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luas kebakaran mencapai 1.348,18 hektar, atau menyumbang sekitar 31 persen dari total luasan di seluruh provinsi.

Merujuk data resmi pemerintah, karhutla tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Setelah Batanghari, area kebakaran terluas berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan 674,55 hektar, disusul Tanjung Jabung Timur (659,18 hektar), Muaro Jambi (626,87 hektar), dan Sarolangun (508,55 hektar).

Sementara itu, wilayah Kabupaten Tebo mencatat kebakaran seluas 403,76 hektar, Bungo (86,75 hektar), Merangin (17,30 hektar), dan Kota Jambi (10 hektar).

Hingga saat ini, belum ada laporan kejadian kebakaran di Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.

Di sisi lain, tingginya potensi karhutla tecermin dari maraknya sebaran titik panas (hotspot).

Berdasarkan data Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi, jumlah titik panas kumulatif di Jambi sejak awal tahun hingga 6 Oktober 2026 telah menembus 12.106 titik, dengan deteksi harian tertinggi pada tanggal tersebut mencapai 144 titik.

 

Terdapat Perbedaan Signifikan Laporan Data Lapangan

Kendati data resmi BPBD berada di angka ribuan hektar, analisis spasial independen berbasis citra satelit Sentinel-2 yang dirilis koalisi masyarakat sipil—termasuk Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi dan WALHI Jambi—menunjukkan potret yang jauh lebih mengkhawatirkan.

Hingga pekan pertama Oktober 2026, analisis citra satelit memperkirakan luas total area yang terbakar di Jambi sebenarnya telah menembus 42.455 hingga 43.451 hektar.

Perbedaan angka yang mencolok ini terjadi karena metode satelit mampu menangkap area kebakaran di wilayah remote, terutama di zona konsesi korporasi dan lahan gambut dalam yang sulit dijangkau patroli darat.

Laporan lembaga swadaya masyarakat tersebut merinci bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi wilayah dengan sebaran kebakaran terluas versi satelit yang diperkirakan mencapai 12.533 hektar.

Wilayah lain yang mengalami kerusakan masif adalah Kabupaten Sarolangun dengan estimasi 8.922 hektar dan Kabupaten Tebo setidaknya seluas 7.063 hektar.

BPBD Jambi menegaskan bahwa fluktuasi angka masih akan terus bergerak mengingat proses verifikasi dan penanganan api di lapangan hingga kini masih berjalan dinamis.

(+++)

Pos terkait