Bongkarpost.co.id (Bandar Lampung) – Telah berakhirnya upaya KPK untuk menggeledah rumah, kantor milik tersangka OTT Rektor Unila non aktif, Prof Karomani cs, ternyata mulai merembet ke banyak pihak.
Bukan hanya orang, termasuk gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) juga ‘digeret-geret’ dalam pusaran kasus korupsi Karomani cs.
Mantan Rektor Unila Karomani (Aom) mengatakan, uang dari penerimaan jalur mandiri bukan buat dirinya melainkan untuk pembangunan Gedung LNC, yang peresmiannya dilakukan pada 14 Agustus 2022 lima hari sebelum Karomani cs diamankan KPK. Peresmian Gedung LNC juga dihadiri mantan Ketum PBNU Said Aqil Siradj alias SAS.
Melalui kuasa hukumnya, Ahmad Handoko, Jumat (9/9), setelah mendampingi kliennya yang diperiksa KPK RI. “Sudah masuk BAP, uang sumbangan calon mahasiswa untuk pembangunan LNC,” katanya.
Ditegaskannya, uang suap yang diterima Aom bukan digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk uang sekitar Rp7 miliar yang disita KPK dari kantor dan rumah.
Ahmad Handoko menyampaikan, jika uang yang jumlahnya miliaran tersebut bukan “uang sogok” untuk menjadi mahasiswa Kedokteran Unila. Melainkan uang “terimakasih” dari para calon orang tua mahasiswa. Karena, mahasiswa yang masuk tetap menggunakan standar kelulusan.
Menyeret
Kasus OTT Rektor Unila non aktif Prof Karomani cs membuat banyak pihak, termasuk 33 orang tua (ortu) yang diduga terlibat dag dig dug der alias was was, takut dan sejenisnya.
Hal tersebut dikarenakan, Karomani usai pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik KPK sudah membuka semua yang terlibat. Dan itu semua sudah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Demikian disampaikan Ahmad Handoko, Pengacara Karomani, Jumat kemarin kepada media.
Para orang tua (ortu) atau yang terkait akan merasakan dak dig dug der Jika merujuk Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Tipikor”), pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana.
Meski demikian, 33 ortu mahasiswa tidak perlu takutnya juga, karena penyidik akan memilah dan memilih, terlibat langsung atau tidak dan masih panjang cerita Karomani Cs.
Alih alih dak dig dug der alias cemas, nama Alzier Dianis Thabranie tersiar kabar termasuk dalam deret 33 nama?. Melalui pesan WA, Alzier menyatakan dirinya 1000% tidak terlibat.
(Red)







