SERING-SERINGLAH PULANG, BANTU ACEH KITA INI – Nezar Patria dan Muzakkir Manaf. | dok. Nezar Patria/Muzzamil
BANDA ACEH, BONGKARPOST.CO.ID — Menjadi elit kekuasaan pusat, saat sempat sejenak kembali tengok kampung halaman, jadi pula momen sumringah kebahagiaan membulat, tanpa terkecuali seperti tercuplik dari deret foto abadikan momen seremoni pelantikan pengukuhan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Provinsi Aceh di Anjong Mon Mata, komplek Meuligo Aceh, Jl. Japakeh, Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu (6/9/2025).
Nezar Patria: putra asli Aceh kelahiran Sigli, Pidie, 5 Oktober 1970, putra dari tokoh pers Bumi Serambi Mekkah yakni Syamsul Kahar (Pimpinan Umum Harian Serambi Indonesia); kini juga menjabat Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), hadir di Banda Aceh selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Kagama, melantik M Nasir sebagai Ketua Pengda Kagama Aceh 2025–2029, bareng 120 pengurus lainnya terbagi 10 bidang.
Dalam momen pelantikan bertema “Kagama Aceh Membangun Nanggroe” yang dihadiri sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta alumni lintas profesi itu, Nezar Patria turut berbincang karib dengan orang nomor satu, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf top Mualem.
“Saat acara pelantikan Pengurus Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Aceh 2025-2029, saya sempat ngobrol sejenak dengan Gubernur Aceh Muzakkir Manaf di Anjong Mon Mata, Banda Aceh,” warta unggahan media sosial Nezar, disitat.
“Pak Gubernur bersiap terbang ke Singkil, di ujung pantai selatan Aceh. Cuaca mendung tadi pagi, dan Mualem, panggilan akrab Muzakkir Manaf, bergegas menyiapkan coretan di naskah pidatonya. ‘Saya harus ke Singkil, dan cuaca kurang bagus hari ini. Sering-seringlah pulang ke Aceh. Bantu Aceh kita ini. Jangan ada lagi kemiskinan di tanah yang kaya ini’ ujarnya setengah berbisik,” imbuh Nezar.
“Saya tentu saja siap mendukung seratus persen. Aceh, kata Mualem, akan terus memacu pembangunan dan butuh kerjasama dengan banyak pihak,” lugas dia.
“Saya gembira karena Kagama punya kontribusi yang strategis di Aceh. Ketua Kagama Aceh adalah M Nasir Syamaun, dia juga menjabat Sekda Aceh. Di pemerintahan Aceh, Nasir adalah sang kapten yang akan mengarahkan semua jajaran birokrasi agar mencapai target pembangunan yang jadi harapan rakyat Aceh. Dia pasti tidak akan sendirian,” ungkap Nezar.
“Sebagai jaringan alumni dengan hampir 400 ribu anggota menyebar di berbagai penjuru nusantara dan dunia, Kagama senantiasa mengusung semangat guyub, rukun, dan migunani. Selamat bekerja Kagama Aceh,” pungkas Nezar.
Seperti diketahui, di PP Kagama sendiri, Nezar Patria mendampingi sang ketua umum, yang juga mantan dua periode Menteri PUPR kini Kepala Badan Otorita IKN Kalimantan Timur, Basuki Hadimuljono.
Sekadar pengingat, selain alumni S1 Filsafat UGM 1997, Nezar justru lebih dikenal sebagai salah satu aktivis prodemokrasi Indonesia.
Aktivis prodem per akhir 80an era di UGM, dirikan kelompok studi Komite Penegak Hak Politik Mahasiswa (Tegaklima) bareng Pinum Majalah Sintesa FISIPOL UGM dan Ketum Senat Mahasiswa FISIPOL UGM 1993–1994: Andi Arief, dan juga Deny Indrayana (aksi perdana tuntut pengunduran diri rektor) ini.
Lantas bersama para aktivis kampus lainnya, mendeklarasikan dan dia terpilih sebagai Sekjen Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), bareng Andi Arief, putra Lampung, sang ketua umum.
SMID memimpin aksi-aksi perlawanan aktivis mahasiswa bersama gerakan tani dan buruh banyak kota. SMID bagian pendiri Persatuan Rakyat Demokratik (PRD) April 1994, lantas dua tahun berselang bertransformasi penuh menjadi Partai Rakyat Demokratik (PRD) nan dideklarasikan oleh Budiman Sudjatmiko dkk di kantor YLBHI Jakarta 22 Juli 1996.
Naas, PRD lantas dituduh oleh rezim otoriter Orde Baru Soeharto sebagai dalang utama peristiwa Tragedi Berdarah 27 Juli 1996 top Tragedi Kudatuli, seusainya aktivis PRD dan underbouw PRD termasuk SMID pun diburu, ditangkap, diculik, direpresi, disiksa, bahkan dibunuh. Hingga kini, 4 kader belum kembali. Mereka sandang status: korban penculikan aktivis dan penghilangan paksa 1997–1998.
Nezar, diculik gerombolan orang tak dikenal di Rusun Klender, Jakarta Timur, 13 Maret 1998. Kesaksian Nezar, sewaktu diculik dia banyak mendapat siksaan fisik: disetrum 3-4 jam dengan tongkat listrik ditempel di kaki, jempol kaki, paha belakang, dimana makin lama voltasenya makin tinggi dan ditempel ke betis dan paha.
Tiba reformasi, 21 Mei 1998, hari jatuhnya 32 tahun era kediktatoran Soeharto, setelah itu Nezar dan sejumlah aktivis PRD yang diculik pun dibebaskan oleh rezim Habibie.
Berstatus masih Sekjen SMID, Nezar pasca nonaktif pascakeikutsertaan PRD sebagai parpol peserta Pemilu 1999 nomor urut 16, geser haluan pergerakan dengan menekuni dunia yang melahirkan kritisismenya, dunia jurnalistik.
Perdana, jadi wartawan Tempo 1999–2008 (didalamnya memenangkan Tolerance Prize dari International Federation of Journalist dan European Council di Manila 2004 berkat karya jurnalistik investigasinya, relawan LSM Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), periset paruh waktu di International Crisis Group (ICG) Asia Tenggara 2004-2012); menjadi bagian pendiri, ditengahnya pernah jadi redaktur pelaksana VIVA.co.id (2008–2014) serta terpilih Ketum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia 2008–2011 dan hingga dua periode anggota Dewan Pers 2013–2019; lalu jadi Wapemred CNN Indonesia (Digital) 2014–2015.
Lalu, Nezar pernah menjadi Direktur Konten pertama gabung 2015–2018 lanjut Pemred The Jakarta Post 1 Februari 2018–1 Oktober 2020, Direktur Kelembagaan Pos Indonesia (Posindo) 23 September 2020–2022, Stafsus V Menteri BUMN Erick Thohir 2022–2023, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju per 17 Juli 2023–20 Oktober 2024, kini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Kabinet Merah Putih 2024–2029.
Dewan Redaksi Jurnal Prisma (jurnal nirlaba terbitan LP3ES), pendiri penerbit indie Circa Yogya bersama esais Tia Setiadi (2017) aktif terbitkan buku fiksi nonfiksi tema filsafat, jurnalisme, sastera ini; saat Wamenkominfo buat legal drafting panduan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) antisipasi penyalahgunaan AI (Desember 2023), buat Perpres Publisher Right —beleid pengatur hubungan kerja sama bisnis publisher dan platform digital agar platform digital dukung jurnalisme berkualitas dan publisher right dapat bekerja profesional dan transparan.
Nezar jua mendorong kebijakan AI hingga level praktis di komunitas global saat hadir di Internet Governance Forum (IGF) 2023 di Kyoto Jepang; serta memperkenalkan 198 korporat rintisan berbasis AI asal Indonesia di helat Ministers’ Closed Consultations on the Interim Report of the UNSG’s High Level Advisory Body on AI, di Brdo Congress Centre, Slovenia, pada 4 Februari 2024.
Nezar juga Mualem, keduanya ‘kesayangan’ Presiden Prabowo Subianto. Nezar, aktor di balik terbitnya beleid keren lagi progresif: Perpres Publisher Rights, sejenak larut dalam kebersahajaan bareng Mualem, eks panglima tertinggi militer GAM sepeninggal Abdullah Syafii (2002), pendiri/ketum parpol lokal Partai Aceh per 7 Juni 2007–sekarang, Wakil Gubernur Aceh 2012–2017, pernah kader Partai Gerindra 2013–2022, Waliyul ‘Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh per 27 Desember 2022, kini gubernur hingga 2030.
Menanggapi unggahan Nezar, antara lain seperti terpantau, disitat, sejawat Nezar sesama aktivis prodem, Standarkiaa Latief.
“Kontribusi Aceh bagi republik tercinta ini sangat jelas sejak awal kemerdekaan. Support tanpa lelah demi kemajuan Aceh plus demi NKRI yang lebih baik. Aamiin,” ujar takzim mantan aktivis HMI Unas dan BKMJ 1989–1992, PIKS 1992–1993, Sekjen Aldera 1994–1995, KIPP Indonesia 1996–2012, dan KontraS 1998–1999 itu, Sabtu. (Muzzamil)
#bongkarpost #kagamaaceh #mualem #muzakirmanaf #nezarpatria







