Foto. Istimewa
Bongkar Post, Bandar Lampung
Kondisi jalan penghubung empat dusun di Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan kembali menjadi sorotan warga.
Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu mengalami kerusakan parah hingga menghambat aktivitas harian masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan para petani.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan terlihat memprihatinkan. Di beberapa titik, badan jalan berubah menjadi kubangan besar dan tergenang air setinggi mata kaki. Tanah jalan yang masih berupa tanah merah bercampur batu-batu bekas pengerasan membuat kendaraan roda dua sering tergelincir.
Warga tampak berhati-hati melintasi genangan, sementara sebagian lain terpaksa turun dan mendorong motor karena jalan tak lagi bisa dilewati dengan aman.
Seorang warga setempat mengeluhkan terkait jalan yang tak kunjung di perbaiki. Ia mengatakan bahwa kondisi jalan itu setiap hari semakin menyulitkan aktivitas warga.
“Tolong pak lurah, anak-anak sekolah susah lewat sini. Anak kami yang sekolah jalannya jelek begini. Setiap hari mereka harus lewat kubangan. Tolong dibantu, saben-saben atau gimana tolong bantuannya, pak,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Warga mengaku kondisi ini sudah berlangsung lama dan semakin parah ketika musim hujan tiba.
“Kalau hujan, jalannya makin hancur. Motor sering selip, anak-anak juga sering hampir jatuh,” tambahnya.
Selain menyulitkan kegiatan belajar anak-anak, para petani juga merasakan dampaknya karena akses menuju lahan maupun membawa hasil tani menjadi terhambat.
“Kami ini petani, Pak, mau bawa hasil panen saja susah. Jalannya licin, batu-batu banyak, kendaraan sering terjatuh,” kata dia.
Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin memburuk dan memperbesar risiko kecelakaan.
“Kami cuma ingin jalan ini diperbaiki. Jangan tunggu semakin parah,” tutup warga tersebut. (Jim)







