HIPMI Tak Sekadar Berorganisasi, Tapi Harus Beri Dampak bagi Ekonomi Bandar Lampung

HIPMI Tak Sekadar Berorganisasi, Tapi Harus Beri Dampak bagi Ekonomi Bandar Lampung

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) sebagai upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda, yang di gelar di Ballroom Swiss-Belhotel, Selasa (06/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi HIPMI Kota Bandar Lampung untuk merumuskan berbagai program kerja yang tidak hanya berorientasi pada penguatan internal organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan dunia usaha dan perekonomian daerah.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, mengatakan HIPMI memiliki komitmen untuk ikut membangun perekonomian daerah melalui penguatan sektor usaha, khususnya dengan mendorong semakin banyak anak muda terjun ke dunia kewirausahaan.

Menurutnya, HIPMI Bandar Lampung siap untuk membuka jiwa kewirausahaan untuk anak2 muda dan berharap suport dan sinergi dari pemerintah kota Bandar lampung Dan HIPMI akan menjadi suport system untuk BIN daerah

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa membangun dunia usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para pengusaha-pengusaha muda. Generasi muda ini harus kita dorong agar semakin banyak yang memiliki jiwa kewirausahaan,” katanya.

HIPMI juga ingin mengambil peran dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung. Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi yang menjadi perhatian berada di kisaran 5,6 persen.

Untuk mendukung hal tersebut, HIPMI akan membangun sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari perbankan hingga lembaga pemerintah yang memiliki keterkaitan dengan sektor ekonomi dan dunia usaha.

Ia menjelaskan, sejumlah pihak yang diharapkan dapat bersinergi antara lain Bank Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Bapenda. Sinergi tersebut diperlukan untuk melihat kondisi perekonomian secara lebih terukur, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita ingin ada sinergi dengan BPS untuk melihat potret ekonomi Kota Bandar Lampung, kemudian dengan perbankan untuk akses kredit dan pembiayaan perusahaan. Dengan Bapenda, bagaimana dunia usaha juga bisa ikut berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.

Ia berharap Rakercab dan Diklatcab dapat menghasilkan program yang mampu meningkatkan jumlah wirausaha baru, khususnya dari kalangan generasi muda dan Generasi Z.

“Harapannya tentu semakin banyak jiwa pengusaha muda. Kita ingin anak-anak muda, termasuk Gen Z, semakin berani masuk ke dunia usaha,” harapnya.

Ia menambahkan, kepengurusan BPC HIPMI Kota Bandar Lampung saat ini juga akan melanjutkan serta memperbaiki berbagai program yang telah berjalan sebelumnya.

“Pada prinsipnya kita melanjutkan program yang sebelumnya sudah ada, kemudian kita evaluasi dan perbaiki apa yang masih kurang. Yang sudah baik tentu kita pertahankan agar program-program HIPMI tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, Diwakilkan oleh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI Kota Bandar Lampung.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menghasilkan rumusan dan rekomendasi organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program kerja dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan selamat melaksanakan kegiatan kepada seluruh peserta. Saya berharap kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, lancar, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, hasil rapat kerja harus mampu diwujudkan dalam program konkret yang dapat mendukung kemajuan organisasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Jangan sampai hasil rapat ini berhenti pada rumusan dan rekomendasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam program kerja dan tindakan nyata,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai pendidikan dan pengembangan kewirausahaan menjadi hal penting di tengah berkembangnya berbagai peluang usaha, khususnya sektor usaha kecil dan menengah serta investasi baru.

Ia berharap para peserta Diklatcab dapat meningkatkan wawasan, kemampuan, serta pengalaman praktis di bidang kewirausahaan sehingga mampu menjadi bagian dari kekuatan ekonomi Kota Bandar Lampung.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat membuat organisasi semakin hidup dan memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Selain itu, Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab), Secara resmi dibuka oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol. Acara tersebut berlangsung meriah.(WB)

Pos terkait