Green Blue Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Lirik Tanggamus, Saleh: Terima Kasih

GREEN BLUE – Green Blue MoLIT presentasi di hadapan Bupati Tanggamus dan staf, Rabu (12/3/2025). | Pemkab Tanggamus/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

TANGGAMUS, BONGKARPOST.CO.ID – Pekan ini, kabar seputar investasi datang dari Bumi Begawi Jejama Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, salah satu kabupaten pecahan Lampung Selatan bentukan 21 Maret 1997 silam berdasarkan UU Nomor 2/1997 ini.

Bupati Tanggamus 2025–2030, Mohammad Saleh Asnawi, bupati baru atau bupati ke-6 kabupaten seluas 2.855,46 km² berpopulasi penduduk 638.652 jiwa per Juni 2024, dalam kesempatan pertama bertemu dengan Tim Green Blue, kepanjangan tangan Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (MoLIT), di ruang rapat kantor bupati, Kelurahan Kampungbaru, Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Rabu 12 Maret 2025.

Kunjungan Tim Green Blue ini dalam rangka eksekusi program kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan dalam proyek pengamatan dan pemetaan potensi investasi, perbaikan infrastruktur, serta pengelolaan daerah pesisir. Pertemuan berlangsung gayeng.

Juru bicara tim, RM Yusuf Indrawan menyebut pihaknya berkunjung memaparkan sekaligus meminta arahan bupati sebelum melakukan tahapan survei lapangan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) proyek.

“Kami akan turun untuk melakukan survei dan penyusunan Detail Engineering Design agar proyek bisa segera dilaksanakan. Targetnya tahun ini sudah jalan, anggaran penyusunan DED sudah tersedia,” ujar dia.

“Kami persiapkan budget untuk bantu mengembangkan Kabupaten Tanggamus seperti potensi investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan daerah pesisir,” imbuh Yusuf Indrawan.

Merespons positif, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi –kader Gerindra ini berterima kasih, delegasi Green Blue berkesempatan datang, menjalankan kerja-kerja tahapan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Tanggamus, saya mengucapkan selamat datang, terima kasih kunjungan ini,” ujar bupati didampingi Asisten II Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya M, Kabag Kerja Sama Setdakab Maryani, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Tanggamus Feri Septiawan, Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tanggamus Erlan Deni Saputra.

Informasi, selain Tanggamus, sebelumnya Tim Green Blue telah melakukan penjajakan serupa di Provinsi Bengkulu, tahun lalu.

Asisten I Setdaprov Bengkulu, Khairil Anwar, kesempatan pertama 29 Februari 2024 lalu menjelaskan, pada tahap awal tim bertujuan memetakan potensi investasi terutama area pesisir Bengkulu, mengidentifikasi zona rawan bencana, dan melihat potensi pengembangan sumber daya dan investasi lainnya.

Tim Green Blue menjalankan program serupa yang secara eksisting telah berjalan di Kendal Jawa Tengah dan Sidoarjo Jawa Timur, hingga pihaknya berkeyakinan program bakal mulus berhasil. “Hasil pemetaan dapat jadi acuan bagi investor lainnya,” jelas Khairil.

Terbaru, Tim Green Blue dipimpin Mr Kim juga bertemu Plt Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Subandi di Pendopo Delta Wibawa kantor bupati setempat, 13 Januari 2025. Tim bawa prospektus kerja sama pembangunan smart city dan pengelolaan perpajakan.

Aktif berkeliling Indonesia, Tim Green Blue ini perpanjangan resmi Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (MoLIT) pimpinan Menteri Kim Hyun-mi, yang berpusat di kompleks Pemerintah Sejong, 11 Doum6-Ro, Kota Sejong, Korea Selatan.

Medio 12 Desember 2024 lalu, Deputi Direktur Divisi Ekonomi Perkotaan pada kementerian ini, Jung Jung Hee, hadir mengapresiasi ajang kolaborasi pemangku kedua negara dukung pengembangan smart city berbasis teknologi Digital Twin, yakni Final Report Workshop of K-City Network Project, taja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan LX Korea, di Jakarta.

“Korea Selatan memiliki pengalaman di bidang pengembangan 3D dan Digital Twin untuk membangun smart city berbasis data dan informasi spasial. Kami harap Indonesia dan Korea Selatan terus bekerja sama untuk menciptakan hasil berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi workshop antara lain pemaparan laporan akhir proyek “Digital Twin Based Smart City 3D Space Rights Solution” oleh Direktur EGIS Korea Park Seo Woo, presentasi ahli termasuk pakar Shinhan University, Prof. Lee Hyo Sang bahas pembangunan dan perkembangan Digital Twin dan Smart City di Korea Selatan.

Workshop dihadiri delegasi Korea Agency for Infrastructure Technology Advancement (KAIA), LX Korea, dan EGIS Korea; serta dari Indonesia: Kementerian PU, Badan Informasi Geospasial (BIG), Pemerintah Provinsi DK Jakarta, akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Virgo Eresta Jaya bilang, kolaborasi penting guna dukung program kementerian, khususnya dalam pengembangan Kadaster 3D dan Digital Twin. (Muzzamil)

Pos terkait