BONGKAR POST.co.id
JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo yang memperbolehkan pengecer menjual liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg), sehingga keresahan masyarakat tidak berkelanjutan. Ia sekaligus mendukung program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan eksekusinya di Pertamina Patra Niaga untuk menyempurnakan penyaluran distribusi LPG 3 kg dari pangkalan dan sub pangkalan, termasuk para pengecer.
“Saya mengapreasiasi langkah nyata Presiden Prabowo terhadap aspirasi rakyat, karena pengecer LPG 3 kilogram bisa tetap berjualan, sehingga tidak ada keresahan dan kekhawatiran masyarakat yang berkelanjutan,” kata Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas di Jakarta, Selasa (4/2/2025). Dengan perbaikan rantai pasok LPG 3 kg itu, tambah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu berharap masyarakat mendapat pasokan yang cukup dengan harga sesuai harga eceran tetap.
Beberapa daerah mengalami kendala distribusi akibat perubahan kebijakan yang melarang pengecer menjual LPG 3 kg bersubsidi. Hal itu menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut. Pada 2024 penyaluran LPG 3 kg bersubsidi mencapai Rp80,2 triliun dengan penerima manfaat sebanyak 40,3 juta rumah tangga.
Lebih lanjut Ibas yang juga anggota Komisi XII DPR RI menyampaikan dukungannya agar swasembada energi yang dicanangkan pemerintah pusat dapat tercapai, termasuk terkait dengan lifting minyak dan gas. Menurutnya, swasembada energi juga diiringi dengan pengembangan energi baru. Ia menyebutkan, pengembangan serta implementasi energi baru dan terbarukan dilakukan sekaligus dalam upaya menjaga lingkungan hidup.
Sementara itu, tambahnya, realisasi lifting gas bumi sepanjang 2024 mencapai 5.786 British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau setara 1.026,7 Million Barrel Oil of Equivalent Per Day (MBOEPD/juta barel setara minyak per hari). Realisasi tersebut lebih rendah daripada target APBN 2024, yakni 1.033 MBOEPD.
(*)







