Dituding Gelapkan DD, Kades Baru Ranji Sebut Nara Sumber ‘Ngawur’
Bongkar Post
Lampung Selatan,
Menanggapi pemberitaan di salah satu Media Online terkait tudingan penggelapan DD, Kepala Desa Baru Ranji Kecamatan Merbau Mataram, Misnandri dengan tegas mengatakan bahwa pemberitaan itu tidaklah benar.
Menurut Misnandri, pemberitaan tersebut sangat tendensius bahkan telah menjastis seolah dirinya telah melanggar hukum dengan Kapasitas dirinya sebagai Kepala Desa.
“Kita tidak melarang Media tersebut membuat berita, tapi tolonglah secara obyektif dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalis (KEJ) yang harus melalui konfirmasi terlebih dahulu, “ujar Misnandri kepada Bongkar Post, Jum’at (6/12/2024).
Seharusnya, terang Mianandri, Wartawan tersebut sebaiknya tidak begitu saja menanggapi dan percaya dengan info yang disampaikan oleh Nara Sumber.
“Ya seharusnya ditelusuri dahulu kebenaran info yang didapat dari Nara Sumber. Minimal lakukan uji kebenaran informasi tersebut, misal dengan cara menelusuri ke warga lain dan telusuri kapasitas Nara Sumber tersebut di Desa seperti apa, “terangnya
“Kalau seperti ini kan secara tidak langsung sudah menjastis saya dan menimbulkan fitnah dan merusak nama baik saya dan keluarga saya, karena belum tentu ada kebenarannya dalam berita itu,” sambung Misnandri.
Misnandri menjelaskan, terkait pembuatan tugu perbatasan Desa yang dikatakan kenapa menggunakan uang pribadi saya, itu karena anggaran pembuatan tugu tersebut lebih besar dari anggaran yang tersedia.
“Pembangunan tugu perbatasan itu tidak menggunakan Dana Desa tetapi menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) yang hanya sekitar Rp.35 juta sementara anggarannya sekitar Rp. 100 juta lebih, untuk menutupinya saya gunakan uang pribadi saya di karenakan saya tidak mau membebankan kepada masyarakat saya,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Misnandri, begitu juga untuk membangun Balai Desa, sesuai dengan peraturan untuk membangun Kantor Desa atau Balai Desa tidak bisa menggunakan Dana Desa. Padahal, Balai Desa menjadi kebutuhan utama untuk menunjang kegiatan Pemerintahan Desa.
“Balai Desa Baru Ranji sebelumnya sudah sangat tidak layak dan masyarakat juga sangat berharap memiliki Balai Desa yang lebih layak. Sehingga saya sebagai Kepala Desa berupaya sekuat kemampuan saya agar pembangunan Balai Desa dapat terwujud tanpa menggunakan Dana Desa,” urai Misnandri.
Dia pun menegaskan, masalah Dana Desa yang 20 persen dialokasikan untuk program ketahanan pangan, di Desa Baru Ranji sudah terlaksana sesuai dengan aturan dan peraturannya.
“Untuk ketahanan pangan di Desa Baru Ranji dialokasikan untuk ternak Sapi. Adapun dua ekor sapi yang di sembelih pada saat Hari Raya Idul fitri di tahun 2003 lalu itu sudah menjadi kesepakatan semua warga bahkan dagingnya pun dibagikan ke Warga. Jadi bukan dijual atau disembelih lalu saya makan sendiri, “tegasnya.
“Yang pasti apa yang disampaikan oleh Nara Sumber dalam berita tersebut tidaklah benar dan ini hanya sebuah fitnah kepada diri saya,” pungkas Misnandri. (fir)







