Dilantik Jadi Sekda, Velly Siapkan Langkah Nyata Wujudkan Visi-Misi Bupati
Bongkar Post, Bandar Lampung
Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Way Kanan oleh Bupati Ayu Asalasiyah pada Senin, 21 Juli 2025.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pengisian jabatan, tetapi menjadi titik awal dari arah baru birokrasi yang berkomitmen penuh mendukung visi dan misi kepala daerah.
Velly, sapaan akrabnya, merupakan birokrat murni yang telah mengabdi lebih dari satu dekade di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Dengan pengalaman panjang di struktur pemerintahan, ia menyatakan siap menjalankan peran strategis sebagai penggerak administrasi dan perumus kebijakan di bawah kepemimpinan Bupati.
“Harus dan pasti, karena itu salah satu peran dari Sekretaris Daerah adalah merumuskan merumuskan ya, bukan pengambil kebijakan kebijakan-kebijakan yang akan diajukan kepada pimpinan atau Ibu Bupati. Kami konsen harus dapat mewujudkan visi Bupati melalui misi-misinya,” tegas Velly, saat di wawancarai awak media, di Bandar Lampung, Selasa (22/7/2025).
Dalam pidato pertamanya usai pelantikan, ia membeberkan arah kebijakan yang akan segera dijalankan, yakni memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan prinsip good governance.
Langkah ini dinilai sebagai fondasi utama dalam memperkuat pelayanan publik yang selama ini menjadi tugas inti ASN.
“Ya tentunya ada target ya, ada beberapa gagasan yang akan kita laksanakan sebagai sebuah program yang akan kita utamakan nanti. Yang pertama tentunya tata kelola pemerintahannya. Kita akan concern di situ, di pengelolaan tata kelola pemerintahan yang mana kita ingin tata kelola nanti itu mengacu pada prinsip good governance,” ujar Velly.
Menurutnya, pembenahan tata kelola yang baik akan memberikan dampak luas pada sektor lain, terutama pada pelayanan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, langkah awal yang akan ia lakukan adalah memperbaikinya secara bertahap.
“Sehingga apa, dengan adanya tata kelola yang baik nanti itu akan berimbas ke sektor-sektor yang lainnya. Kami menyadari, sebagai ASN tentunya fungsi pelayanan publik itu harus benar-benar baik. Itu yang akan saya coba perbaiki step by step, tata kelola dulu deh seperti itu,” tambahnya.
Namun, Veli juga tidak menutup mata terhadap tantangan yang menghadang, terutama dari sisi internal.
Ia menyoroti persoalan sumber daya manusia (SDM) yang dinilainya masih belum selaras.
“Ya, jadi memang ada peluang, ada tantangan, ya seperti itu. Tentunya tantangan itu ada internal dan eksternal. Yang mana internalnya tentunya SDM kami. SDM kami beragam, SDM kami belum selaras,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menyiapkan langkah nyata melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan penguatan kapasitas ASN agar dapat menunjang kinerja birokrasi secara menyeluruh.
“Tentu itu akan kita coba tingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan-pelatihan, bintik-bintik atau seperti apa, sehingga mereka memiliki kualitas SDM yang mempunyai,” ujarnya.
Dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan loyalitas terhadap visi kepala daerah, Veli menegaskan bahwa tugas pertamanya sebagai Sekda adalah membentuk pondasi birokrasi yang kuat, bersih, dan responsif.
Ia meyakini, hanya dengan langkah konkret dan kerja terukur, roda pemerintahan dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat Way Kanan. (Jim)







