WAFAT – Bunda Iffet, terlalu manis untuk dilupakan. | Courtesy of Ganjar Pranowo/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG, BONGKARPOST.CO.ID —
Warta lara kepulangan ke alam baka: sosok ibu bertalenta, aktor intelektual, dalang, catu daya (generator), gudang ide, inspirator, kontributor pengharapan, “pabrik” gagasan, pencacah solusi dan resolusi, penyemangat, “provokator”, perempuan penyala sumber doa malam, dan segenap atribusi lain disemat dan tersemat untuknyi.
Tokoh sentral, yang membersamai nyaris sebiduk sepenggalahan kiprah Slank, band rock unik legendaris Tanah Air, dewasa 42 tahun dirian 26 Desember 1983 saat formasi awal drummer Bimbim, bassist Denny BDN, rhythm guitarist Bongky, vokalis Erwan, dan lead guitarist Kiki, itu.
Warta lara, wafatnya Bunda Iffet. “Telah berpulang dengan tenang dan dikelilingi keluarga tercinta di kediaman kami. Bunda Iffet Veheca binti Abdul Aziz St Besar. Semoga ibadah beliau diterima di sisi ALLAH SWT. Keluarga besar Slank,” bunyi poster digital warta serentak, band dengan 764 ribuan pengikut di Instagram @slankdotcom, 835 ribu subscribers di akun ofisial YouTube Slank Kita, sedikitnya 2,6 juta pengikut di X, dan 7,6 juta pengikut di fansbase Facebook tersebut.
“Dari kami yang berduka cita,” demikian caption senada serentak, unggahan warta lara akun media sosial Slank, Ahad, 27 April 2025 pukul 02.56 WIB.
Pesan berantai, juga masuk gawai pewarta, mewarta Bunda Iffet, lahir 12 Agustus 1937 ini menghembuskan napas terakhirnya pukul 22.42 WIB. Berpulang di usia senja, 87 tahun.
“Semoga almarhumah wafat dalam husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat terbaik disisi-Nya. Mohon keikhlasan memaafkan almarhumah bila ada kesalahan semasa hidupnya,” pesan itu, info pemakaman di TPU Karet Bivak Blok AA1 Blad 042, Jl Karet Pasar Baru Barat, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad.
Kepergian Bunda Iffet, menyusul sang suami, Sidharta Manghoeroedin Soemarno yang telah berpulang 4 Maret 2024 lalu, wafat di usia 88 tahun akibat deraan penyakit infeksi paru-paru, juga komplikasi ginjal dan jantung. Juga dikebumikan di Karet Bivak.
Pengingat, suami Bunda Iffet, menantu dari Gubernur DKI Jakarta 1960-1964, 1965-1966, Soemarno Sosroatmodjo. Bunda Iffet dan Sidharta M Soemarno menikah 8 Januari 1961.
Bunda Iffet meninggalkan 4 orang anak, yakni sulung Adri dan istrinya Lea, Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim Slank) dan istrinya Reny Setiawati, Masto dan istrinya Gaby, bungsu Ila dan suaminyi Raja, sejumlah cucu dan cicit.
Mulai dari persemayaman jenazah di rumah duka, Jl Potlot III Nomor 14 Duren Tiga Jakarta Selatan, hingga saat pemakaman bahkan telah usai, pelayat silih berganti berdatangan guna menyampaikan langsung belasungkawa dan melafazkan doa penghormatan terakhir.
Buat Bunda, salah satu pemain film musikal Indonesia tanpa dialog, persembahan 25 tahun perjalanan musik Slank, disutradarai Garin Nugroho, John De Rantau, Dosy Omar; ide kreatif oleh Garin Nugroho terinspirasi dari lagu-lagu karya Slank selama 25 tahun sejak 1983-2008, Generasi Biru.
Pengingat, film rilisan Februari 2009 silam, yang mengambil judul dari judul album Slank tahun 1994 silam berisi 10 lagu, mengandung filosofi Slank yang harapannya dapat diikuti Slankers. Filosofinya, seperti biru langit dan biru laut, berpikiran luas seperti langit dan dalam seperti laut,” kata Bimbim, 2009 itu.
Wajah Bunda melegenda lewat Generasi Biru, yang juga dibintangi Bimbim, Akhadi Wira Satriaji (Kaka Slank), Mohammad Ridwan Hafiedz (Ridho Slank), Ivan Kurniawan Arifin (Ivanka Slank), Abdee Negara (Abdee Slank), Ophy Nambe, dan Nadine Chandrawinata.
“Seperti lagu Slank, kenangan bersama Bunda Iffet terlalu manis untuk dilupakan,” ujar tokoh nasional, dia periode Gubernur Jawa Tengah 2013–2023, calon presiden nomor urut 3 Pilpres 2024, Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo.
“Selamat jalan, Bunda Iffet. Nasihat dan wejanganmu akan kami ingat selalu,” ujar Ganjar, melalui media sosialnya, Ahad petang. Ganjar terbang dari Yogya ke Jakarta, demi mendengar kabar duka. Ia melayat sendiri.
Kompatriot Ganjar sesama kader banteng, Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung Wibowo, usai melayat kepada media menyebut Bunda Iffet sosok pemersatu.
“Saya tadi berpesan kepada seluruh keluarga, terutama Slank, jangan sampai wafatnya Bunda Iffet ini kemudian sorenya tidak bersatu. Bagi saya, Slank ini simbol persatuan musisi yang luar biasa bagi dunia kita, sehingga silaturahmi di antara keluarga sendiri harus dijaga,” ujar Bang Pram, sapaan karib barunya kini.
Mantan Sekjen PDI Perjuangan, anggota DPR 1999–2004, 2004–2009 peraih 60.643 suara Pemilu 2004, 2009–2014 peraih 164.265 suara Pemilu 2009 dia Wakil Ketua DPR, dan 2014–2015 peraih 165.906 suara Pemilu 2014, lanjut dua periode Menteri Sekretaris Negara era 12 Agustus 2015–20 September 2024 ini bilang, Bunda Iffet banyak mempersatukan berbagai kelompok di Jakarta.
“Kita kehilangan tokoh yang mempersatukan banyak kelompok di Jakarta ini. Secara khusus saya hadir dalam memberikan rasa duka saya dan mendoakan Bunda Iffet,” takzim Pram, Bunda Iffet punya kontribusi besar terhadap Slank, berharap Slank dapat terus berkarya.
“Beliaulah salah satu hal yang kemudian sampai hari ini Slank tetap bisa berkarya, menurut saya kontribusi Bunda luar biasa,” pungkas Pramono Anung.
Mewakilkan ekspresi duka kehilangan, grup band GIGI di Instagramnya menuliskan sosok Bunda Iffet, “seorang ibu untuk anak-anak band yang melebihi dari segalanya. Turut berduka cita yang mendalam untuk keluarga besar Slank,” unggahan GIGI beberapa saat warta duka beredar.
Kenangan terlalu manis, juga dilontarkan musisi suami Ashanti, Anang Hermansyah. Disitat dari YouTube Intens Investigasi, seperti diakses dari Bandarlampung, pada Senin (28/4/2025), Anang mengungkap jasa indah Bunda Iffet dua tahun berinya tumpangan tinggal di Potlot era mula rintisan karirnya.
“Aku mau bersaksi buat teman-teman semua bahwa sampai hari ini aku bisa berdiri di industri itu berkat beliau. Saya bukan orang Potlot, saya dari desa dari Jember, saya dikasih tempat. Saya pernah tidur di Potlot dua tahun di situ sama teman-teman. Dari situ, saya mengenal Bunda Iffet, kebaikannya masih bisa kurasakan sampai sekarang,” ujar Anang, tak menampik kesuksesannya kini juga bagian campur tangan Bunda Iffet.
“Dan itu lah yang sampai hari ini saya kenal. Betapa baiknya seorang Bunda Iffet mengajari saya, mendidik saya. Mengajari bagaimana membangun kebersamaan dengan seluruh komponen yang lahir dari Potlot,” tutur pelantun Biarkanlah dan Separuh Jiwaku Pergi, anggota DPR dari PAN 2014–2019 ini.
Pekan Terakhir
Firasat kepergian ditunjukkan Bunda Iffet, ujar Bimbim menceritakan, mulai Senin (21/4/2025) lalu. Kesehatannyi mulai terlihat memburuk.
Bunda, tak sadarkan diri, hari itu. “Biasanya (Bunda Iffet) selalu bangun pagi. Tiba-tiba nggak bangun-bangun, biasanya jam 8 atau 9 (pagi) sudah naik kursi roda. Ke rumah sebelah berjemur, tapi ini nggak bangun-bangun (tak sadarkan diri),” ujar Bimbim, kesehatan Bunda Iffet tidak stabil.
Saat dilarikan ke rumah sakit, Bunda langsung dilarikan ke ruang HCU. “Sama dokter rumah sakit dievaluasi kenapa. Sebenarnya di hari kedua nggak ada apa-apa, tapi begitu hari ke-6 ya harus masuk HCU,” tutur Bimbim.
Usai dirawat, Bimbim mengaku, Bunda Iffet meminta pulang ke rumah. Dalam posisi itu, Bimbim lalu rembuk keluarga. “Dua hari sebelumnya juga (Bunda Iffet) sudah minta pulang. Akhirnya kita berembuk, ya sudah pulangin saja deh,” ujar Bimbim, lalu Bunda Iffet seperti memberi tanda-tanda “pamit”.
Tepatnya, setelah sampai beberapa jam di rumah. “Bunda di situ bertahan, seperti yang dia mau, sampai rumah (Bunda Iffet) masih ada. Sekitar 2 jam, pamit, ya kemudian meninggal,” tutur Bimbim, Bunda Iffet memiliki riwayat gula naik dan darah tinggi.
Momen menarik tercuplik, mencuri perhatian hadirin, saat pemakaman. Keluarga Bunda Iffet kompak mengenakan kaus yang sama, kaus putih bertuliskan huruf-huruf IVAS di bagian depan, VCH dan IFF di bagian lengan.
Vokalis Slank, Kaka, bilang, baju mereka pakai hari itu, seragam yang telah Bunda siapkan sebelum wafat, bahkan dibuat 7 tahun lalu.
“Jadi Bunda tuh 2017, diam-diam sebelum pandemi, secara diam-diam, kompakan ya, enggak tahu sama siapa, dia cetak baju ini. Bunda nentuin sendiri tiap detail pembuatan kaus. Ada inisial namanya, ada panggilan nama. Dia merencanakan sesuatu, bikin kaus, dia cetak 100, dinamain semua ini kaus, semua dia tulis tangan sendiri,” ujar Kaka.
Pihak keluarga mengaku tak tahu surprise kaos seragam ini. Mereka bilang, ini bentuk persiapan sekaligus perhatian Bunda Iffet bagi orang-orang ia cintai sebelum wafat.
“Sudah meninggal masih mau mengatur kita harus pakai ini. Kita enggak tahu apa-apa, tiba-tiba dapat seragam yang harus dipakai. Ya itulah Bunda,” imbuh Bimbim.
Slank sendiri, baru saja Kamis (24/4/2025) lalu menggelar konferensi pers program tematik Umroh Plus Bersama SLANK, join Slank dan Makkahdinah International Holding Company.
“Program Umroh Plus Bersama SLANK. Akan jadi pengalaman spiritual dan musikal yang mengesankan seumur hidup! Bayangin kalian sujud di depan Ka’bah, meresapi kedamaian di Tanah Suci, lalu merayakan perjalanan ini dengan konser spesial Slank di Jeddah! Ibadah khusyuk, hati tenang, jiwa tetap rock ‘n roll! Jadilah bagian dari sejarah ini! Klik https://linkr.bio/Makadinah. Daftar sekarang karena kuota terbatas!” rilis Slank ihwal rencana program ini, yang akan diisi konser 13 November 2025 mendatang.
Kepergian Bunda Iffet juga duka personil, manajemen, label, hingga Slankers. Punya peran besar melepaskan Slank dari jerat narkoba dan melahirkan karya musik, jasa Bunda Iffet begitu membekas di benak banyak musisi Tanah Air yang pernah tersentuh uluran bantuan juga petuahnyi.
Seperti serba kebetulan, 1 April lalu, Slank merilis video singel anyar “Jangan Pergi Dulu”. Kelak 26 hari kemudian, giliran Bunda Iffet yang pergi betulan. Bunda, pamit.
“Ku tak bisa jauh, jauh, darimu,” syair lagu Slank rilis 30 November 2004 album PLUR. Tetapi, sebagaimana jodoh dan rezeki, maut kuasa mutlak Ilahi.
Selamat jalan Bunda Iffet. Inspirasimu, terlalu manis untuk dilupakan. (Muzzamil)







