Bongkar Post – Warga Pematang Sawa Harap Pemerintah Perhatikan Transportasi Laut

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Tanggamus,

Masyarakat Pematang Sawa berharap pemerintah perhatikan alat transportasi jalur laut, seperti halnya yang digunakan oleh warga nelayan dan petani khususnya di Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus.

Pematang Sawa sendiri terdiri dari 8 pekon, diantaranya pekon tersebut ada pekon tertua, yang disebut itu Pekon Kaur Gading terletak di pesisir pantai, yang notabene penghasilannya bergantung kepada hasil nelayan dan berkebun alias petani, yakni kebun kopi, lada, dan padi.

Itulah penghasilan masyarakat pekon tersebut, namun disaat musim tahunan tiba, keluhan masyarakat setempat timbul dikala panen mereka lumayan melimpah terkait sarana transportasi dan harga jual.

“Saat itulah para petani mengeluh karena penghasilan mereka tidak sesuai harapan, misalnya saat musim buah duku sangat melimpah, namun tak ada harganya, begitu pula saat panen sawah/padi, dikarenakan mereka masih menggunakan alat transportasi yang disebut motor atau kapal laut, dimana muatannya pun sangat terbatas kapasitasnya.

“Belum lagi ditambah saat cuaca tak mendukung misalnya angin kencang dan ombak yang besar, mereka sebut lautnya (rajuh). Dampaknya jika buah duku tersiram air laut akan cepat berubah warna, dari putih kekuningan bersih, jadi berubah warna hitam kecoklatan dan gampang busuk,” ucap warga yang tak mau disebutkan namanya.

“Belum lagi direpotkan yang ingin berkeperluan ke kecamatan maupun kabupatennya sendiri, apalagi yang disebut pulang atau balik mudik hari lebaran, atau saat hari-hari tertentu, sangat berdesak-desakan, dan saling berebutan, sungguh mengkhawatirkan, dan sangat rentan akan bahaya kecelakaan, namun tidak ada pilihan lain selain kendaraan itu, “kata masyarakat di sana.

Harapan mereka khususnya masyarakat Pematang Sawa yang transportasinya menggunakan motor atau kapal laut tradisional, agar pemerintah setempat bisa memberikan solusi buat masyarakat sana. (Erwandi)

Pos terkait