Poster digital salah satu, khas Umar Ahmad. | dok. U/A / Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Pucuk dicinta ulam pun tiba, demikian materi mata pelajaran Bahasa Indonesia dari guru kita zaman sekolah dulu.
Begitu pula dengan tokoh politik satu ini, notabene anak yatim sejak usia belia, yang sejak dari zaman mendiang kakek, lalu ayahandanya, merupakan kader partai berlambang kepala banteng moncong putih, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Umar Ahmad. Peniti karir kepartaian dari nol, resmi sandang status sarjana pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) dia pernah Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) disana, Umar mencalon anggota DPRD Tulang Bawang 2004–2009, pernah jadi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tulang Bawang 2005–2010, dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tulang Bawang Barat 2010–2015, terakhir menjadi Ketua Badan Pendidikan Pelatihan Daerah (Bandiklatda) PDI Perjuangan Lampung 2015–2019.
Sebelum akhirnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menunjuknya melalui SK DPP PDI Perjuangan Nomor 15-C/KPTS-DPD/DPP/VIII/2023 tentang Penyesuaian Struktur dan Komposisi DPD PDI Perjuangan Lampung 2019–2024, tertarikh 31 Agustus 2023.
Istimewanya, surat penunjukan Umar sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Bidang Pemenangan Pemilu, lazim Bappilu, ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Kini 11 bulan kemudian, DPP PDI Perjuangan kembali melayangkan sepucuk surat buatnya. Surat apa?
DPP PDI Perjuangan resmi memberikan Surat Tugas pada bakal calon gubernur (bacagub) Lampung 2024-2029 Umar Ahmad, via Nomor 3025/ST/DPP/V/2024 tertarikh 3 Juli 2024 dan ditandatangani Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo – Sekjen Hasto Kristiyanto.
Surat Tugas, bunyi cukup jelas nomenklatur surat penting tersebut, berisi tiga poin kunci, “mantra berdaya” mandat partai, kepada UA, sapaan ‘senam jari’ warganet pendukungnya.
Apa saja isinya? Pertama, UA ditugaskan untuk “Melaksanakan konsolidasi untuk memenangkan Pilkada 2024 dengan seluruh struktur partai PDI Perjuangan di Provinsi Lampung dalam dua minggu setelah surat tugas ini diterima.”
Kedua, UA ditugaskan untuk “Menyiapkan koalisi partai pendukung guna memenuhi syarat pendaftaran sebagai calon Kepala Daerah Provinsi Lampung pada KPU Provinsi Lampung, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
Ketiga, UA ditugaskan untuk “Bersama DPD (Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Lampung, red) dan DPC PDI Perjuangan membuat pemetaan politik secara detail untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2024 di Provinsi Lampung.”
DPP PDI Perjuangan menyebutkan, bahwa “Pelaksanaan tugas ini merupakan syarat penting untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Bakal Calon Kepala Daerah Provinsi Lampung pada Pilkada Serentak 2024.”
“Ketidakmampuan dalam menjalankan instruksi yang diberikan dapat mengakibatkan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap penugasan tersebut oleh DPP PDI Perjuangan,” demikian tulis Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo, putra dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini, didampingi Sekjen Hasto.
Sejarah Umar Ahmad berorganisasi politik, contoh kisah sukses dan praktik baik kader berkarir moncer. Layak diteladani para calon anggota, calon kader partai politik mana pun.
Dipinang oleh Bachtiar Basri jadi pendamping, rekam jejak Umar Ahmad kemudian mulus jalan jadi Wakil Bupati Tulang Bawang Barat 2011—2014, lantas usai Bachtiar dilantik jadi Wakil Gubernur Lampung 2014—2019 dueti Gubernur M. Ridho Ficardo, Umar lanjut jadi dua periode Bupati Tulang Bawang Barat 2014—2017, dan 2017—2022.
Figur pencetak rekor sejarah: satu-satunya pemenang Pilkada Serentak 2017 melawan kotak kosong di Lampung, bagian dari total 25 pemenang Pilkada lawan kotak kosong di Indonesia sepanjang penyelenggaraan empat kali Pilkada per 2005 terakhir 2020, juga figur penggerak pemberdaya penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan daerah berbasis budaya dan kebudayaan; pengampu forecasting tagline populer: Pulang ke Masa Depan.
Ya, masa depan Lampung hingga 2029 kelak, salah satunya ditentukan bakal “cukup jelas” tidaknya, ataukah bakal setback, ataukah pula bakal “maju mundur gak pake cantik”, oleh kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur terpilih produk politik Pilgub, 27 November 2024 mendatang. Yang akan ditentukan oleh keterpilihan 5 menit di bilik TPS oleh sedikitnya 6,6 juta jiwa rakyat calon pemilih Pilkada Serentak 2024 di Lampung.
Termasuk, andakah itu, Pembaca? (Muzzamil)







