Bongkar Post
Lampung Selatan – Salah satu faktor utama Berhasil nya Upaya Konservasi Penyu Sisik di Pulau Sebesi adalah Tersedia dan Terpelihara nya Rumpon dan/atau Susunan Terumbu Karang yang sengaja dibuat oleh Masyarakat, yang dimulai sejak tahun 2000 sampai dengan 2003, sebanyak 3 DPL (Daerah Perlindungan Laut) dengan 40 Beton pada Tiap DPL.
Tujuan dibuatnya Rumpon dan Terumbu Karang, yakni sebagai Habitat buatan untuk Ekosistem Ikan, di sepadan laut pantai di Pulau Sebesi, Kecamatan Raja Basa Kabupaten Lampung Selatan.
Kondisi saat ini, Terumbu Karang dalam keadaan baik. Sehingga terumbu Karang tersebut menjadi Rumah Bagi Ikan dan penyu sisik, dimana Penyu Sisik merupakan Hewan Kebanggaan bagi Masyarakat di pulau Sebesi.
Penyu sisik sering ditemukan di perairan hangat Samudera Atlantik, Pasifik, dan Hindia, bahkan di Wilayah Perairan Konservasi Kepulauan Krakatau, Makanan mereka sebagian besar terdiri dari spons yang hidup di terumbu karang.
Dampak Ekologis dari Kepunahan Penyu, Yakni banyak spesies laut yang akan punah. Pada gilirannya, hal ini juga dapat berdampak buruk pada kehidupan kita, karena banyak spesies laut yang kita panen untuk dimakan tiba-tiba menghilang.(rls)
Apriyan Sucipto, SH, MH
BKSDA Bengkulu
SKW III Lampung







