Mahasiswa KKN UIN RIL Laksanakan Program Kerja
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Gelar Program Kerja di SDN 18 Way Ratai, Pesawaran, pada hari Rabu (7/82024).
Kegiatan itu dipelopori oleh Mahasiswa KKN, yakni Diah Patricia dan dibantu rekan kelompoknya.

Mereka menggelar kegiatan ECOPRINT pada To the bag. Kegiatan tersebut dapat mengekspresikan kreatifitas murid dan memberikan dampak positif pada lingkungan.
Diah Patricia mengatakan bahwa disela kegiatan itu dia prihatin terhadap kondisi sekolahnya.
SDN 18 Way Ratai, telah berdiri selama 40 tahun dan sudah melahirkan generasi penerus bangsa. Bahkan kepala sekolah saat ini merupakan alumni SDN 18 Way Ratai.
Bangunan sekolah terbuat dari papan kayu yang terlihat sudah rusak dan ada beberapa yang lepas, dinding papan yang sudah rapuh, bangku dan meja yang seadanya, lantai yang masih tanah, atap sekolah beresiko ambruk sewaktu-waktu dan plafon yang sudah banyak yang runtuh dan terlepas baik itu di ruangan luar maupun di dalam kelas. Para guru dan murid menggunakan potongan triplek 1 x 1 meter sebagai papan tulis, tidak ada jam yang terpasang untuk melihat kapan waktu pulang dan istirahat lalu tidak ada tempat sampah untuk mereka membuang sampah. Serta kondisi 1 ruangan disekat menjadi 2 kelas, bisa dibayangkan bagaimana tidak kondusifnya ketika pembelajaran itu dimulai.
“Setelah kita up kegiatan dan kondisi sekolahan itu di instastory ternyata dilihat oleh bapak kepala kampung, esoknya saya dihubungi bapak Hardidi selaku Kades untuk mengadakan open donasi,” ucap Diah Patricia.
Beliau mengatakan bahwa SDN 18 Way Ratai tidak dapat dibangun menggunakan Dana APBD karena berdiri di wilayah kawasan hutan lindung.
Diah mengajak siapapun yang memiliki kepedulian tentang pendidikan anak untuk tertarik dan memiliki empati serta tergugah hatinya mengulurkan bantuan pada mereka yang membutuhkan.
Sekolah ini sangat membantu adik-adik setempat untuk menggapai mimpinya, mereka dengan semangat setiap pagi menggantungkan cita-cita mereka pada gubuk tua itu. Dan jika bukan di SD untuk mereka bersekolah mereka harus bersekolah ke sekolahan yang berada di bawah yang jaraknya sangat jauh serta jalannya yang terjal, berbatu tajam dan sisi kanan kirinya hutan.
Di gubuk tua ini dengan segala keterbatasan tidak menjadi halangan bagi mereka untuk tidak mengejar cita-cita.**







