Bongkar Post
Bandarlampung,
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Lampung resmi dibuka pada Rabu, 19 Juni 2024.
Untuk PPDB SMA, ada empat jalur masuk yang dapat dipilih calon siswa. Mulai afirmasi, zonasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Sementara untuk SMK hanya satu jalur yang dibuka ialah tes minat bakat.
Untuk SMA, Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Hendra Putra mengatakan pada 19 Juni ini tak semua jalur dibuka berbarengan.
“Untuk jalur (masuk) tetap empat, mulai hari ini dan besok baru menerima jalur afirmasi saja. Barulah tanggal 21 sampai 24 Juni jalur lainnya, zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua dibuka,” ujar Hendra dikantornya, Rabu.
Hendra menghimbau masyarakat yang memang masuk kategori tidak mampu dan memenuhi syarat seperti memiliki kartu Indonesia pintar (KIP), kartu program keluarga harapan (PKH) atau kartu keluarga sejahtera (KKS) untuk mendaftar.
“Syaratnya punya KIP, KKS atau PKH. Jadi tidak berlaku lagi bagi yang mendaftar menggunakan Kartu Indonesia sehat (KIS) dan surat keterangan tidak mampu. Kami tidak menggunakan itu karena kami lebih percaya dengan survei kelapangan,” lanjutnya.
Jalur afirmasi ini akan diumumkan pada 22 Juni mendatang. Sementara itu, jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua akan mulai pada 21 Juni hingga 24 Juni.
Dengan demikian, bagi calon siswa yang tidak dinyatakan lulus pada jalur afirmasi bisa mendaftar pada jalur lainya. Seperti zonasi atau prestasi.
Hendra menghimbau untuk calon siswa yang memang kurang mampu untuk mendaftarkan diri dahulu melalui jalur afirmasi. Karena pada jalur ini selama sekolah bebas biaya.
“Karena ditakutkan sudah mendaftar melalui jalur zonasi, kami harap jika memang sesuai dengan syarat dipersilahkan untuk mendaftar melalui jalur afirmasi,” lanjutnya.
Sementara itu untuk kuota masing-masing jalur di setiap SMA terdiri dari afirmasi 15 persen, zonasi 50 persen, perpindahan orang tua 5 persen, dan prestasi 30 persen.
Untuk jalur afirmasi dari kuota yang tersedia 15 persen juga dibagi kembali. Yakni 13 persen untuk orang tua tidak mampu, dan 2 persen disabilitas.
“Sehingga kalau SMAN 2 Bandar Lampung 320 siswa yang diterima, maka 15 persen ada 48 siswa yang akan kami terima melalui jalur ini,” kata Hendra yang juga Kepala SMAN 2 Bandar Lampung. **







