Bongkar Post – Pekerjaan Rekonstruksi Ruas Jalan Lebung Sari – Sumber Agung diduga Gunakan Bes S

Pekerjaan Rekontruksi Ruas Jalan Lebung Sari – Sumber Agung diduga Gunakan Bes S

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post

Lampung Selatan,

Pekerjaan Rekontruksi ruas jalan Lebung Sari – Sumber Agung (114) Kecamatan Merbau Mataram – Way Sulan berupa Rabat Beton yang dikerjakan oleh CV. Mulia Abadi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024 senilai Rp.1.489.289.171, 00 terindikasi dilaksanakan tidak sesuai Spesifikasi.

Betapa tidak, pekerjaan yang saat ini mulai melakukan pemadatan gelaran dasar yang seharusnya menggunakan Bes A dan Bes B disinyalir yang digelar oleh rekanan berupa batu Bes S (Bes Asalan).

Seharusnya, pada saat dilakukan pemadatan itu batu bes yang digunakan berupa bes A, setelah dilakukan pemadatan baru di gelar bes B dan dilakukan pemadatan kembali.

Namun, yang terlihat di lokasi, pada bagian ruas jalan yang sudah dilakukan pemadatan tampak batu batu berukuran besar ikut terpendam. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut terindikasi menggunakan Bes S (Bes Asalan).

Sudah di padatkan masih terlihat batu ukuran besar (Bes S)

___________

Salah satu pekerja yang juga warga setempat bernama suranto mengatakan bahwa dirinya bekerja diperintah oleh Pelaksana untuk merapikan bagian pinggir badan jalan yang sudah dipadatkan.

“Kalau saya hanya kerja diperintah untuk merapikan pinggir badan jalan yang sudah di padatkan dan menyingkirkan batu batu Bes yang besar besar, ” Jelasnya kepada Bongkar Post Sabtu, 13/7/2024.

Parahnya lagi, badan jalan yang sudah dipadatkan seharusnya dilakukan penyiraman dengan menggunakan Unit mobil tanki ternyata di lokasi terlihat hanya disiram secara manual memakai ember oleh pekerja.

“Ya saya hanya di suruh oleh Pelaksana menyiram jalan yang sudah dipadatkan dari kemarin menggunakan Ember. Kan di pinggir jalan ini ada siring pengairan sawah banyak airnya, jadi tinggal siram aja. Lumayan pak satu harinya saya dibayar Rp. 100 ribu, ” ujar Marsono yang juga warga desa setempat.

Sementara itu, Pengawas UPT PU-PR Kecamatan Merbau Mataram, Ismail saat konfirmasi melalui telepon seluler mengatakan bahwa di pekerjaan tersebut memang ada sebagian yang menggunakan Bes S (Bes Asalan).

Namun, Ismail beralasan, Bes S itu digunakan oleh kontraktor hanya untuk menutupi bagian lubang yang besar dan tidak mengurangi Volume penggunaan Bes A dan Bes B.

“Bes S itu memang ada, tapi Item pekerjaan itu tidak ada dikarenakan ini hanya inisiatif pemborong saja untuk menutupi lubang yang sangat dalam biar nanti rabat beton di titik itu tidak amblas. Itu pun tidak mengurangi volume Bes A dan Bes B nya, “jelas Ismail.

Menurut Ismail, untuk pemadatan badan jalan pekerjaan tersebut tidak ada yang menggunakan Bes S dan semua menggunakan Bes A dan Bes B sesuai dengan Volume yang sudah ditentukan.

“Walaupun di bagian berlubang menggunakan Bes S tapi setelah itu untuk pemadatannya tetap menggunakan Bes A dan Bes B, “Elak Ismail, padahal di sepanjang badan jalan yang sudah di padatkan banyak terlihat batu batu besar seperti Bes S.

Selain itu, Ismail sebagai pengawas PU tidak bisa menjawab ketika ditanya apakah sudah sesuai Spesifikasi ketika badan jalan sudah di padatkan lalu hanya disiram secara manual dengan menggunakan Ember.

“Itu alat (Mobil.red) untuk penyiraman ada di Bash Camp, tapi kemarin kemarin nyiramnya pakai mobil semua, “elak Ismail lagi seperti menutupi pekerjaan itu.

Untuk diketahui, saat wartawan melakukan Investigasi, Pengawas PU dan Pelaksana CV. Mulia Abadi tidak ada di lokasi, yang ada hanya dua orang pekerjaan dan operator alat berat. Tampaknya pekerjaan itu lepas dari pengawasan. (fir)

Pos terkait