Bongkar Post
LAMPUNG UTARA-Ketua DPRD Lampung Utara Wansori mengunjungi pasien miskin dan berhutang di RS Handayani Pauzi Ramadhan kediamannya, kelurahan Kota Alam, Rabu (17/4/2024).
Wansori mengaku prihatin dan sedih melihat kondisi ekonomi dan kondisi luka yang dialami Pauzi Ramadhan yang dinilai kurang memuaskan dalam pelayanan dari pihak RS Handayani.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Didalam perang sekali pun pasien harus mendapatkan pelayanan yang terbaik. Itu adalah janji kode etik dunia kesehatan,” ujar Wansori saat ditemui di RSUD Ryacudu Kotabumi.
Wansori mengatakan selaku Ketua DPRD dirinya wajib membela warga masyarakatnya. Dirinya merasa terpanggil untuk meringankan beban keluarga dan pasien Pauzi.
“Kondisi Pauzi belum memungkinkan untuk rawat jalan. Saya ambil inisiatif kita rujuk ke RSUD Ryacudu Kotabumi agar tetap mendapatkan proses perawatan dan pengobatan,” terang Ketua DPD partai Demokrat Lampung Utara ini.
Wansori mengatakan awalnya dirinya sedang melaksanakan hearing di gedung DPRD Lampung Utara.
Setelah selesai dia mendapatkan laporan jika ada pasien miskin keluar rumah sakit Handayani dengan meninggalkan hutang piutang biaya perawatan dan pengobatan sebesar Rp 7 juta lebih, dengan perjanjian diatas materai 10 ribu dalam waktu 7 hari harus segera dibayar.
“Selaku DPRD saya wajib untuk membela warga masyarakat saya,” tegas Wansori.
Diantar sejumlah wartawan, Wansori kaget saat mendatangi kediaman Pauzi Ramadhan yang sangat tidak layak. Dia menemukan kondisi rumah yang hampir roboh berlantai tanah jauh dari kata pantas dan layak. Saat menemui pasien Pauzi pun Wansori kaget karena kondisi luka luka Pauzi masih butuh perawatan dan pengobatan.
“Pauzi ini kita rujuk ke RSUD Ryacudu. Semua urusan saya bertanggung jawab, termasuk soal hutang di RS Handayani jika pihak sana ingin memproses. Silakan proses saya, silakan hubungi saya” ucap Wansori.
Dengan menumpang mobil pribadinya Pauzi dan keluarga pun di boyong ke RSUD Ryacudu.
“Saya tadi sudah menghubungi pak Pj Bupati beliau sedang rapat. Pauzi Ramadhan harus kita tolong demi memanusiakan manusia,” jelasnya.
Wansori mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan Pj Bupati dan pihak terkait agar persoalan seperti ini tidak terjadi lagi.
“Ini tidak boleh terjadi. Dimana rasa kemanusiaan kita. Karena miskin tidak ada cara lagi untuk menolong selain harus berhutang. Padahal BPJS sudah aktif,” tukasnya.
Sementara keluarga yang juga kakak kandung Pauzi Ramadhan, Unita Sari menceritakan kondisi nasib adiknya. Pauzi kata dia awalnya mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor di kecamatan Abung Kunang.
Karena mengalami luka serius oleh warga masyarakat dibawa ke RS Handayani untuk mendapatkan pertolongan medis.
Karena kondisi BPJS belum aktif untuk digunakan karena terkendala NIK dan sudah dirawat semalam maka pihak keluarga terpaksa memakai cara umum. Sambil memproses surat KK, KTP dan BPJS ke dinas dukcapil dan dinas sosial. Namun setelah melalui sejumlah proses pengurusan baik laporan kepolisian dan Jasa Raharja. Akhirnya BPJS atas nama Pauzi Ramadhan bisa aktif dan bisa digunakan.
Namun sayang saat pengurusan ke bagian management RS Handayani pasien harus tetap menggunakan jalur umum dan BPJS tidak bisa di klaim asuransinya sehingga harus membayar tagihan selama berapa hari sebesar Rp 8 juta lebih. Karena tidak memiliki uang keluarga berupaya meminta bantuan ke pihak BAZNAS Lampung Utara dan pihak BAZNAS hanya bisa membantu senilai Rp 1 juta.
“Uang bantuan BAZNAS kami bayarkan sebesar Rp 500 ribu. 500 ribunya digunakan untuk keperluan biaya lainnya. Sehingga masih terhutang sebesar Rp 7 juta lebih kepada pihak RS Handayani,” terang Unita Sari.
Piutang itu harus dibayar dalam tempo 7 hari di ditandangani diatas materai 10 ribu dengan sejumlah perjanjian yang diantaranya berkonsekuensi hukum jika tidak dibayar.
“Kami diperbolehkan pulang dengan perjanjian hutang piutang sementara adik saya masih sakit. Kami terpaksa pulang kerumah karena takut biaya terus membengkak kami tidak mampu membayar,” ujar Unita Sari.
Karena takut dan merasa kebingungan kami meminta bantuan kepada Ketua DPRD Lampung Utara bapak Wansori, bagaimana cara kami membayar tagihan hutang biaya pengobatan RS Handayani sementara kami tidak ada uang sama sekali.
“Alhamdulillah bapak Ketua Wansori mau membantu kami dan adik saya dirujuk k RSUD Mayjen Ryacudu Kotabumi. Kami berterima kasih kepada bapak Ketua DPRD Wansori semoga menjadi amal ibadah beliau,” sebutnya.**







