Bongkar Post – Marga Tiga, Bendungan Bernilai Ganti Rugi Terbesar Era Jokowi Berkuasa: Rp1,7 Triliun!

Presiden Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mendag Zulkifli Hasan, Dirut Waskita Karya, Dirut Adhi Karya, Pj Gubernur Lampung Dr Samsudin dan lainnya, meninjau fasilitas usai peresmian Bendungan Marga Tiga, Desa Negeri Jemanten dan Desa Trisinar, Kecamatan Marga Tiga Lampung Timur, Sabtu (26/8/2024). | BPMI Setpres RI/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Air mata haru tampak menggenangi pelupuk, ada yang hingga pipi, sudut lain pandangannya berbinar, sebelah sana ada yang tertangkap kamera berusaha menyeka air mata yang tak tertahan menetes tumpah jua terseka sekenanya, dan ada pula yang sorot matanya tak melewatkan fokus pandangan pada gestur orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di sentra area, dan seputaran area peresmian beroperasinya Bendungan Marga Tiga, satu dari sekian Proyek Strategis Nasional (PSN) dua periode kepemimpinan Jokowi yakni PSN 2015-2019 lanjut 2020-2024, yang meletak di dua wilayah, Desa Negeri Jemanten dan Desa Trisinar, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu 26 Agustus 2024.

Detik-detik peresmian, “Air merupakan elemen vital bagi kehidupan kita. Pengelolaan air yang baik tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung irigasi bagi lahan pertanian dan membantu mengurangi dampak banjir,” ujar pidato Presiden Jokowi.

Manajemen pengelolaan air tengah jadi fokus pemerintah, sebut Presiden. “Air ke depan akan menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi kehidupan kita, sangat penting sekali. Oleh sebab itu manajemen pengelolaan air di mana pun, di semua provinsi sekarang ini akan jadi fokus pemerintah,” ujar Presiden.

Diungkapkan, manajemen pengelolaan air tersebut bertujuan mengoptimalkan manfaat air dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. “Yang pertama untuk air baku kehidupan kita, kedua juga untuk irigasi bagi sawah-sawah yang kita miliki, ketiga juga untuk mereduksi banjir kalau memang di daerah itu masih ada banjir,” jelasnya.

“Bendungan Marga Tiga, bendungan yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2017 menelan anggaran Rp846 miliar ini, memiliki luas genangan 2.313 hektare, daya tampung 42 juta meter kubik air. Ini sangat besar sekali. Alhamdulillah pada hari ini sudah selesai, dan bisa difungsikan,” ujar mukadimah Presiden.

“Saya berharap, Bendungan Marga Tiga, bendungan ke-44 yang saya resmikan selama 10 tahun terakhir betul-betul dapat berfungsi dengan optimal, bermanfaat bagi masyarakat. Baik untuk irigasi, air baku, untuk listrik, dan mereduksi banjir sekitar bendungan. Dan kita harapkan, produktivitas petani yang terkait dengan Bendungan Marga Tiga ini betul-betul bisa naik dengan signifikan,” ujar pidatonya.

Sejurus kemudian, pemandangan langka, Presiden Jokowi ditemani empat perwakilan warga yang tampak riang diberi kesempatan istimewa melakukan penekanan tombol sirine tanda peresmian bersama Jokowi. Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, dan Penjabat Gubernur Lampung Dr Samsudin.

Serta, Direktur Utama PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson; dan Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Hanugroho ini.

Keduanya, pucuk pimpinan dua BUMN Karya entitas pelaksana konstruksi berskema kerja sama operasi (KSO) berdasarkan penugasan pemerintah atas pembangunan waduk yang berkapasitas tampung 42,31 juta meter kubik (m³), bermodal APBN Rp846 miliar, bermodel tipe konstruksi urugan setinggi 22,5 meter, tinggi panjang puncak 321,76 meter dan lebar puncak 7 meter, serta diproyeksikan dapat mereduksi banjir sebesar 83,10 m³ per detik untuk sebagian wilayah di Bandarlampung dan Lampung Timur.

Serta, seperti disaripatikan dari sejumlah keterangan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR, Roy Panagom Pardede; memiliki fungsi lain konservasi air, penggelontoran air yang mencegah air asin, dan potensi pariwisata ini.

Dari sisi kebermanfaatannya, manfaat utama bendungan ini untuk pengairan Daerah Irigasi (DI) di Lampung seluas 16.588 hektar yakni DI Jabung kiri seluas 5.638 hektar dan potensi DI Jabung kanan seluas 10.950 hektar.

Selain itu akan menambah pasokan air baku sebesar 0,8 m³/detik untuk wilayah Lampung Timur, seperti per detail informasi terbarukan dipaparkan Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen SDA Kementerian PUPR Adenan Rasyid, potensi Bendungan Marga Tiga menyediakan air baku sejumlah 800 liter per detik ini skema pemanfaatannya dimulai dari pemanfaatan aliran Sungai Way Sekampung, dengan luas daerah aliran sungai (DAS) mencapai 2.559 km² dan panjang sungai 270,05 km.

Dari pemanfaatan aliran sungai ini, terdapat manfaat potensi air baku 800 liter per detik bagi dua kabupaten: Lampung Selatan dan Lampung Timur. Untuk pemanfaatan air baku di Lampung Selatan ada 406 liter per detik, bagi tiga kecamatan: Jati Agung, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari. Serta, di Lampung Timur sebesar 394 liter per detik bagi dua kecamatan: Marga Tiga dan Sekampung Udik.

Selain itu, Bendungan Margatiga juga bisa bermanfaat untuk mereduksi banjir seluas 4.227 hektare di delapan kecamatan. Yaitu, Kecamatan Marga Tiga, Sekampung Udik, Marga Sekampung, Waway Karya, Jabung, di Lampung Timur; dan Kecamatan Palas, Sragi, dan Tanjung Sari, di Lampung Selatan.

Mengingat bahwa Lampung Timur, kabupaten berjuluk Bumei Tuwah Bepadan seluas kurang lebih 5.325,03 km² alias sekitar 15 persen dari total luas Lampung, diperkirakan akan terus tumbuh berkembang salah satunya melalui pengembangan sektor industri, pariwisata , pertambangan, pelayanan jasa, dan juga UMKM-IKM yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan.

“Pembangunan bendungan ini bertujuan meningkatkan volume tampungan air hingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, pengendalian banjir. Pembangunan bendungan akan diikuti pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, diharapkan para petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” antara lain bunyi keterangan pers “menahun” Mas Bas, sapaan karib Menteri Basuki Hadimuljono, menteri ramah humoris drummer andal Elek Yo Band ini, yang juga acap dijuluki sebagai ‘panglima infrastruktur’ dua periode kepemimpinan Jokowi ini.

Diketahui, Bendungan Marga Tiga terintegrasi dengan dua bendungan wilayah hulu, yakni Bendungan Way Sekampung yang diresmikan Jokowi 2 September 2021 dan Bendungan Batutegi yang telah selesai tahun 2004 silam.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini saya resmikan Bendungan Marga Tiga di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung,” kalimat Jokowi resmikan seperti dapat disimak selengkapnya di kanal ofisial YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), selain Jokowi juga menandatangani prasasti peresmian, serta menanam pohon di lokasi, dilanjutkan meninjau fasilitas bendungan.

Tercatat bendungan ke-44 yang diresmikan sejak 2015, merujuk Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Bendungan Marga Tiga adalah PSN Bendungan bernilai ganti rugi pembebasan lahan terbesar sepanjang 10 tahun Jokowi berkuasa, bahkan terbesar sepanjang Republik Indonesia berdiri, setotal Rp1,7 triliun kucuran, plus gelombang pertama termin kelima senilai Rp33,165 miliar untuk 100 bidang tanah dibayarkan awal September mendatang, menyusul gelombang kedua termin atas 517 bidang tanah yang akan dibayarkan usai proses administrasi kelar.

Sumber tepercaya menyebut, dari total 617 bidang lahan 616 warga desa area genangan di lahan eks Hutan Register 37 Way Kibang, terdiri 286 warga Desa Trisinar Kecamatan Marga Tiga dan 330 warga Desa Mekar Mulyo Kecamatan Sekampung, yang hingga hari H peresmian belum menerima ganti rugi atas lahan dan tanam tumbuhnya, sebanyak 408 bidang di antaranya telah dibuatkan resume, dan 207 bidang masih dalam proses finalisasi lintas instansi, yakni BPKP RI Perwakilan Lampung, BBWS-MS Kementerian PUPR, BPKH XX Bandarlampung KLHK, dan LMAN.

“Besar harapan kami, 55 hari tersisa kedepan hingga tanggal akhir masa jabatan Presiden Jokowi 20 Oktober mendatang, atas seluruh atau 617 bidang lahan belum terbayar ganti ruginya ini dapat 100 persen terselesaikan,” ujar Faisal Sanjaya, salah satu relawan militan pendukung Jokowi, putra daerah Lampung Timur yang gigih mendampingi warga desa terdampak pembebasan lahan pembangunan bendungan, antara lain bersama DPD Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Lampung dan FGD Desa Kawasan Hutan (DKH) Lampung pimpinan Abu Hasan.

“Menyangkut hajat hidup orang banyak ini, antara lain yang kami kawal ketat saat ini. Kami ajak seluruh pihak dipandu Menteri PUPR, Pj Gubernur Lampung dan Kapolda Lampung bahu membahu kerja keras kerja solid tuntaskan ini. Agar salah satu legasi Presiden Jokowi bagi Lampung, dan bagi Indonesia ini, jadi legasi yang tuntas dan adem di hati,” tutur Faisal Sanjaya, Ketua DPD Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Lampung cum Koordinator Forum Relawan Jokowi Tegak Lurus Lampung, front strategis relawan Jokowi di Lampung ini, Senin siang. (Muzzamil)

Pos terkait