Bongkar Post
Nasional,
Menyusul beberapa daerah yang telah melakukan konsolidasi untuk persiapan akhir pemenangan Prabowo-Gibran, pada Senin (5/2) pengurus DPK PRIMA dan koordinator Posko Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Pasuruan-Probolinggo menggelar Rapat Persiapan Akhir di Petaban-Pandaan. Rapat dihadiri dan dipimpin langsung oleh M. Solikhudin, sekretaris DPW PRIMA Jatim yang akrab disapa Didin.

Dalam sambutannya Didin menyampaikan bahwa “untuk memenangkan Prabowo-Gibran dengan sekali putaran, maka kesiapan, kesiagaan dan kesigapan wajib berlaku 24 jam dalam sehari. Bermodal posko-posko yang sudah kita dirikan, kita tidak hanya menggunakannya sebagai tempat konsolidasi dan kampanye saja, tapi posko harus jadi sentral mobilisasi pemilih sekaligus pengamanan suara.”
“Hasil survey berbagai lembaga yang sudah menunjukkan angka rata-rata diatas 50% untuk kemenangan Prabowo-Gibran tidak boleh membuat kita jumawa dan terlena. Kita justru wajib bekerja keras memastikan agar pilpres berlangsung sekali putaran untuk kemenangan Prabowo-Gibran. Tidak perlu ada pilpres lanjutan! Sebulan lagi warga muslim harus menjalani ibadah ramadhan. Jangan sampai ketenangan, kedamaian dan kekhusukan beribadah, terganggu dan terkotori oleh bertebarnya fitnah, hoax, propaganda hitam dan berbagai hal negatif, akibat kontestasi pilpres yang tak kunjung usai. Pastikan pilpres berlangsung sekali putaran untuk kemenangan Prabowo-Gibran”, pungkasnya.
Bergeser malam hari, Didin juga menghadiri kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh PRIMA Malang Raya. Bertempat disalah satu Caffe dikawasan Sigura-gura kota Malang, Didin menyoroti potensi besarnya hak pilih mahasiswa dan pekerja perantau yang akan hilang karena berbagai alasan. Diantaranya keengganan mahasiswa/pekerja perantau mengurus pindah tempat memilih karena prosesnya yang ribet. Kurangnya sosialisasi oleh penyelenggara pemilu kepada masyarakat luas, terutama kepada para mahasiswa dan pekerja perantau tentang teknis pindah tempat memilih, menjadi salah satu sebab keengganan mereka untuk berpartisipasi-aktif dalam pemilu kali ini.
“PRIMA harus berdiri digaris depan untuk membantu memudahkan saudara-saudara kita para mahasiswa dan pekerja perantau agar bisa mencoblos di TPS yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal atau kos mereka. Kita harus bantu dan dampingi mengurus proses pindah tempat memilih. Jadikan posko-posko kita sebagai pusat informasi dan pusat gerakan anti golput dan penghilangan hak pilih”, tegas Didin.
Diakhir acara, para pimpinan partai dan koordinator posko menyepakati untuk segera melakukan pendataan dan pengorganisiran terkhusus untuk para mahasiswa dan pekerja perantau yang belum mengajukan pindah tempat memilih. Dengan data dan terhimpunnya mahasiswa dan pekerja perantau ini, Posko Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Malang Raya akan segera mengajukan audensi ke KPU untuk mengkonfirmasi dan meminta solusi atas ancaman hak pilih mereka.**







