Foto : Wakil Dekan I Fisip Unila, Dr. Dedy Hermawan, S.Sos., M.Si. (ist)
Bongkar Post
Bandarlampung,
Tahun politik di Provinsi Lampung semakin hot. Beredar isu terkait proses berakhirnya masa jabatan Gubernur Lampung tanggal 12 Juni 2024.
Mulai dari “keributan” di kolektif Pimpinan DPRD Lampung paska Surat Rekom Ketua DPRD Pengusulan Sekprov sebagai Pj Gubernur Lampung yang berakhir dengan penunjukan Fahrizal Darminto sebagai Plh Gub Lampung oleh Kemendagri.
2 hari terakhir publik dikagetkan dengan munculnya nama Samsudin yang digadang sebagai Pj Gubernur Lampung setelah sebelumnya ada sosok Lucky Binarto beredar viral di ruang digital kita.
Akademisi Fisip Unila Dr. Dedy Hermawan, S.Sos., M.Si., coba memberikan statemen terkait masalah itu.
“Soal semacam ini tidak memberikan edukasi yang baik bagi masyarakat. Ranah pemerintah dalam hal ini Kemendagri malah diadopsi oleh oknum-oknum luar yang tak bertanggung jawab tentang kepastian beritanya,” terang Dedy kepada bongkarpost.co.id pada Sabtu, 15 Juni 2024.
Dedy melanjutkan, jelas ini bernuansa politis. Sarat muatan politik. Tarik ulur kepentingan partai dan kelompok. Mestinya pemerintah daerah harus mengklarifikasi berita yang simpang siur ini karena jelas informasi Pj Gubernur tersebut berhembus dari oknum atau pihak luar untuk kepentingan tertentu.
“Mendagri secara legal butuh sosok Penjabat Gubernur yang mampu mengamankan kepentingan proses Pilkada dalam hal ini Pilgub Lampung. Namun saya membaca ada hidden agenda dibalik semua ini untuk membangun bergainning politic ke pemerintah pusat,” pungkasnya.
Dikatakan Dedy, jabatan Pj terbatas tapi mampu memainkan instrumen politik dan birokrasi dalam momentum ini. Bukan hal baru.
“Sekali lagi, warga harus disajikan informasi yang baik dan edukatif. Pemerintah mesti clearkan kesimpang siuran berita soal Pj Gubernur Lampung karena rakyat butuh kepastian, bukan ketidakjelasan, percepat pelantikan Penjabat Gubernur demi pembangunan Lampung,” tutupnya. (Red)







