MUNDUR – _”Lisa BLACKPINK bercita-cita jadi Kopassus. Tapi hati lebih memilih jadi musikus. 14 Februari tinggal 100. Dengan senang hati Golkar pinjamkan 100″_ , pantun Airlangga Hartarto, pidato penutup perayaan HUT je-59 Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (6/11/2023), yang dihadiri Presiden Jokowi dan Ketum Gerindra cum bacapres Prabowo Subianto. | Kolase Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – “Selamat pagi para kader Golkar yang saya cintai. Saya Airlangga Hartarto, setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat, maka dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Golkar,” keterangan video Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang viral usai beredar Minggu (10/8/2024).
“Pengunduran diri ini terhitung sejak semalam, Sabtu 10 Agustus 2024. Selanjutnya sebagai partai besar yang matang dan dewasa, DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai ketentuan AD/ART organisasi yang berlaku,” ujar Airlangga Hartarto.
Pada bagian lain keterangan video itu, ketua umum produk Munaslub Partai Golkar 2017 yang menjabat kurun 13 Desember 2017 hingga hari ini, 10 Agustus 2024 ini, menyebut salah satu pencapaian politik partai.
“Selama 60 tahun kita telah membuktikan semua itu di dalam Pemilu Legislatif 2024 kita telah bersama-sama menaikkan pencapaian partai kita dengan merebut 102 kursi DPR RI serta ratusan bahkan ribuan kursi parlemen di berbagai tingkat pemerintahan dari Sabang sampai Merauke,” tutur Airlangga.
Kata “kita” merujuk internal? Ya, sejatinya video kadung viral tersebut semula lebih diniatkan untuk ditujukan kepada kalangan internal partai.
“Golkar berhasil melakukan transformasi menjadikan kebanggaan seluruh kader. Selain itu dalam Pilpres yang lalu kita berhasil memberikan kontribusi besar dalam kemenangan pasangan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka. Mereka akan melanjutkan kepemimpinan negara sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029,” imbuh dia, mengatakan proses pengunduran dirinya dilakukan secara damai dan menjunjung tinggi marwah Golkar.
Demokrasi terus dikawal dan dikembangkan, tandasnya. “Partai politik adalah pilar demokrasi kita. Indonesia adalah negeri besar. Kita harus memastikan bahwa demokrasi kita terus berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Partai Golkar sejauh ini sudah menjadi kebanggaan kita semua serta menjadi kekuatan terdepan demokrasi Indonesia,” kata Airlangga, tetap menyejukkan meski “mengezutkan”.
Lengkap gelar Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., Airlangga lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta 1981 dimana dia pernah aktif sebagai Wakil Ketua OSIS, Sarjana S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) 1987 dimana dia pernah Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas, AMP Wharton School Universitas Pennsylvania di Philadelphia, AS, 1993.
Dia sabet MBA dari Universitas Monash 1996, Master of Management Technology (MMT) Universitas Melbourne, keduanya Australia, 1997. Menerima gelar Honorary Doctorate in Development Policy, The Korea Development Institute (KDI) School of Public Policy and Management di Korea Selatan 2019, Doctor Honoris Caussa Bidang Manajemen Olahraga dari Universitas Negeri Semarang pada 2020.
Kelahiran Surabaya 1 Oktober 1962, suami Yanti K. Isfandiary, ayah delapan putra-putri: Adanti, Ravindra, Audi, Dines, Bianda, Latascha, Maisara dan Natalie ini, mendirikan perusahaan miliknya, dimana dia Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk. Bekasi tahun 1987, menyusul dua lainnya pada 1994, Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas, dan Presiden Direktur PT Bisma Narendra.
Pernah aktif sebagai Ketua Barisan Muda KOSGORO 1957, notabene salah satu kino Golkar, pun menjadi pemrakarsa Herman Johannes Award, penghargaan bagi inovasi teknologi saat dia menjabat Ketua Keluarga Alumni Fakultas Teknik UGM (KATGAMA) tahun 2003, dan sempat menulis buku Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia terbitan Andi Offset Yogya (2004) ini, kemudian mencalonkan diri dan menang terpilih terlantik dua periode anggota DPR/MPR RI sejak 2004-2014.
Dia penerima ASEAN Engineering Honorary fellow, conferred by Asean Federation of Engineering Organization at Myanmar, 2004.
Sebagai politisi legislator andal berkapasitas kemampuan teknokratik mumpuni, Wakil Bendahara UmumPartai Golkar 2004-2009 lanjut Ketua DPP Partai Golkar 2009-2015 ini pernah dimandati partai mengampu jabatan prestisius sebagai Ketua Komisi VII DPR RI, komisi bidang energi, lingkungan hidup, riset dan teknologi ini kurun 2006-2009.
Pada kurun ini, dia juga menjadi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2006-2009 dan sejalan moncer karir politiknya, sukses menang terpilih terlantik kembali anggota DPR 2009-2014 dapil Jabar V dan menjabat Ketua Komisi VI DPR RI bidang perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN, peraih penghargaan Australian Alumni Award for Entrepreneurship 2009 ini lanjut menjadi Ketua Dewan Insinyur PII 2009-2012.
Selain, sebagai alumnus, Airlangga Hartarto pernah didapuk menjadi dua periode anggota Majelis Wali Amanah UGM hingga 2012.
Sisi lain pembuktian kualifikasi, Airlangga juga tercatat merupakan tiga periode Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), 2005–2014.
Pengampu penghargaan Satyalancana Wira Karya 2014 ini, tak banyak diketahui kiprah dan kesibukan pribadinya, hingga secara mengejutkan namanya disebut dan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengampu Menteri Perindustrian Kabinet Kerja Jokowi-JK 2016–2019 pengganti Saleh Husin pada resulfle kabinet Desember 2017.
Penunjukan ini kontan mengingatkan publik, kepada satu sosok: ayahanda Airlangga. Ya, Airlangga Hartarto notabene merupakan putra mantan pembantu Presiden Soeharto, yang pernah menjabat dua periode Menteri Perindustrian Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993), dan Menteri Koordinator Bidang Produksi Distribusi (Menko Prodis) Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), Ir. Hartarto.
Tokoh peraih penghargaan 56th Lee Kuan Yew Exchange Fellow 2017, berpembawaan kalem ini, jago wushu. Disela kesibukannya, masih menyempatkan diri untuk mengurusi cabang olah raga bela diri kegemarannya ini. Dia tercatat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia 2017-2021.
Berlanjut dipercayai Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 Jokowi-Ma’ruf, Airlangga Hartarto yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Bapera 2020-sekarang ini, antara lain pernah diganjar penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana 2020,
Priyadarshni Academy Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery 2021, Tokoh Pemulihan Ekonomi Nasional 2022, dan Medal For Contribution to International Cooperation 2024 dari Pemerintah Federasi Rusia.
Abaikan terlebih dahulu, pertanyaan bakal kemana Airlangga usai tak lagi menjabat Ketua Umum.
Terkait, tahun politik Pilkada Serentak 2024, seiring mundurnya Airlangga dari kursi ketua umum, disusul kabar friksi tajam penyikapan apatah lagi jelang Munaslub Golkar sebagai rentetan isu yang dihembuskan entah oleh siapa, isu liar sontak berpendar seputar nasib pucuk surat rekomendasi pencalonan para bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024 yang telah terlanjur diterbitkan oleh DPP Golkar.
Menyempitnya waktu, masa pendaftaran pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, calon bupati dan calon wakil bupati dan calon walikota dan calon wakil walikota kandidat Pilkada Serentak 2024 di KPU, pada 27-29 Agustus mendatang. Akankah bubar?
Akankah bakal ada revisi ekstrem? Dengan mengingat, dikutip, pernyataan menyejukkan seorang Airlangga, bahwa “Partai Golkar sejauh ini sudah menjadi kebanggaan kita semua (khususnya segenap jajaran partai) serta jadi kekuatan terdepan demokrasi Indonesia”, kita tunggu, tak perlu sampai dada berdebar. (Muzzamil)







