Foto: Yanti Yunidarti, Plh Kadisnaker Lampung. (Ist/ Jimmi)
Bongkar Post
Bandar Lampung, BP
Terkait adanya pemberitaan lemahnya pengawasan dari Dinas tenaga kerja (Disnaker), Kepala dinas tenaga kerja provinsi Lampung Yanti Yunidarti buka suara, dirinya mengatakan bahwa terkait lemah pengawas ia membantah lantaran Disnaker mempunyai 33 pengawas yang tiap bulan mengawasi semua perusahaan-perusahaan di Lampung.
“Kami dinas memiliki pengawas sekitar 33 pengawas di lapangan, tiap pengawas itu punya rencana kerja setiap bulan, 5 perusahaan itu untuk yang rutin di lakukan tiap bulannya,” ujarnya, saat dimintai keterangan, Selasa, 30/5/2024.
Dia juga menegaskan jika terjadi masalah atau aduan dari masyarakat terhadap perusahaan yang melanggar, mereka akan langsung menurunkan tim pengawasan untuk mengecek perusahaan tersebut.
“Tapi jika ada masalah ataupun ada aduan dari masyarakat pasti akan langsung kami proses dan menerjun tim pengawas langsung ke perusahaan yang di adukan. Yang penting ada surat pengaduan yang memiliki dasarnya,” tegasnya.
“Dengan cakupan perusahaan yang tidak menentu, karena perusahaan di Lampung ada 7 sampai 8 ribu perusahaan,” sambungnya.
Namun, Berbeda dengan terjadinya kecelakaan kerja, tidak pakai suratpun langsung di tindak lanjuti.
“Kecuali memang kecelakaan kerja, tidak pakai surat pengaduan lagi langsung kita tindak lanjuti,” imbuh Yanti
Yanti mencontohkan, bahwa seperti sekarang pengaduan terkait THR pekerja, tim pengawas sudah turun semua ke perusahaan-perusahaan yang di adukan.
“Kita kan pelayanan masyarakat, ada bukti pengaduan kesini, (kedinas) pasti kita tindak lanjuti,” kata dia.
Sedangkan, jika tidak ada pengaduan dari masyarakat tim pengawasan akan rutin setiap tiap bulannya mengecek seluruh perusahaan.
“Kita juga walaupun tidak ada pengaduan, tim pengawas pasti akan mengecek tiap perusahaan-perusahaan setiap bulannya untuk mengecek pembinaan, penegakan norma, cek alat alat yang masih sesuai K3 dan lain-lainnya,” tutupnya.
Sementara, terkait kegiatan FGD Yanti menyampaikan bahwa kegiatan itu bukan hanya seremonial saja namun sebagai wadah mengumpulkan aspirasi dan masukkan dari masyarakat dan serikat buruh untuk persiapan hari mayday, sekaligus silaturahmi.
“Itu bukan sekedar seremonial aja, kita kemaren ngumpulin pada saat FGD agar bisa silaturahmi dan mengumpulkan aspirasi masyarakat dan serikat kerja untuk persiapan hari mayday,” Ungkapnya.(Jm)







