Momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Sentral Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, dan dielu-elukan rakyatnya, Kamis (11/7/2024). | Vico/BPMI Setpres RI/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – “Petjah”, pas mewakili ilustrasi suasana penyambutan bersama, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan rakyat Lampung Utara, saat orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi), hadir ber-“anjau silau”, kunjungan kerja di Lampung 11-12 Juli 2024, di Bumi Ragem Tunas Lampung, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (11/7/2024) siang.
Dari ketibaan Presiden beserta rombongan sesaat helikopter kepresidenan Super Puma yang ditumpanginya mendarat sesuai jadwal, mendarat mulus tepat di tempat pendaratan helikopter (helipad) Stadion Sukung Kelapa, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.
Sampai saat Presiden didampingi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Rudi Saladin, Danpampres Mayjen TNI Achiruddin; Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden (Setpres), Kementerian Sekretariat Negara, M. Yusuf Permana, tiba di lokasi keempat, Pasar Sentral, Jl Soekarno Hatta, Desa Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, 1,5 km dari stadion empat menit jalan, cukup dekat.
Disini bergabung, Menteri Dalam Negeri, M Tito Karnavian.
Tak menyana antusiasme rakyatnya demikian besar: menunggu di kompleks stadion sejak pagi bahkan ada yang mengaku sampai lupa sarapan, persiapkan baterai gawai kondisi penuh (full charging), ada yang mengaku datang jauh-jauh dari desa-desa perbatasan kabupaten, terbukti saat Presiden hendak bertolak menuju ke Pasar Sentral Kotabumi.
Ribuan warga tanpa komando, merangsek dekati area karpet merah yang Jokowi lintasi. Mereka berteriak satu nama “pak Jokowi!”, bahkan ada yang sampai rela tersikut-sikut mukanya, terhalang tangan warga lain yang juga merangsek, lantas refleks memekik “woy tangannya woy!” kocak terdengar, demi untuk dapat mendekati tubuh Jokowi sekadar untuk bilamana beruntung dipanggil Paspampres, diberi jalan berswafoto bersama RI-1 ke-7 itu.
Seorang warga, bilang, ini momen langka. “Presiden Indonesia yang terakhir datang ke Lampung Utara ini Soeharto, tahun 1984. Saya masih kelas dua SD. Hari ini, lihat merinding, lihat nih bulu tangan saya, hari ini kami warga Lampung Utara didatangi Presiden Jokowi. Gimana kami gak berbondong-bondong.”
“Gak penting gak dapat kaos. Bisa liat dekat aja Alhamdulillah, itu mas Jamil. Saya rasa kedepan kita sulit nemuin sosok pemimpin merakyat macam dia. Sejahterain rakyat emang tugas pemimpin. Tapi kalau pemimpin zalim, mau dia keringetan blusukan kampung? Pak Jokowi ya gak lah. Lahir dari rahim rakyat, mana betah lama-lama diem di Istana. Keliling Tanah Air, Lampung dibangun tol, bendungan. Jalan tempat kami kini mulus. Terima kasih bapak presiden,” demikian Sangaji, petani, panggilan video, matanya berkaca-kaca.
Usai jeda rehat makan siang di satu rumah makan, sekaligus salat Zuhur, lepas Ashar, sekitar pukul 15.20, barulah Presiden Jokowi tiba menyapa pedagang, pengunjung Pasar Sentral, berdialog, berbelanja, dengar keluh kesah terutama pedagang, dan menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT).
Pasar biasanya minim pembeli tak seramai dulu itu, petang itu jadi “mendadak dangdut”.
Sejumlah pedagang berkirim video pendek, suasana semringah mereka, juga warga lain yang disebutnya dari seantero Lampura, akronim Lampung Utara, tetapi bukan buat berbelanja. “Pada mau lihat pak Jokowi, hahaha,” ujar saling celetuk, riang mereka.
Keriangan mereka pun kian pecah, tatkala sebagian kecil mereka termasuk yang hoki, bisa bersalaman, sepersekian detik ucap syukur, lantas “cekrek!” bisa berswafoto bersama RI-1. Yang mulai, berkeringat itu.
Media sosial menjadi riuh. Warga tua muda, lelaki wanita, tak sedikit bersiap live FB, ujar mereka demi menyebut raksasa jejaring pertemanan sosial milik Mark Zuckerberg.
Pasar Sentral, pasar tradisional semirip Pasar Pasir Gintung dan Pasar SMEP Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Pasar Sentral ini dibangun 1994 silam, saat pertumbuhan ekonomi kabupaten ini 7,10 persen, populasi penduduk Lampung Utara 520.567 jiwa, total PDRB Rp493.542, PDRB perkapita Rp948.045, dan pendapatan daerah Rp871.017, era bupati ke-14, Achmad Gumbira.
90 persen bangunan kios sini masih berbahan kayu “zaman biyen” (dulu), sebagian tampak melapuk.
Tercatat, sudah tiga kali dilanda kebakaran sejak berdirinya. “Makin tahun makin sepi,” ujar sebuah sumber, pelanggan pasar ini dari zaman kecil, beli sayur mayur jam 3 pagi, beli sembako, gerabatan, siangnya.
Dia bilang, “cocok”, kalau Jokowi sepulang kunjungan kerja ini menginstruksikan Mendag Zulhas yang notabene orang Lampung, untuk memprogramkan revitalisasi Pasar Sentral Kotabumi ini. Izin dikutip, “mak meghabai,” sahut dia, bahasa Lampung berarti aman.
Sadar Jokowi paling detail soroti progres inflasi nasional dan daerah, perkembangan situasi pasar ini pun turut jadi atensi harian Kepala Dinas Perdagangan setempat, Hendri, yang juga dampingi Sekdakab Lekok dan Pj Bupati Aswarodi sambut Jokowi saat tiba.
Revitalisasi Pasar Rakyat
Ada pun, kunjungan Jokowi didampingi salah satunya oleh Mendag Zulhas ini, bagi rakyat Lampung Utara bak jadi momentum untuk menohokkan keluhuran aspirasi, “tolonglah revitalisasi Pasar Sentral Kotabumi ini.”
Pengingat, Program Revitalisasi Pasar Rakyat ini pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 7/2014 tentang Perdagangan, Pasal 13 ayat (1), (2), (3) mengamanatkan “Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat guna peningkatkan daya saing dalam bentuk pembangunan dan/atau revitalisasi pasar rakyat; implementasi manajemen pengelolaan yang profesional; fasilitasi akses penyediaan barang dengan mutu yang baik dan harga yang bersaing; dan fasilitasi akses pembiayaan kepada pedagang pasar di pasar rakyat.”
Maksud-tujuan revitalisasi/pembangunan pasar rakyat ada tiga. Satu, mendorong agar pasar rakyat lebih modern, mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan dan toko modern, hingga dapat meningkatkan omset pedagang.
Dua, meningkatkan pelayanan dan akses yang lebih baik ke konsumen, sekaligus menjadikan pasar rakyat jadi penggerak perekonomian daerah. Tiga, mewujudkan Pasar rakyat yang bermanajemen modern, lebih bersih, sehat, aman, segar, nyaman, hingga dapat menjadi tujuan tetap belanja konsumen serta referensi dalam pembangunan pasar lainnya.
Dibesut per 2014, dari 5.248 pasar rakyat target program, pemerintah via Kementerian Perdagangan berhasil bangun dan revitalisasi 1.023 pasar di 2015, 793 pasar di 2016, 851 di 2017, 1.544 di 2018, dan 1.037 di 2019.
Revitalisasi demi meningkatkan daya saing pasar, mereaktivasi geliat pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern: meningkatkan pendapatan pedagang plus meningkatkan daya saing perluas pangsa.
Revitalisasi juga tak selalu harus terkait fisik semata, tahap terpenting yakni memperbaiki perilaku pedagang dalam layanan konsumen, soal manajemen pasar, dan sosial budaya.
Banyak kisah sukses fasilitasi revitalisasi ini oleh pemda (Pemkab/Pemkot) di Indonesia. Dari, beleid misal Perda Pasar Tradisional, dan aneka pemuliaan (edukasi hukum, pelatihan manajemen usaha/tata kelola pendapatan dll penunjang peningkatan softskill pedagang).
Peningkatan bertahap, berkesinambungan, ditularkan para pedagang melalui paguyuban pedagang yang ada tiap pasar tradisional.
Pengingat, Lampung punya Pasar Way Halim. Contoh model kisah sukses itu. Eh, ada Pasar Rakyat Award-nya juga lho, kategori: Pasar Revitalisasi Terbaik, Pasar Ramah Lingkungan, Pasar Ramah Difabel. Bonus, penghargaan khusus Pengelola Pasar Rakyat Terbaik, 2019.
Senada Lampung Selatan, para Paspampres dipimpin Danpaspampres Mayjen Achiruddin, sigap humanis terukur, amankan area VVIP dan fisik Presiden, sepanjang kunjungan.
Pengamanan mulai tirai, ring 1 sesuai aturan dihandle TNI, ring 2 dihandle Polri, ring tiga Polri back up satuan sipil lainnya. Uniknya, sebab langka, sejumlah Paspampres berbodi tegap atletis, tak sedikit yang jadi sasaran tembak jepretan candid gawai warga. Aha!
Satu jam lebih kemudian, baru Jokowi, peraih Tanda Kehormatan Penghargaan Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Arab Saudi 15 September 2015 ini, satu jam pula meninjau jalan Ruas Keramat Teluk – Sri Widodo (6 km), dan meresmikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) di Lampung, dipusat-resmikan di sini, di Desa Jagang, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara.
Total 16 ruas di Lampung, tuntas bangun oleh BPJN Lampung Kementerian PUPR Desember 2023, eksekusi dari Inpres 3/2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah atau Inpres Jalan Daerah (IJD).
Selain ruas Keramat Teluk Sri Widodo itu, ke-15 ruas lain yang diresmikan bareng, yakni ruas Simpang Korpri – Purwotani (Lampung Selatan), Pardasuka Selatan – Tanjung Rusia Timur, Tanjung Rusia Timur – Selapan (Pringsewu), Pagar Dewa – Lumbok (Lampung Barat), Pekon Bangun Negara – Cukuh Senuman (Pesisir Barat), Simpang Randu – Seputih Surabaya, Kota Gajah – Simpang Randu (Lampung Tengah), Adijaya – Tulung Randu, Daya Sakti – Makarti (Tulang Bawang Barat), Labuhan Maringgai – Marga Sari (Lampung Timur), Bogatama – Pasar Batang (Tulang Bawang), Negeri Baru – Simpang Tiga (Way Kanan), Simpang Segitiga Emas – Muara Tenang, Muara Tenang – Margo Jadi (Mesuji).
Jumpa pers, di podium mungil logo PUPR, Jokowi didampingi kiri ke kanan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua DPRD Lampung Utara Wansori, dua pejabat salah satunya Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Ditjen Bina Marga Kemen PUPR Susan Novelia, Menteri Basuki Hadimoeljono, Pj Gubernur Lampung Samsudin, Pj Bupati setempat Aswarodi, Mendag Zulhas, dan Mendagri Tito.
“Hari ini kita resmikan 16 ruas jalan sepanjang 102 kilometer di seluruh Provinsi Lampung. Proyek ini dibiayai total anggaran Rp806 miliar tersebar di 11 kabupaten, termasuk jalan di Jagang Kecamatan Blambangan Pagar ini,”Presiden, meyakini pembenahan akan mempercepat mobilitas barang pun orang.
“Kita tahu ini jalan produksi, akan percepat pengangkutan mobilitas barang dan orang. Jadi kalau dulu –saya lihat tadi gambarnya– dulu banyak lubang, benar? Sekarang sudah mulus, benar? Tapi masih ada 1, 2, 3, 4, 5 yang saya lihat di Provinsi Lampung yang perlu penanganan dan itu akan dikerjakan tahun ini,” ujar Presiden.
Gembira jalan di desanya mulus, Katwanto, warga Desa Jagang bilang, perbaikan ini telah percepat masa tempuh ke sawah sebelumnya 30 menit jadi 10 menit. “Wah dulu berlubang sekali banyak yang jatuh. Sekarang dah mulus kayak jalan tol,” ujar dia, warga harus bertahun-tahun nantikan jalan mulus.
Siti, warga Desa Pagar Gading, malah berinfo masih ada ruas jalanperlu perhatian lebih termasuk akses ke desanya, notabene desa tetangga Jagang. “Dulu nggak sebagus ini sekarang dah rapi dah bagus. Tapi masih ada beberapa jalan menuju Pagar Gading yang masih jelek kalo musim hujan susah dilewati,” ujarnyi. Ahaha, sabar Bu Siti, semangat!
Melalui proyek IJD ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan akses dan mobilitas barang serta orang di Lampung, sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan efisiensi transportasi barang hasil pertanian dan produk lokal.
Pamit, balik ke helipad menuju helipad Poncowati, Lampung Tengah, tiba disambut Bupati Musa Ahmad dan Forkopimda Plus, Presiden lalu berkegiatan internal, bermalam di satu hotel di Bandarjaya. Jalan kaki dari hotel, Presiden santai di Caffe Moonbe, Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kamis malam.
Sebelumnya, Super Puma pengangkut Presiden beserta rombongan bertolak dari Lapangan Monas Jakarta Pusat (bukan dari Bandara Lanud Atang Sendjaja Bogor, Jawa Barat, seperti diwartakan sebelumnya), Kamis pukul 07.30 WIB, tiba di helipad Stadion Jati Kalianda, Lampung Selatan, pukul 08.17.
Di Bumi Khagom Mufakat ini, dia disambut Pj Gubernur Lampung Samsudin, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Pangdam Sriwijaya Mayjen TNI Naudi Nurdika, Kapolda Lampung Irjenpol Helmy Santika, Danrem 053/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, Danlanal Lampung Kolonel Laut Dwi Atmojo, Danlanud Pangeran M Bun Yamin Letkol (Pnb) I Kadek Suta, Kabinda Lampung Brigjenpol Warseno, para pejabat Pemkab Lampung Selatan, dan rakyat ibu kota kabupaten ini, dan lainnya.
Dari helipad Stadion Jati, Presiden berkemeja putih lengan panjang celana panjang hitam, menumpangi mobil kepresidenan Indonesia One, beserta rombongan bergerak 10 menit perjalanan darat melintasi Jl Lintas Sumatera belok Jl Kolonel Makmun Rasyid, sekitar 5,4 km menuju ke lokasi pertama kunjungan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Jl Batin Tjindar Bumi 14B, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kalianda, tiba pukul 09.00.
Bupati Nanang Ermanto, didampingi Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda dr Reni Indriyani, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan setempat dr Nessi Yunita, takzim menyambut RI-1.
Presiden menyapa warga rumah sakit, pasien rawat inap, dengan sabar dengarkan keluh kesah warga, termasuk meninjau sejumlah ruangan pelayanan berikut layanan BPJS Kesehatan di sini. Di RSUD yang sempat digoyang isu rasuah, dugaan kasus tipikor ini.
Direktur RSUD Bob Bazar, Reny Indriyani, menjelaskan rumah sakit pimpinannya ini tipe C penyedia layanan besar, beberapa spesialis lain, dengan 26 dokter spesialis, tapi masih kurang, butuh dokter spesialis bidang lainnya.
“Pak Presiden tadi meninjau Ruang Poli Rawat Jalan dan Radiologi,” ujar keterangan media, Bupati Nanang, didampingi Nessi dan Renny.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, ujar Nanang, berencana alokasikan bantuan perlengkapan sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan RSUD ini, berupa alkes untuk pemeriksaan jantung, Cathlab, CT Scan dan Mamografi.
Berpamitan, dari Bob Bazar geser 22 km ke lokasi kedua, Presiden meninjau pelaksanaan program bantuan pompa air untuk pengairan sawah dan pertanian (pompanisasi), menyapa warga, menyerap aspirasi, berikan bantuan bagi warga kelompok tani, di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan.
Pukul 10.20 WIB dari Bandan Hurip, barulah, Presiden geser 25 km ke lokasi ketiga, SMA Kebangsaan Lampung, Jl Trans Sumatera KM 75, Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
Di sekolah unggulan milik Zulhas, kelolaan Yayasan Sekolah Kebangsaan Lampung diketuai Zita Anjani Zulhas – Egy Radityo Pratama suaminya, prasasti pendiriannya diresmikan Mendikbud Kabinet Indonesia Bersatu II M Nuh (22 April 2013), sekolah berasrama, akreditasi A Nomor 123/BAP-SM/12-LPG/2016; Presiden berdialog dengan warga sekolah. Juga menyapa warga sekitar.
Dengan agenda utama, meresmikan gedung Jokowi Learning Center SMA Kebangsaan. Di sini, hadir pula konglomerat Boy Thohir, elit PAN mantan cawapres Prabowo 2014 Hatta Rajasa, Ketua PAN Lampung Irham Djafar Lan Putra, dan mantan gubernur Arinal Djunaidi.
*Jokowi: Infrastruktur Sebaik Apa pun Kalau SDM Kita jelek, Nanti Kelihatan*
Overall, Presiden memuji fasilitas pendidikan SMA berkurikulum khusus trimapel Kenusantaraan, Kepemimpinan, dan Bela Negara ini. Jokowi mengaku senang ada putra-putri dari 28 provinsi bersekolah di sini.
“Artinya ini diakui secara nasional. Apa pun sumber daya manusia unggul ini kita perlukan. Untuk kompetisi, persaingan antar negara. Infrastruktur sebaik apapun kalau sumber daya manusia kita jelek, nanti kelihatan,” ujar Jokowi menandaskan, seperti disimak dari siaran langsung Setpres Kemsetneg RI.
Dia menyinggung posisi Indonesia di World Competitiveness Ranking untuk urusan sektor pendidikan, masih di angka 57. Dia berharap penderma atau kaum sosiopreneur, bisa buat sekolah macam SMA Kebangsaan Lampung ini, demi meningkatkan daya saing bangsa melalui peningkatan mutu SDM nasional.
Sementara, pidato Zulhas mengungkap latar khusus dibalik keputusan SMA Kebangsaan Lampung bangun fasilitas baru, Jokowi Learning Center. Sekolah berasrama, boarding school ini, ujar Zulhas, didirikan delapan tahun lalu dan berikut dengan manajemen pendidikannya selama ini.
“Satu-satunya cara mengubah nasib di kampung ini ya sekolah. Kalau tidak, jadi begal. SMA kebangsaan itu kita berpendapat, pendidikan buat semua orang, tanpa beda-beda,” cetus Zulhas.
Selain sivitas yang dikomandoi Plt Kepsek SMA Kebangsaan Lampung, Wempy Pratomo Bhakti, yang juga ikut dalam rapat persiapan via Zoom bareng pihak Istana, Senin lalu, sejumlah organ relawan tulen Jokowi juga turut berpartisipasi menyambut di sini.
Bukan Jokowi kalau tanpa kejutan. Tetiba, saat melintasi satu ruas jalan kabupaten, di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jokowi minta sopir Indonesia One berhenti sejenak, lalu dia turun untuk melihat langsung kondisi jalan sebagian berlubang, Kamis pagi.
“Oh ngecek jalan tadi, banyak rusak dan berlubang-lubang, saya langsung minta Pak Menteri PUPR agar segera memperbaikinya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” keterangan pers Jokowi, semringah memberikan bantuan mesin pompa air untuk petani Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis pagi.
Menteri “nyentrik”, satu-satunya menteri dua periode Jokowi sejak 2014; satu-satunya menteri Indonesia yang berani menyapa meledek kata “sayang” ke Najwa Shihab, di satu sesi episode program televisi temuwicara favorit Mata Najwa itu; yakni Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, serius menyimak arahan direktif Presiden. Laporan kondisi jalan rusak berlubang, konon sarapan pagi Basuki.
Sehari jelang Jokowi datang, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, diketahui telah di Lampung, bersama Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldhedarma, didampingi Pj Gubernur Lampung Samsudin, hadiri Gebyar Panen Raya Padi dan Jagung Hibrida sekaligus Tanam Padi, di Pangkalan Utama TNI AL (Lanal) Lampung, Kabupaten Pesawaran, Rabu (10/7/2024).
Menteri Pertanian takjub menyaksikan hasil panen melimpah luasan areal pertanaman lahan tidur lahan produktif, 1.182 hektare, lokasi program jaminan ketahanan pangan dukungan TNI AL dikelola Lanal Lampung dan Brigif 4/BS Korps Marinir, liputi 42 hektare lahan jagung, 250 hektare lahan padi, 2 hektare lahan tanaman holtikultura, 262 hektare lahan kebun alpukat, pisang, kelapa.
Merujuk keterangan media Deputi Protokol, Pers, dan Media, Setpres Kemensetneg, M. Yusuf Permana, Kamis pagi, usai melanjut kunjungan kerja di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus, Jum’at (12/7/2024), Jokowi akan terbang kembali ke Jakarta melalui Bandara Raden Intan Branti Raya, Natar, Lampung Selatan. (Muzzamil)







