SMK, BISA! – SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung Kabupaten Tanggamus (SMK Muhata), Jl Bendungan, Pekon (Desa) Kusa, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, sekolah unggulan yang patut ditimbang dijadikan jalan raih masa depan nan gemilang generasi emas Indonesia di Tanggamus khususnya, Lampung dan Indonesia umumnya. | dok SMK Muhata/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Selalu ada kata yakin, tekun dan optimis, dibalik kisah sukses kiprah seseorang, kelompok orang, atau pun suatu lembaga tertentu dalam menggapai cita dan hingga dapat berada pada titik sekarang ini.
Pun halnya dengan Muhata, bukan nama orang. Ini akronim (singkatan) yang sering dipakai kemudian, dipopulerkan demi untuk memudahkan penyebutan satuan pendidikan bagian dari keluarga besar organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) bidang keagamaan terbesar kedua di Indonesia: Persyarikatan Muhammadiyah; yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Kota Agung Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Swasta, resminya, SMKS bertumbuh yang berbasis kampus megah di Jl. Bendungan, Pekon (Desa) Kusa, Kecamatan Kota Agung, ini secara operasional dinaungi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Agung, bagian dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Tanggamus.
Sebelum didirikan tahun 2009 silam, sekolah ini notabene bagian dari almamater SMA Muhammadiyah Kota Agung, Kampus B disebutnya, dipimpin oleh Roslan, S.Pd, MM.
Dan saat resmi dibuka tahun pelajaran kali pertama saat itu masih SMK Muhammadiyah Kota Agung namanya, tercatat baru terdapat 27 siswa bidang kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan, yang kelak tercatat pula dalam sejarah sekolah: lulusan angkatan pertama.
Dari hanya satu rombongan belajar (rombel), berkat terus bertumbuhnya, seiring dengan perkembangan, SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung kini mengampu sedikitnya 19 rombel dengan lima jurusan bidang kompetensi.
Yakni, Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Teknologi (TJKT) nama awal Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sebagai pionir, Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Jurusan Multimedia, Jurusan Broadcasting Perfilman, dan Jurusan Perhotelan.
Sejak 2009 alias berselang 15 warsa silam itu, SMK pengampu visi mulia, yaitu “Mewujudkan lulusan yang kreatif, inovatif, profesional, yang berakhlak mulia, serta kompeten di bidangnya sesuai tuntutan dunia kerja” ini, beberapa kali mengalami pergantian kepala sekolah.
“Periode pertama pak Roslan, S.Pd., M.M. Kedua, pak Hari Mahbi, S.Ag. Ketiga, pak Saipi Samba, S.Kom, 2021 sampe sekarang,” info Yudha, siswa magang pada kantor redaksi dan usaha perusahaan penerbitan pers Bongkar Post Group Bandarlampung, pada Sabtu (10/8/2024).
Satu sisi bersetia, tetap terus konsisten dalam sekuat tenaga memfasilitasi alumni dengan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan diperlukan oleh dunia usaha dunia industri (DUDI) dan dunia kerja sesuai elan zaman.
Sisi lain bersedia, SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung juga enggan kaku, terus berupaya keras untuk dapat berkemampuan diri untuk bisa beradaptasi dengan pesat dahsyat arus perubahan teknologi multidimensi, sebagai bagian inti dari konsekuensi logis disrupsi global karkhas ala Revolusi Industri 4.0 yang berbasis pada teknologi internet praktis sejak 2011 silam, hingga bentukan lain otokritiknya yakni karkhas ala Revolusi Industri 5.0 yang dipelopori oleh dua entitas utama: Jepang dan Jerman ini, yang berbasis pada manusia sebagai titik tumpu (human center oriented).
Gampang diingat, ‘pas tahun pertama pandemi’ demi untuk bergegas menjawabnya, kerennya, sekolah ini gigih upaya berusaha menerjemahkan kebutuhan dunia saat ini, kemajuan teknologi yang terus bergerak maju.
Sehingga, bertepatan dengan tahun pertama pandemi global COVID-19 pada 2020 lalu, Visi Sekolah SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung ini dirubah hingga menjadi, “Mewujudkan lulusan yang agamis, kreatif, terampil, inovatif, dan visioner, berakhlak mulia serta kompeten di bidangnya sesuai tuntutan dunia kerja.”
Dirancang 2020 sesuai pembahasan Rencana Kegiatan Jangka Menengah, target visi ini diharapkan tercapai menyeluruh pada 2025.
Ada visi ada misi dong? Ada, 15 misi dihunus sekolah ini demi mencapai target visi mulia itu bagi peserta didik, IDUKA dan kualitas alumni.
Kesatu, Menegakkan dan menjunjung tinggi perintah agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.
Kedua, Menguatkan literasi dan kompetensi teknologi informasi (TI) pada guru dan siswa, sesuai tuntutan Revolusi Industri 4.0. Ketiga, Mengingatkan dan memperkuat sinergi yang bersifat link and match dengan mitra industri di dalam dan di luar negeri.
Keempat, Berbicara dan menguatkan hubungan kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi (dikti) vokasi. Kelima, Menyebutkan kurikulum internasional, bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar wajib dalam pembelajaran produktif.
Keenam, Menguatkan fungsi Lembaga Sertifikasi Pendidikan (LSP) sebagai lembaga yang berwenang melaksanakan penilaian berbasis industri. Ketujuh, Menjelaskan PBM melalui Hybrid Model Learning System.
Kedelapan, Menanamkan nilai-nilai religius, integritas, kerja keras, pantang menyerah, profesional dan kewirausahaan. Kesembilan, Menguatkan pelatihan karakter dan moral Pancasila kepada guru, mengembangkan nilai keteladanan bagi siswanya.
Ke-10, Menceritakan Sekolah Pencetak Wirausaha melalui program penguatan Teaching Factory. Ke-11, Menumbuhkan semangat belajar dan bekerja kepada seluruh warga sekolah. Ke-12, Mendorong dan membantu siswa mengenali potensi dirinya hingga dapat dikembangkan secara optimal.
Ke-13, Meningkatkan pengadaan pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah secara bertahap. Ke-14, Menjabarkan manajemen berbasis sekolah dan menjalin kerja sama yang erat dengan stakeholders, masyarakat dan dunia usaha.
Ke-15, Mengungkapkan kemampuan siswa, keterampilan dalam menghadapi dunia kerja.
Kini, sekolah dilengkapi sarana prasarana penunjang seperti ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang piket, ruang audio visual, laboratorium praktik, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), ruang radio sekolah, lapangan olah raga, juga Kantin Muhata, dan lapangan parkir ini, selain terus bersetia, terus bersedia, juga sekaligus terus berderap.
Disamping mengaktifkan segenap daya salur minat dan bakat akademik pun non akademik siswa-siswinya, antara lain program ekskul English Club, Paskibra, PMR, Pramuka, sampai cabang olah raga bela diri karate dan pencak silat Tapak Suci, juga aktifnya satu lembaga nonkurikuler Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMKS Muhata sebagai bagian keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah, kepemilikan Muhata TV, dan banyak lagi.
Bukan sekolah ‘kaleng-kaleng’, resmi sandang status per tahun 2021 lalu sebagai SMK Pusat Unggulan – Sekolah Penggerak; belakangan menaja diri dengan mempopulerkan tagline anyar “Sekolahnya Kreator Konten” ini, oleh sejumlah mitra utama mitra strategis sekolah: entitas DUDI dan dunia kerja; makin tahun, berkat sadar industri sadar vokasi, seperti dilaporkan, satu per satu alumnus demi alumnus SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung, juga terus diserap. Anti nganggur.
Dari korporat raksasa perakitan komputer dan suku cadang kendaraan bermotor, sampai perusahaan production house dan hotel bintang tujuh, nama-nama mitra utama mitra strategis sekolah ini bisa dikepoin melalui pelbagai unggahan media sosial SMK Muhata.
Sekadar ilustrasi kiprah, pada tahun lalu misal, sekolah ini diamanati jadi tuan rumah taja rutin tahunan diselenggarakan secara berjenjang nasional oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kota dan Provinsi setempat sesuai edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) RI; Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMK Kabupaten Tanggamus 2023, pada 13-17 Februari 2023.
Dua tahun sebelumnya, salah satu siswa, Razes Anggara, terpilih sebagai Kontingen Perwakilan Lampung dalam FLS2N Tingkat Nasional 2021 kategori lomba Vocal Solo.
Pengingat, FLS2N sebagai wadah kompetisi dan berkesenian siswa Indonesia, meliputi jenjang SD, SMP, SMA/Madrasah Aliyah, SMK, Sekolah Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB) ini melombakan mulai dari lomba cipta lagu, lomba film, lomba gitar solo, lomba lukis, lomba monolog, lomba musik tradisional, lomba solo song, hingga tari tradisional.
Disertai disclaimer; artikel ini sama sekali bukan pesan sponsor, Sidang Pembaca yang penasaran, seperti apa gambaran umum situasi bersekolah di sekolah ini, melalui Yudha, siswa Kelas XII Jurusan Multimedia SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung, disela tugas magang Praktik Kerja Industri (Prakerin) di kantor redaksi dan usaha Bongkar Post Group, berkesempatan mewawancarai salah seorang guru favoritnya, daring melalui aplikasi perpesanan singkat, 30 Juli 2024 lalu.
Asrida Susanti, S.S., Gr., guru Bahasa Inggris, memilihkan dan menyebut “kekeluargaan dan kebersamaan”, dua kata keunikan sekolah ini, dari sudut pandang, kacamata pendidik.
“Keunikan bersekolah di SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung apa sih, menurut pandangan Ibu?” Yudha bertanya.
“Kekeluargaan, kebersamaan. Bisa mengajar dan memperbaiki diri karena di sekolah ada pengajian guru. Sistem dan program sekolah juga sangat baik karena mendukung peserta didik dan tenaga pendidik,” guru menjawab.
“Hal yang membedakan bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Kotaagung dengan sekolah lain, apa aja sih?” haha, tanya Yudha gaya anak muda, pakai “sih”. Penanda ia, karib.
“Disiplin yang ketat. Kerja sama yang kekeluargaan antara peserta didik dan pengurus sekolah. Program sekolah yang mendukung potensi peserta didik. Fasilitas yang memadai. Pelayanan yang baik,” lima poin jawaban sang guru, dikenal kreatif ini.
Berikutnya, Yudha pun menanyakan apa saja contoh fasilitas dan pelayanan pendidikan yang didapatkan oleh siswa-siswi SMKS ini.
“Ruang praktek yang nyaman. Alat praktik Jurusan dan olah raga yang lengkap. Ruang kelas yang memadai. Ruang resepsionis/informasi yang siap melayani kebutuhan peserta didik seperti surat menyurat dan sebagainya. Ekskul (kegiatan ekstrakurikuler, red). yang aktif. Support kegiatan ekskul.”
“Harapan Ibu untuk siswa-siswi yang bersekolah di SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung itu apa saja sih?” imbuh tanya Yudha.
“Tentu saja menjadi orang yang baik, terbaik, sukses versi mereka masing-masing. Harus lebih baik dari guru-gurunya. Dan tentu saja bermanfaat bagi orang banyak,” jawaban pamungkas Asrida Susanti, guru hijabers favorit Yudha yang dia istimewa dapatkan. Jawaban bahwa optimisme menatap masa depan diri Yudha, itulah semulianya harapan.
“Bang, tugas Yudha udah selesai wawancarai guru SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung. Lebih kurangnya kalo boleh dikoreksi bang,” bunyi chat laporan Yudha, medio 30 Juli 2024 lalu itu, kuarsa 20.04 WIB.
“Oke. Udah bagus. Susun per paragraf dengan pembuka data sekolah,” pewarta, tutor magang, sahutinya.
Yudha, berdua rekannya Aldi, dua dari sekian siswa peserta program rutin Praktik Kerja Industri (Prakerin), bagian dari Pendidikan Sistem Ganda yang merupakan inovasi pada program SMK dimana peserta didik lakukan praktIk kerja (magang) di perusahaan atau industri yang merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pelatihan di SMK, tahun pelajaran 2023/2024 ini.
Disitat diakses dari unggahan media sosial Asrida Susanti, Minggu (11/8/2024), diketahui bahwa secara berkala, guru produktif total jurusan pada SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung ini aktif memonitor progres bin proses magang siswa peserta, tersebar di sejumlah lembaga mitra utama mitra strategis sekolah.
Kegiatan monitoring dan visitasi Prakerin ke DUDI dan dunia kerja mitra program, mereka lakukan guna mengetahui tingkat pencapaian dan kesesuaian rencana tetapan dengan hasil capaian saat monitoring serta mengontrol kegiatan Prakerin siswa di entitas mitra DUDI.
Sementara terpisah, Komisaris Bongkar Post Group, Jauhari MH, selain mengapresiasi keterpilihan kantor redaksinya sebagai salah satu tujuan tempat praktik magang siswa peserta Prakerin SMKS Muhammadiyah 1 Kota Agung Kabupaten Tanggamus tersebut.
Tak dapat menutupi rasa syukur bangganya, Jauhari yang juga advokat aktif ini, Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Lampung itu berpesan kepada Yudha-Aldi, untuk menjaga amanat sekolah, menjaga nama baik sekolah dan keluarga, memanfaatkan waktu magang untuk sebaik-baiknya menerapkan seluruh ilmu didapat disesuaikan lokus magang, dalam hal ini kantor redaksinya.
“Pesan saya, ya Yudha ya, juga kamu Aldi, manfaatkanlah waktu magang ini sebaik mungkin, berpraktiklah sebaik mungkin. Anggap kami semua di tiga lantai kantor Bongkar Post Group ini sebagai keluarga. Jangan sungkan bertanya, saya nggak mau dengar, kalian magang disini cuma bisa ngelap meja, bikinin kopi. Jangan. Jauhi,” pesan bijak Jauhari, awal Agustus ini.
“Kami berdiri, jatuh bangun dari tahun 2011 saat masih berbentuk media cetak Harian Bongkar, sampai bisa seperti sekarang, ini gedung milik sendiri, gitu juga percetakan kami cukup besar itu selain berkat kerja keras dan kerja sama tim, juga berkat disiplin. Nah, berdisiplin dirilah kalian selama magang sini. Serap ilmu yang bisa diserap. Kalian bebas akses, ruang produksi pemberitaan sampai praktik peliputan nanti,” imbuh Jauhari.
Jauhari yang juga aktivis gerakan buruh ini, eks Koordinator Serikat Pekerja Konstruksi Lampung (SPKL) 2002-2008 kini Wakil Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Lampung 2023-2028 ini menerangkan, Bongkar Post Group terbuka bagi semua siswa dan mahasiswa yang hendak melakukan Prakerin atau magang.
“Saat ini kami selain bertambah, juga terus bertumbuh. Beberapa waktu lalu, tujuh wartawan kami bareng lulus kompeten, Uji Kompetensi Wartawan gelaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, dan Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM) Beragama Jakarta. Kami saat ini juga fokus pengembangan, ada Harian Bongkar Post, ada online bongkarpost co.id, ada program khusus berbayar streaming berlangganan kanal YouTube Bongkar Post TV, program siniar Podcast Bongkar-Bongkaran Bongkar Post TV, serta pengembangan koran digital juga, nanti ada bebas unduh di Play Store Android,” urai Jauhari, diangguki Yudha-Aldi.
Nah, jadi kontan ingat slogan khas di iklan TV. Apa itu? “SMK.., Bisa! SMK.., Hebat!” itu dia. Nah, Yudha, Aldi, come on, buktikan bahwa magang ialah “megang” yang sesungguhnya. Dari itu, jadikan Prakerin kalian, keren punya. Semangat! (Muzzamil)







