Foto. Saat konferensi Pers di Novotel, Jumat (7/5)
Bongkarpost.co.id
Bandarlampung,
Septi Putri Mandasari atau sapaan akrabnya Cepi, adalah seorang fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana) yang bertugas di Bandarlampung, menciptakan program peringatan dini kepada masyarakat terhadap bencana alam di Bandarlampung, pada hari Jumat (7/6/2024).
Latar belakang didirikannya Desa Tangguh Bencana adalah sebagai pencegahan dini bencana alam gempa dan tsunami yang ada di Bandarlampung, dan bekerjasama dengan Bank Dunia sebagai data kelola dari kesiapsiagaan tsunami serta gempa bumi melalui Indonesia Relationship, antara Indonesia dan bank dunia.
Tiga Komponen utama dalam kegiatan ini, pertama kualitas sistem, kedua ualitas Informasi, dan ketiga kualitas responsif.
Cepi sapaan akrab dari fasilitator Desa Tangguh Bencana mengatakan, Salah satu indikator kinerja pembangunan daerah yang ditetapkan adalah penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB), dengan harapan bahwa tingkat risiko bencana yang tinggi akan berubah menjadi sedang atau bahkan rendah.
Alur kegiatan Destana dari September 2023 hingga Juni 2024, Sosialiasi dan perkenalan program dilakukan agar masyarakat paham pentingnya peringatan dini dalam bencana, Kendala yang dihadapi Tim Relawan adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat karena faktor usia.
Saat ditanya oleh para awak media, mengapa hanya di Bandarlampung saja yang melaksanakan program ini? Septi menjawab itu sudah ketentuan dan diatur oleh pemerintah.
“Saya berharap dengan adanya program ini bisa menekan jumlah korban bencana alam tsunami dan gempa bumi yang ada di Bandarlampung,” tutup Septi pada saat ditemui oleh para awak media. (Diki)







