(Foto: Sekretaris DPD Partai Hanura Lampung cum caleg DPR RI dapil Lampung 1 dari Partai Hanura nomor urut 8, Ade Sanjaya, S.AB., M.M.. | dok/Muzzamil)
Bongkar Post
BANDAR LAMPUNG – Perawakannya sedang, tinggi kisaran 160an centimeter, dengan rambut khas ikal bergelombang. Jenggot sesekali dicukur, menggelendot bawah dagunya.
Berkumis tapi senangnya tampil berkumis tipis, bergaya busana cenderung dandy nan necis. Tetapi sesuai nama, si kuning langsat yang pantang begadang ini, perkasa.
Ade Sanjaya, itu dia. Publik Lampung, utamanya publik politik saat ini perlahan mengenalnya, menemukenalinya sebagai politisi partai politik (parpol) nasional peserta Pemilu 2024 nomor urut 10, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), di Lampung.
Ade Sanjaya merupakan Sekretaris DPD Partai Hanura Lampung periode 2022-2025, yang sehari-hari juga menjalankan amanat sebagai naradamping (liaison officer/LO) Partai Hanura Lampung terkait proses tahapan pelaksanaan umum/teknis Pemilu.
Pengampu gelar sarjana administrasi bisnis magister manajemen ini berlatar pebisnis profesional.
Gonjang ganjing hajat pesta demokrasi lima tahunan datang, ulah ajakan sahabatnya, yakni mantan Tenaga Ahli Bidang Polhukam Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) RI, dan kini Ketua DPD Partai Hanura Lampung periode yang sama, Mukti Shoheh, dia pun menyambut ulur ajakan itu dengan riang.
Untuk sama-sama memimpin membesarkan dan merebut kembali kejayaan politik partai khas kuning kunyit tersebut yang ulah dera konflik internal kurun 2018 hingga jelang Pemilu 2019 silam sempat bikin partai ini pecah kongsi hingga menelan pil pahit, gagal melenggang ke Senayan. Nol kursi.
Ade lantas masuk kabinet dampingi Mukti Shoheh, berdasarkan SK DPP Partai Hanura ditandatangani Ketua Umum Oesman Sapta Odang dan Sekjen saat itu Kodrat Shah, tertarikh 14 September 2022. Diketahui, sepeninggal Kodrat yang wafat karena sakit beberapa waktu lalu, kini Sekjen DPP Partai Hanura dijabat oleh Benny Rhamdani.
Sejak itu, Ade resmi politisi. Alih-alih, nama dia dan Mukti juga sama-sama telah masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilu Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota 2024, yang dirilis oleh KPU RI, 16 Agustus 2023, berlanjut kemudian hingga sah DCT.
Ade menjadi caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Lampung 1 dari Partai Hanura nomor urut 8, Mukti nomor urut 3. Wajah baru.
Keduanya menjadi bagian dari total 270 orang caleg DPR RI untuk dapil Lampung; terdiri 170 caleg dapil Lampung 1 dan 100 caleg dapil Lampung 2.
Seperti diketahui, dapil Lampung 1 meliputi Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesisir Barat, dan Kota Metro.
Pun hingga saat warta ini disusun genap memasuki hari ke-48 masa kampanye Pemilu, pada Minggu (14/1/2024) tepat H-30 pencoblosan 14 Februari nanti, Ade Sanjaya juga turut “berkeringat”. Bergerilya menarik simpati rakyat. Dan dia pun paksakan diri, tak ayal menjadi kerap begadang.
Meski berpembawaan kalem, gestur santai tapi pasti dan mimik wajahnya selalu dirinai murah senyum, Ade mantap maju nyaleg, mantap bersosialisasi dan berkampanye, bahkan siap usung visi.
Apa itu? “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil makmur dan sejahtera serta memiliki karakter dan jati diri bangsa sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” tulis Ade Sanjaya dalam portofolio profiling pada dokumen pencalegannya.
Ade genapinya dengan tiga misi. Pertama, menjadi anggota parlemen (DPR) yang berkarakter serta berjiwa Pancasila. Kedua, mengutamakan kepentingan rakyat demi terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan sosial. Ketiga, membawa Indonesia di dunia internasional sebagai negara berdaulat sesuai dengan Pembukaan UUD 1945.
Jatuh hati hingga cinta mati terhadap partai yang kini turut dipimpinnya, Ade Sanjaya menyesuaikan program kerja kelak terpilih, dengan spirit de corps Partai Hanura yang mendewakan kedaulatan daerah sebagai pilar kedaulatan nasional Indonesia.
“Program pembangunan daerah yang tepat sasaran dan efisien,” Ade singkat, sesingkat program kerja kelak terpilih usungannya.
Sesibuknya dia, Ade terus menerus tiada lelah mengumpulkan, memupuk menjaga pundi-pundi, ceruk, hingga kantong basis massa rakyat calon pemilih yang tersapa. Dia rajin keliling, muter turun dapil bersua warga atau komunitas demi bekal basis dukungan suara bakal pencoblosnya nanti tak tersapu kedipan mata caleg lainnya.
Mengingat hukum purba Pemilu: satu suara begitu berharga, Ade pun memakmuminya dengan tanpa pilih bulu, walau hanya bertemu satu dua tiga, orang pun dia jabani dengan senantiasa ceria selalu. Ade sadar, medan area sungguh lah berat. Nun ikhtiar Ade juga tak kalah cetar, tak kalah hebat.
Ade maju tak gentar. Bara juang elektoral dia bak berkebetulan seiring sejalan dengan dinamika situasi dan kondisi politik nasional berkembang yang terkait proses kandidasi Pilpres dimana capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD atau Ganjar-Mahfud, yang turut didukung oleh partainya bernaung bahkan sejak pasca penetapan pencapresan Ganjar Pranowo oleh PDI Perjuangan 21 April 2023, menyusul dukungan politik Hanura hasil Rapimnas I Partai Hanura di Jakarta, 27-28 April 2023.
Saat ini, ulah paksaan situasi secara face to face harus bertanding terbuka dengan putra kandung Presiden Indonesia yang dua periode atau sembilan tahun berjalan masa kepemimpinan pemerintahannya hingga kini turut disokong penuh Partai Hanura.
Dan senapas pula dengan gerak perjuangan politik pemenangan elektoral Pileg-Pilpres 2024 bersamaan, dimana tak terhindarkan muncul kontradiksi antagonistik lantaran harus saling ambil posisi kunci menangkan, dan paslon Ganjar-Mahfud terposisi harus high fight lantaran harus keluar dari ‘ketiak’ kekuasaan, berakibat gesekan lapangan.
Lantas muncullah, tagline berlawan khas Ganjar-Mahfud tersebut: jangan gentar ada Ganjar, jangan takut ada Mahfud.
Tanpa sadar, situasi politik sedemikian ikut memengaruhi sedikit banyaknya pergerakan lapangan Ade Sanjaya. Ade tumbuh militan. Dia tak gentar sedikit pun. Dia juga tak ragu apatah lagi sembunyi pintu. Dia terpantau bergerak aktif nan mengalir termasuk dalam urusan berkampanye memenangkan duet maut Ganjar-Mahfud.
Ade Sanjaya, tercatat tunai mandat sebagai Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Provinsi Lampung pimpinan tokoh masyarakat Lampung, tokoh masyarakat adat/hukum adat yang juga sejak 19 Mei 1989 silam dikenal publik merupakan Raja Kerajaan Adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Sekala Beghak Yang Dipertuan Agung XXIII Paduka Yang Mulia (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Edward Syah Pernong.
Lazimnya caleg lainnya, Ade Sanjaya juga punya timses, buka posko pemenangan, rajin petakan potensi raihan suara dan kendala lapangannya, serta beragam cara demi untuk dapat sandang status menang terpilih terlantik menjadi anggota DPR/MPR RI periode 2024-2029 dapil Lampung 1.
Ade sang caleg murah senyum (betulan bukan pencitraan) ayah dua putra warga Tanjungkarang Timur Bandarlampung yang bergaya santai tapi pasti ini, dalam catatan redaksi saat ini mulai ikut diperhitungkan oleh para caleg sejawat sedapil. Lainnya.
Menangnya Ade, lantaran anutan prinsip seperti air: mengalir, yang barangkali dia juga tanpa sadar melakoni demi melakoni proses kreatifnya, target muluk menjadi tak berlaku baginya. Sadar pemula, Ade pun mematok target realistis saja. Nun pasti.
Nah, itu dia. Selamat berjuang, Ade Sanjaya. (Muzzamil)







